museum sejarah Rasulullah dan peradaban Islam di ancol dan dufan

Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan izin reklamasi di Jakarta Utara lewat Kepgub (Keputusan Gubernur) Nomor 237 Tahun 2020. Ia mengizinkan perluasan kawasan rekreasi Dufan (Dunia Fantasi) seluas kurang/lebih 35 hektare, dan Taman Impian Jaya Ancol kurang/lebih seluas 120 hektare.

Di dalam Kpgub tersebut, Anies mewajibkan PJA (PT Pembangunan Jaya Ancol) untuk melakukan sejumlah hal terlebih dahulu, yang salah satunya adalah melengkapi kajian teknis seperti halnya penanggulangan banjir yang terintegrasi, dampak pemanasan global, pengambilan material perluasan lahan, perencanaan infrastruktur, serta dampak terhadap lingkungan. Surat tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan harus mengacu pada UDGL (Urban Design Guidelines) serta ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Anies juga meminta PJA untuk menyediakan sarana, prasarana, dan segala jaringan utilitas dasar yang dibutuhkan, termasuk angkutan umum yang massal, infrastruktur pengendali banjir, ruang terbuka biru dan hijau, serta sarana pengelolaan limbah cair dan padat. Di bagian akhir, Kepbug menyatakan bahwa izin pelaksanaan perluasan kawasan tersebut berlaku tiga tahun.

β–Έ “Apabila sampai dengan jangka waktu tersebut pelaksanaan perluasan kawasan belum dapat diselesaikan, izin akan ditinjau kembali,” tulis Kepgub. “Hasil pelaksanaan perluasan kawasan … harus disertifikatkan HPL (Hak Pengelolaan Lahan) atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan menjadi beban biaya PT Pembangunan Jaya Ancol.”

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan bahwa perluasan kawasan Ancol dan Dunia Fantasi di Jakarta Utara adalah diperuntukkan untuk kawasan rekreasi masyarakat. Hal ini dipaparkan oleh Saefullah saat konferensi pers terkait reklamasi perluasan Ancol, di Balai Kota yang disiarkan dari akun Youtube Pemerintah Provinsi DKI.

β–Έ “Hari ini Pemprov DKI secara resmi menyampaikan keterangan bahwa perluasan daratan Ancol adalah untuk kawasan rekreasi masyarakat. Jadi kita mengutamakan kepentingan publik,” kata Saefullah, hari Jumat (03.07.2020).

Ia menjelaskan bahwa salah satu bangunan yang akan berdiri di lahan seluas 120 hektare tersebut adalah mesum sejarah Nabi Muhammad αΉ£allallahu ΚΏalayhi wasallam, serta bangunan yang diperuntukkan untuk edukasi tentang sejarah Islam. Ia kemudian menceritakan tentang acara peletakan batu pertama museum yang telah dilaksanakan oleh Anies Baswedan pada bulan Februari lalu.

β–Έ “Hari ini Pemprov DKI secara resmi menyampaikan keterangan bahwa perluasan daratan Ancol adalah untuk kawasan rekreasi masyarakat. Jadi kita mengutamakan kepentingan publik,” kata Saefullah. β€œPemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memanfaatkan tanah hasil perluasan secara transparan dan mengutamakan kepentingan publik. Di antaranya pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan museum internasional, sejarah Rasulullah dan peradaban Islam di kawasan Ancol tersebut.”

Saefullah kemudian menjelaskan bahwa ground breaking museum tersebut telah dimulai sejak bulan Februari. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kawasan perluasan ini dihasilkan dari pengerukan 13 sungai dan lima waduk Jakarta untuk penanggulangan banjir, yang kemudian tanah pengerukan tersebut ditumpuk di kawasan Ancol Timur dan Ancol Barat, yang keduanya dikelola langsung oleh Taman Impian Jaya Ancol.

β–Έ β€œJadi turut membantu wilayah warga agar tidak kembali banjir pada saat musim hujan. Ini juga bermanfaat dalam pengembangan MRT (mass rapid transit) yang akan sampai ke Ancol,” tutup Saefullah.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

One response to “museum sejarah Rasulullah dan peradaban Islam di ancol dan dufan

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s