innalillahi, ulama besar guru zuhdi meninggal dunia

Menginjak hari kesembilan Ramadan kemarin, umat Muslim di Indonesia mengalami duka. Ulama besar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kiai Haji Ahmad Zuhdiannor atau yang biasa dikenal sebagai Guru Zuhdi, meninggal dunia.

Rasa duka diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang kini menjabat sejak 2019, mewakili Kalimantan Selatan, Syaifullah Tamilha. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan oleh Guru Zuhdi tetap tabah dan bersabar.

▸ “Beliau adalah ulama harapan umat Kalimantan Selatan yang sangat bersahaja dan karismatik. Wafatnya seorang ulama sangat sulit menggantikan nya dan ilmu mulai ditarik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya berharap keluarga beliau tabah dan sabar atas kepergian almarhum,” kata Syaifullah dalam pesan pendek yang diterima detikNews pada hari Sabtu (02.05.2020).

KH. Ahmad Zuhdiannor (Guru Zuhdi)

Guru Zuhdi lahir di Alabio, 10 Februari’ 1972, dan meninggal dunia pada 2 Mei’ 2020 pada usia 48 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dan didiagnosis mengalami kanker paru. Jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta menuju Banjarmasin, dan dimakamkan di samping kediamannya di belakang Masjid Jami Banjarmasin.

Beliau dikenal sebagai seorang pemuka agama Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan. Semasa hidup, Guru Zuhdi dikenal sebagai seorang ulama yang sangat perhatian terhadap kepentingan umat, tidak terkecuali saat banyak orang harus bertahan hidup di tengah pandemi virus corona.

Menurut Syaifullah, Guru Zuhdi berharap wabah COVID-19 dapat segera berlalu dari kehidupan seluruh umat di dunia. Setiap orang tentunya harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah dan melawan pandemi tersebut.

▸ “Beliau berdo’a sebelum wafat agar virus corona cepat berakhir,” jelas Syaifullah.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s