idul adha 2020: kapan dan bagaimana menurut muhammadiyah

PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Iduladha / Idul Adha di tahun 2020, atau 10 Zulhijah 1441 Hijriah, bahwa akan jatuh pada hari Jumat (31 Juli 2020). Penetapan Hari Raya Iduladha in termuat di dalam Surat Edaran Nomor 06/EDR/I.0/E/2020, serta Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2020, yang keduanya telah dirilis hari Rabu (24.06.2020) ini.

Dikarenakan Indonesia yang masih menghadapi pandemi virus corona, PP Muhammadiyah juga mengeluarkan pedoman dan tuntunan mengenai ibadah puasa arafah, salat Iduladha, hingga protokol ibadah kurban pada masa pandemi COVID-19. Di dalam surat tersebut, tertulis imbauan agar umat Islam menjalankan salat Id di rumah masing-masing.

▸ “Diharapkan secara umum umat Islam di Indonesia agar tidak melaksanakan salat Iduladha di lapangan ataupun di masjid untuk menghindari kerumunan dan tertularnya COVID,” ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, hari Rabu (24.06.2020).

PP Muhammadiyah berharap salat Iduladha dapat dilakukan bersama anggota keluarga walaupun dengan cara yang sama seperti ketika salat di lapangan. Dan bagi yang berada di zona hijau alias wilayah yang tidak terdampak virus corona, salat Iduladha dapat dilakukan di lapangan kecil atau ruang terbuka di dekat tempat tinggal. Namun, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan.

Berikut adalah rumusan dari panduan ibadah salat Iduladha tahun 2020: …

  1. Salat Iduladha di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan;
  2. Salat Iduladha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan; dan
  3. Bagi yang berada di daerah aman/tidak terdampak (zona hijau), salat Iduladha dapat dilakukan di lapangan kecil atau tempat/ruang terbuka di sekitar tempat tinggal dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan.

panduan ibadah kurban saat pandemi COVID-19.

Ibadah paling populer di Hari Raya Iduladha adalah penyembelihan hewan kurban yang biasanya dilakukan di berbagai lapangan terbuka, diurus oleh masjid-masjid atau pemerintah setempat. Namun, di tengah situasi pandemi corona, pemotongan hewan kurban kini juga memiliki protokolnya sendiri untuk digunakan di masa-masa pandemi COVID-19.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto, sempat membacakan edaran berisi pedoman dan tuntunan tersebut satu per satu dalam konferensi pers yang digelar melalui sejumlah media sosial hari Rabu (24.06.2020). Dan salah satu yang dibacakan adalah seputar ibadah kurban udiyyah. Agung menyampaikan bahwa hukum ibadah kurban adalah sunah muakkadah bagi muslim yang memiliki kemampuan untuk berkurban.

Terkait pula dengan ibadah kurban, Muhammadiyah menyarankan umat Islam yang mampu agar lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban. Dikarenakan pandemi COVID-19, saat ini banyak masalah berupa sosial dan ekonomi yang timbul ke permukaan, mengakibatkan meningkatnya jumlah kaum duafa.

▸ “Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi COVID-19 sekaligus berkurban, maka dapat melakukan keduanya,” kata Agung, menjelaskan tentang pemberian daging dan uang. “Untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang (tidak) merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama.”

Berikut adalah rumusan mengenai protokol ibadah kurban tahun 2020: …

  1. Hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah; dan
  2. Pandemi COVID-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban;
  3. Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi COVID-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya; dan
  4. Membantu duafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan.

Agung kemudian menyatakan, apabila ada Sobat yang tetap berniat untuk berkurban, maka dapat dikenakan beberapa alternatif dengan urutan skala prioritas berikut ini: …

  1. Kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu (Lazis Muhammadiyah) untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng);
  2. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis;
  3. Jumlah hewan yang disembelih di luar RPH hendaknya dibatasi (tidak terlalu banyak) untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama;
  4. Hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (hibul-qurban); dan
  5. Pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

s u m b e r   r e f e r e n s i

3 responses to “idul adha 2020: kapan dan bagaimana menurut muhammadiyah

  1. read the translated version. those are nice protocols and advisories by the concerned department keeping in mind the safety and security of all stakeholders.
    Subhanallah, the first pic is that of the Shahi Jama Masjid, Delhi.

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s