umat Islam diimbau kembali salat di masjid

Di tengah berbagai rencana masuk dan keluar new normal, DMI (Dewan Masjid Indonesia) mengimbau umat Islam untuk kembali membiasakan diri beribadah di masjid, walaupun tentunya sambil menerapkan protokol kesehatan di waktu yang sama.

▸ “Intensifkan edukasi masyarakat sehingga akan terbiasa. Kalau menahan diri di rumah, nanti kebablasan, masyarakat tidak akan memiliki kreativitas,” kata Sekretaris Jenderal PP (Pimpinan Pusat) DMI, Imam Addaruquthni, hari Rabu (01.07.2020).

Menurutnya, DMI sudah merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dua gelombang untuk menghindari keramaian jemaah dalam masa new normal. DMI mengusulkan jemaah salat Jumat dibagi menjadi dua, berdasarkan ganjil dan genapnya nomor ponsel mereka. Sedangkan terkait penyelenggaraan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban, DMI belum akan memberikan imbauan ke masjid-masjid; karena menurutnya, himbauan dari Kemenag (Kementerian Agama) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah cukup lengkap untuk diterapkan oleh semua masjid di seluruh Indonesia.

▸ “Saya rasa cukup memadai yang disampaikan Kemenag. Dalam pekan depan, MUI juga akan keluarkan panduan,” kata Imam.

Sebelumnya, Kemenag telah menerbitkan surat edaran yang membahas tentang penyelenggaraan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban di tahun 1441 Hijriah, menuju masyarakat yang produktif dan aman dari COVID-19. Di dalam surat edaran tersebut, Kemenag menekankan penyelenggaraan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban harus didasari pula oleh protokol kesehatan.

▸ “Shalat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman COVID-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas (COVID-19) daerah,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi, dalam surat edaran yang diterbitkan hari Selasa (30.06.2020).

Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Haji Muhyiddin Junaedi, mengatakan bahwa MUI mendukung protokol salat Iduladha yang dirilis oleh Kemenag, karena menurutnya protokol tersebut sejalan dengan fatwa MUI. Namun ia menambahkan suatu saran, yaitu agar para pengurus masjid membuat aturan keamanan selama proses ibadah.

▸ “Karena di Fatwa MUI Nomor 14 menegaskan, umat yang berada di wilayah yang dapat dikendalikan atau zona aman diperbolehkan melaksanakan ibadah secara normal, tentu dengan tetap menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan,” katanya. “Untuk salat Idulfitri dan Iduladha, sunahnya itu dilakukan di lapangan terbuka. Maka, buatlah aturan keamanannya, seperti pengaturan jarak antar jemaah, wajib menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, hingga sanitasi.”

Muhyiddin juga mengingatkan masyarakat yang hendak salat Id di wilayah zona hijau, atau zona aman, untuk tidak bertindak ceroboh, dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diberlakukan oleh pemerintah dan ormas-ormas Islam Indonesia.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

s u m b e r   r e f e r e n s i

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s