apakah ibadah diterima Allah, terlepas agama dan kepercayaan orang tersebut?

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh!

Henlo, frens, internet, and all of you beautiful people! Ketemu lagi sama farras, sekarang di tanya jawab Islami yang kedua! 🐰 Dua minggu yang lalu, kita baru saja memulai program tanya jawab Islami bersama Ustaz Firman (selengkapnya baca di sini), yang alhamdulillah minggu ini berkenan lagi untuk farras interviu mengenai pertanyaan-pertanyaan menarik seputar Islam, pedoman kita sebagai seorang Muslim.

Kali ini, pertanyaan yang farras tanyakan pada Ustaz Firman adalah … apakah benar bahwa setiap ibadah dan doa diterima oleh Allah, terlepas dari agama dan kepercayaan orang tersebut? Nah, begini respons dari Ustaz Firman terhadap perkara tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu dua pokok teka-teki atau pembahasan, yaitu yang pertama adalah ibadah, dan yang kedua adalah doa. Sekarang, yang akan kita bahas pertama dari dua pokok di atas adalah ibadah.

Ibadah dalam Islam adalah suatu sebutan untuk segala perkara yang dicintai dan diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik berupa perkataan maupun perbuatan, lahir maupun batin. Suatu ibadah hanya akan diterima oleh Allah (swt) ketika memenuhi tiga syarat, atau kita rumuskan dengan 3i. Apa itu? 3i yaitu iman, ikhlas, dan ilmu. Mari kita bahas satu per satu.

+ iman.

Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun […].

β€” Quran surah An-Nur, ayat 39.

Ibadah kepada Allah hanya akan diterima ketika orang tersebut beriman. Hal ini Allah jelaskan dalam firman-Nya yang telah disebutkan di atas. Sebanyak apa pun kebaikan yang dikerjakan, walaupun di mata manusia semua perbuatan itu sangat baik dan berhak mendapatkan balasan yang baik pula, dan bahkan dirinya yakin apa yang dikerjakannya itu baik … tapi dia tidak beriman, maka di sisi Allah semua itu tidak berharga bagi akhiratnya. Bahkan kata Allah, amalannya bagaikan fatamorgana, dan dalam ayat lain Allah berfirman: …

[…] perbuatan baik mereka (orang-orang kafir), bagaikan debu yang ditiup angin pada suatu hari yang berangin kencang, mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

β€” Quran surah Ibrahim, ayat 18.

+ ikhlas.

i3 yang kedua adalah keikhlasan. Ikhlas berarti segala ibadah yang dilakukan adalah murni karena menjalankan perintah Allah, dan bukan karena malu, bukan karena ingin dipuji oleh orang lain, atau mengharapkan balasan yang sifatnya duniawi seperti halnya jabatan, harta, dan kepuasan atas prestasi duniawi lainnya.

Maka dari itu, apabila seseorang memiliki motif atau niat lain yang mengotori keikhlasannya dalam melaksanakan ibadah, sebaik dan sebanyak apa pun ibadah tersebut, maka ibadahnya ditolak oleh Allah SWT. Perihal keikhlasan ini, Allah berfirman: …

Tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya menyembah ALLOH dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

β€” Quran surah al-Bayyinah, ayat 4.

+ ilmu.

i3 yang ketiga adalah ilmu. Maksud dari ilmu di sini adalah pengetahuan dalam menjalankan ibadah, karena ibadah adalah aktivitas yang bersifat absolut, nyata, dan mutlak, yang diperintahkan langsung oleh Allah dan/atau melalui Rasul-Nya. Semua petunjuk dan tuntunan untuk setiap ibadah terdapat di dalam al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber ilmu dan pedoman bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Allah berfirman: …

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. […]Β Apa yang datang (diperintahkan) dari Rosul kepadamu, maka terimalah (kerjakanlah), dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada ALLOH. Sesungguhnya ALLOH amat keras hukuman-Nya.

β€” Quran surah al-Baqarah, ayat 2. Quran surah al-Hasyr, ayat 7.

Dari dua ayat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa setiap ibadah yang dilakukan harus berdasarkan nash dari al-Quran dan as-Sunnah, dan bukan berdasarkan ide, pikiran, akal, dan/atau perasaan. Karena apabila kita melakukan suatu amalan, sesuatu yang kita dianggap ibadah padahal tidak berdasarkan nash, sungguh amalan kita akan ditolak. Sebagaimana hadis Rasulullah (saw): …

[…] beliau bersabda: β€œBarang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dalam urusan kami (urusan agama), maka tertolak.” β€” Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

penutup.

Dari referensi berupa hadis dan ayat-ayat al-Quran di atas, Ustaz Firman kemudian menyimpulkan bahwa tidak benar pernyataan yang menyebutkan bahwa ibadah semua orang selalu diterima oleh Allah, berlaku juga bagi mereka yang bukan beragama Islam dan tidak percaya pada Allah. Setelah membaca postingan ini, semoga Sobat dapat memahami bahwa Allah (swt) hanya menerima ibadah dari seseorang ketika ia memenuhi ketiga syarat yaitu 3i β€”iman, ikhlas, dan ilmu.

Jangan lupa, pertanyaan yang farras ajukan kepada Ustaz Firman adalah mengenai ibadah dan doa. Di postingan kali ini, alhamdulillah Ustaz Firman telah memberikan penjelasan tentang “ibadah” yang diterima oleh Allah, dan insya-Allah di postingan berikutnya di tanya jawab Islami, Ustaz Firman akan menjelaskan mengenai “doa” yang diterima oleh Allah (swt).

Jadi, jangan lupa untuk berlanggananΒ the Islamweb.site, follow Twitter @farrashfa, dan follow Instagram @farrashfa. Jangan lupa juga untuk like postingan ini agar farras tetap semangat mengurus situs kecil kita. Terakhir, Sobat juga boleh mengirim pertanyaan Sobat di kolom komentar atau halaman kontak. dan insya-Allah akan farras sampaikan ke Ustaz Firman untuk dijawab di postingan tanya jawab selanjutnya. Insya-Allah.

Sekian untuk hari ini. Jangan putus zikirnya, dan sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya! Wallahua’lam bisshawab, wassalam!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
u s t a z :Β  Β F i r m a n Β  |Β  Β e d i t o r :Β  Β f a r r a s

2 responses to “apakah ibadah diterima Allah, terlepas agama dan kepercayaan orang tersebut?

  1. Subhanallah!
    May Allah ta’ala accept of our prayers and may he bless Ustaz Firman for elaborating on this important issue with his words of hikma. Ameen!
    Some non-Muslims had asked me a similar question, now this post will certainly help me in answering that, inshallah.
    Jazakallahu Khayran.

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s