kisah Silvia Romano, korban penculikan yang menjadi mualaf

Pada bulan November dua tahun yang lalu, pekerja bantuan Italia bernama Silvia Romano diculik oleh pria bersenjata yang terkait dengan kelompok Somalia al-Shabab di timur laut Kenya. Pada saat serangan yang menyebabkan orang terluka tersebut, Romano sedang menjadi sukarelawan untuk sebuah pemasaran dan penelitian Italia di sebuah panti asuhan di desa Chakama.

Berita tentang penculikan Romano tidak hanya menyebabkan kesedihan dan kekhawatiran, namun juga kontroversi di negara asalnya. Banyak politisi dan tokoh masyarakat, serta tentu saja anggota masyarakat normal lainnya, menuduh perusahaan dan lembaga yang mengurus pemasaran dan penelitian di Italia sebagai ‘pencari masalah’ dengan memberangkatkan Romano ke Kenya, dan mengklaim bahwa ia seharusnya tetap tinggal di Milan mengingat masih banyaknya orang-orang yang membutuhkan bantuan di kota tempat tinggalnya.

Di sisi lain, banyak pula yang menyebut keputusan Romano untuk pergi ke Kenya sebagai pekerja sukarela, sebagai ungkapan ‘keberanian’ dan mengklaim bahwa ia merupakan jenis orang yang sedang mencari perhatian. Tuduhan seperti ini diatasi oleh kaum liberal yang marah dan tidak setuju akan ‘pentingnya’ anak-anak idealis seperti Romano untuk pergi ke luar negeri membawa misi bantuan sukarela, dan memberi bantuan bagi mereka yang layak di negara lain.

Beberapa minggu berlalu sejak penculikan Romano, dan siklus berita pun berlanjut sehingga diskusi tentang hal ini hingga hasil pekerjaannya yang dilakukan di Kenya, perlahan-lahan berakhir dan mulai dilupakan.

Namun pada bulan kemarin, Romano sekali lagi berada di pusat perhatian banyak politikus dan tokoh masyarakat, serta masyarakat Italia pada umumnya. Namun kali ini, bukan dikarenakan ia pergi ke Kenya atau ‘menyebabkan masalah’ bagi orang-orang di negara asalnya, melainkan karena ia secara sukarela memilih untuk masuk Islam di tengah-tengah cobaannya.

Silvia Romano datang kembali ke negara asalnya setelah 18 bulan menjadi tahanan.

kepulangan Silvia Romano sebagai mualaf.

Pada hari Minggu (10.05.2020), Silvia Romano telah diterbangkan kembali ke negara asalnya; ia memeluk orang tua dan saudara perempuannya, dan disambut langsung oleh Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Italia setelah mendarat di Roma. Ia dibebaskan dari tersangka kelompok Islam al-Shabab yang bertempat di ibukota Somalia, Mogadishu, hari Sabtu (09.05.2020).

Dinas rahasia Italia menyatakan bahwa bantuan telah datang dari Turki dan pemerintah Somalia untuk menjamin pembebasannya. Dan hingga kini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan dan penculikan yang terjadi di hotel dan kompleks perkantoran di ibukota Kenya, Nairobi, 18 bulan yang lalu β€”di mana 21 orang tewas, dan Romano diambil sebagai tahanan.

Setelah mendarat di bandara Ciampino, Romano menyatakan bahwa dirinya merasa baik secara fisik dan mental. Ia terlihat ditemani oleh pria bertopeng yang mewakili dinas rahasia Italia. Dan di sisi lain, ayah Romano, Enzo, menyatakan bahwa dirinya sangat gembira atas kembalinya putrinya. Bahkan, lonceng gereja dibunyikan dan orang-orang bertepuk tangan dari balkon rumah masing-masing sepanjang Milan untuk merayakan kepulangan Silvia Romano.

Namun kemudian, Romano menyatakan bahwa dirinya telah masuk Islam kepada seluruh media berita di Italia, yaitu negara yang mayoritasnya beragama Kristen, dan hanya 3% dari penduduknya beragama Islam. Liputan pun segera menjadikan hal ini sebagai fokus mereka, dan foto kedatangan Romano yang mengenakan jilbab berwarna hijau pun ramai dibicarakan, bahkan menyebar ke seluruh dunia.

Masya-Allah, alhamdulillah.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a s

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s