ikhtisar dari juz ketiga al-Quran

Assalaamu ʿalaykum warahmatullahi wabarakatuh!

Hari ketiga di bulan Juli, 28 hari menjelang Iduladha, insya-Allah! Hari ini, kita akan membahas juz ketiga dari al-Quranul karim yang terdiri dari ayat ke-253 surah al-Baqarah hingga ayat ke-92 dari surah ketiga, yaitu Ali ‘Imran.

Ayat-ayat yang terdapat di juz ketiga ini adalah wahyu Allah yang banyak diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu ‘alayhi wasalaam) di tahun-tahun awal setelah umatnya pindah ke Madinah, di mana mereka kemudian mendirikan pusat sosial dan politik pertama bagi umat Islam.

masih di surah al-Baqarah: ayat kursi.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus terlebih dahulu membahas tentang adanya al-kursii, atau “ayat singgasana” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ayat ke-255 dari surah al-Baqarah ini dikenal sebagai ayat kursi karena sifatnya yang membawa kenyamanan bagi banyak orang; merupakan salah satu ayat yang paling dihafal oleh umat Islam, dan bahkan sering kita temukan kaligrafinya di dinding-dinding rumah dan masjid.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

— Quran surah al-Baqarah, ayat 255.

Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab, ayat kursi merupakan ayat yang paling agung dalam al-Quran, di antaranya karena ayat tersebut merupakan pujian terhadap keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala sesuatu, dan bahkan Ia tidak kesulitan sedikit pun dalam memeliharanya.

Di dalam buku Tafsir Ibnu Katsir, ia menyatakan bahwa ayat kursi merupakan salah satu wahyu yang paling agung, di antaranya karena terdapat sebuah hadis sahih dari Rasulullah (SAW) yang menyebutkan bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama di dalam kitab Allah (al-Quran).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwa Nabi pernah bertanya kepadanya, “Ayat manakah yang paling agung di dalam kitab Allah?”
“Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui,” jawab Ubay bin Ka’ab.
Maka Nabi terus mengulang pertanyaan tersebut, sampai kemudian Ubay bin Ka’ab pun menjawab, “Ayat kursi.”
Lalu nabi Allah berkata, “Engkau akan dilelahkan oleh ilmu, wahai Abu Mundzir. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang Arasy.”


+ bagian akhir dari surah al-Baqarah.

Salah satu poin penting lainnya yang patut kita garis bawahi dari ayat-ayat di surah al-Baqarah, adalah pernyataan Allah yang menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam hal beragama. Perumpamaan pun dipaparkan; mengenai golongan orang yang waktu itu mempertanyakan adanya Tuhan, dan golongan lainnya yang terlalu sibuk dan sombong akan kepentingan-kepentingan mereka yang duniawi. Maka Allah SWT mempersilahkan mereka untuk memilih, dan Allah pun tegaskan bahwa sesungguhnya segala sesuatu itu ada balasannya.

Kemudian kita memasuki bagian yang mana ayat-ayat di dalamnya terasa lebih panjang dari sebelumnya. Di sini, Allah banyak menjelaskan mengenai amal ibadah dan kemurahan hati, serta menjunjung tinggi orang-orang Muslim yang bersikap adil. Di bagian ini pula Allah menetapkan bahwa bunga pinjaman yang dikenal dengan sebutan riba adalah haram hukumnya, dan selain itu Allah juga memberikan pedoman-pedoman dalam berbisnis dan bertransaksi.

Bagian akhir dari surah al-Baqarah memang dikenal dengan ayat-ayat yang cukup panjang. Dan di bagian akhir, Allah menegaskan lagi bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, khususnya atas keputusan mereka dalam hal keimanan.


surah Ali ‘Imran.

Surah ini merupakan surah ketiga menurut susunan al-Quran, terdiri atas 200 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Madaniyah. Nama dari surah ketiga ini memiliki arti “keluarga Imran”, yaitu ayahnya Maryam dan kakeknya Nabi Isa ‘alayhissalam. Surah ini dimulai dengan pernyataan bahwa al-Quran merupakan penegas dari pesan-pesan yang dibawa oleh para nabi dan rasul Allah sebelumnya, bahwa sesungguhnya Islam bukanlah agama baru.

Surah Ali ‘Imran diawali dengan ancaman bagi orang-orang yang tidak beriman, bahwa adanya azab dan hukuman yang sangat berat menunggu mereka di hari akhirat. Allah SWT juga menceritakan masa yang akan datang di mana para Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Kristen, dipanggil ke hadapan Allah untuk ditanyai tentang kebenaran atas kitab-kitab yang mereka sebarkan ilmunya. Allah menjelaskan bahwa al-Quran adalah satu-satunya kitab dari Allah yang masih suci —tanpa adanya campur tangan manusia.

Kemudian di ayat ke-33, Allah mulai menceritakan kisah keluarga Imran, yaitu masa di mana Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, dan Maryam binti ‘Imran hidup, dan dilanjutkan dengan kelahirannya Nabi Isa (AS). Seperti kisah Nabi Daud yang diceritakan di juz kedua, kisah-kisah mereka juga dipenuhi dengan banyak keajaiban dan inspirasi.


salah satu ayat pilihan dari juz ketiga al-Quran.

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.

— Quran surah Ali ‘Imran, ayat 49.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

One response to “ikhtisar dari juz ketiga al-Quran

Tinggalkan Balasan ke Atul Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s