kebajikan enam hari puasa syawal itu apa saja?

Bismillah wal hamdulillah wasshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah.

Satu minggu menjelang habisnya bulan Syawal, mungkin sudah sepantasnya bagi kita untuk membahas topik-topik yang berhubungan dengan puasa Syawal. Postingan kali ini adalah upaya pertama kita untuk menghosting tanya jawab, di mana kita akan memberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan populer seputar agama Islam. Nah insya-Allah, untuk yang pertama, kita akan mencoba membahas mengenai puasa Syawal.

Dan farras tidak sendirian; karena ilmu keislaman farras belum cukup untuk menjawab segala pertanyaan yang akan kita bahas, hari ini farras akan ditemani oleh Ustaz Firman. Jadi, seluruh jawaban yang ada di sini adalah hasil interviu dengan Ustaz Firman. Dan insya-Allah untuk ke depannya juga, farras akan berkolaborasi dengan Ustaz Firman untuk melengkapi konten tanya jawab di situs ini.

Yuk, mari kita langsung membahas isi dari topik kita hari ini! Pertanyaan pertama farras adalah, “Apa saja manfaat enam hari puasa Syawal? Apa saja hukum-hukumnya? Dan apakah itu wajib?”

kebajikan enam hari puasa syawal itu apa saja?

Hukum puasa di bulan Syawal adalah sunah; sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dari sahabat Abu Ayyub al-Anshoriy, bahwa Rosulullah sallallahu ‘alayhi wasalam bersabda, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” — Hadis riwayat Muslim.

Makna dari hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah (SAW) menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa selama enam hari di bulan Syawal setelah berpuasa di bulan Ramadan, dengan keistimewaan pahala bagi yang mengamalkannya setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

Yang maksudnya, pahala puasa bulan Ramadan sama dengan 10 bulan, kemudian ditambah puasa di bulan Syawal enam hari yang pahalanya sama dengan 60 hari atau dua bulan. Sehingga apabila seseorang berpuasa selama bulan Ramadan kemudian diikuti puasa selama enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti puasa selama satu tahun.

Hadis tersebut sejalan dengan firman Allah dalam al-Quran: …

Barang siapa membawa (melakukan) amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barang siapa yang membawa (melakukan) perbuatan jahat maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dizalimi (dirugikan)”.

— Quran surah al-An’am, ayat 160.

+ bagaimana cara melaksanakan puasa enam hari di bulan syawal?

Tata cara puasa enam hari di bulan Syawal sebagaimana puasa pada umumnya. Namun dari segi waktu pelaksanaannya, lebih utama puasa di mulai pada hari kedua bulan Syawal, dan secara berurutan selama enam hari. Namun boleh juga dilakukan kapan pun selama bulan Syawal, baik berurutan atau pun tidak. Demikian penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitabnya, Syarah Hadis Muslim, juz kedelapan, halaman ke-56, tentang bab puasa Syawal.

+ apa saja keutamaan puasa enam hari di bulan syawal?

Keutamaan pertama adalah untuk mendapatkan pahala seperti orang yang beribadah puasa selama satu tahun penuh, sebagaimana hadis yang telah kita cantumkan di atas. Dan keutamaan kedua, adalah sebagai tanda syukur kita kepada Allah Ta’ala.

Bersyukur atas nikmat ibadah puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadan adalah baik hukumnya. Dan sebagai salah satu cara kita bersyukur adalah memanfaatkan kesempatan berpuasa di bulan Syawal sebagaimana petunjuk dan anjuran Rasulullah (SAW). Bahkan beliau sebagai suri teladan kita, pernah ditanya oleh ummul mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, perihal salat malam beliau yang begitu sungguh-sungguh hingga kaki beliau bengkak, namun sungguh mengharukan jawaban apa yang beliau berikan. Beliau bertanya, ”Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?”

Setelah Ustaz Firman memberikan tausiahnya, farras lanjutkan dengan memberikan pertanyaan yang dikhususkan untuk para akhwat, alias wanita dan perempuan. Pertanyaan-pertanyaannya sebagai berikut …

  • Apa yang harus dilakukan seorang wanita terlebih dahulu: puasa enam hari Syawal yang direkomendasikan (alayam aletta albeed) atau puasa yang setara dengan hari-hari yang dia lewatkan di bulan Ramadan karena periode bulanannya?
  • Apakah valid untuk menggabungkan enam hari puasa Syawal dengan melunasi hutang puasa Ramadan di hari-hari yang sama?

+ nah, begini kata Ustaz Firman: …

Lebih utama mendahulukan pelunasan hutang puasa Ramadan (puasa Qadha) daripada puasa Syawwal. Mengapa? Karena puasa Qadha dari puasa Ramadan yang ditinggalkan karena halangan udzur syar’i hukumnya wajib, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya sunah. Sebagaimana kaidah fikih, bahwa yang wajib didahulukan atas yang sunah.

Kemudian, puasa enam hari di bulan Syawal sebagaimana anjuran Rasulullah (SAW) adalah dilaksanakan setelah puasa penuh di bulan Ramadan, sehingga mendapatkan keutamaan pahala seperti puasa satu tahun. Namun jika seorang wanita mendahulukan puasa enam hari di bulan Syawal daripada puasa Qadha, maka puasa Syawalnya tetap sah. Wallhu a’lam bisshawab.

+ kemudian jawaban untuk pertanyaan yang kedua: …

Tidak valid, karena perbedaan status ibadah. Ibadah puasa Ramadan hukumnya wajib. Sebagaimana kaidah fikih, bahwa perintah wajib apabila dilaksanakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan akan dihukum; sedangkan puasa Syawal hukumnya sunah, yang jika dilaksanakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa dan tidak dihukum.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

— Quran surah al-Baqarah, ayat 183.

Ibadah puasa Ramadan itu didasari oleh perintah Allah, seperti firman-Nya di surah al-Baqarah, ayat ke-183 di atas. Adapun anjuran puasa enam hari di bulan Syawal merupakan anjuran Rasulullah (SAW), yang dijanjikan pahala bagi mereka yang melaksanakannya dengan pahala seperti puasa setahun —apabila telah melaksanakan puasa penuh selama bulan Ramadan. Demikian, wallahu a’lam bisshawab.

Jadi, bagaimana sih, Sobat? Tertarik untuk berpuasa Syawal? Jangan lupa, bulan Syawal akan berakhir minggu depan loh. Tapi sekian untuk sesi tanya jawab hari ini. Jujur saja, rasanya gembira sekali farras memulai postingan berjenis tanya jawab, insya-Allah kita akan menetapkan tanya jawab Islami sebagai konten utama the islamweb.site untuk ke depannya.

Bagaimanapun juga, terima kasih banyak sudah membaca artikel ini. Kami sadar bahwa format tanya jawab ini masih belum sempurna, tapi insya-Allah akan kami pastikan agar adanya kemajuan di sesi selanjutnya. Untuk itu, akan menyenangkan apabila Sobat memberikan like dan subscribe ke situs kita agar Sobat mendapatkan notifikasi setiap kali kita memposting tulisan baru.

Oh ya, apabila Sobat punya pertanyaan yang terkait dengan Islam secara general, jangan sungkan-sungkan untuk menuliskan pertanyaan Sobat di kolom komentar, atau kunjungi halaman kontak apabila pertanyaan Sobat tidak bisa dirangkum lengkap di kolom komentar. Insya-Allah kita akan menjawab semua pertanyaan Sobat di sesi selanjutnya. Wa assallam!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

One response to “kebajikan enam hari puasa syawal itu apa saja?

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s