ikhtisar dari juz kedelapan al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim.

Lebih dari seminggu yang lalu, tepatnya di tanggal satu Juli, farras mulai menulis sesi-sesi yang kini kita sebut dengan 30 juz menjelang Iduladha, di mana farras berupaya untuk mencatat berbagai pelajaran dan hal-hal positif yang dapat farras ambil dari wahyu-wahyu Allah, al-Qur’annul karim.

Ngomong-ngomong, nama saya farras —kenalan dulu kalau belum kenal! 😅 farras juga mau minta maaf karena hari kemarin tidak memposting berita dan juga tidak sempat menulis ikhtisar dair juz kedelapan al-Quran, dikarenakan jadwal yang terlampau padat. Tapi insya-Allah farras akan mulai mengisi kolom berita lagi siang ini.

Anyways … dikarenakan kemarin farras belum memposting ikhtisar dari juz kedelapan, maka hari ini insya-Allah farras akan memposting ikhtisar dari kedua juz, yaitu juz kedelapan dan juz kesembilan. Kita akan memulai pagi ini dengan juz kedelapan, dan insya-Allah juz kesembilan akan farras posting sore hari nanti. Juz kedelapan dari al-Quran terdiri dari surah al-An’am ayat ke-111, hingga surah al-A’raf ayat ke-87.

bagian akhir dari surah al-An’am.

Di bagian akhir dari surah al-An’am, setelah kita berdiskusi tentang wahyu-wahyu Allah, khususnya mengenai hubungan antara kitab al-Quran dengan kitab-kitab sebelumnya, tema pembahasan kemudian beralih kembali ke dalam tema syirik dan bagaimana hukumnya bagi orang-orang yang menolak Keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedangkan untuk orang-orang yang beriman, Allah memerintahkan kita untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang binal dan keras kepala. Walaupun sebagian dari orang-orang yang keras kepala terlihat berhasil di bidang duniawinya masing-masing, yang mungkin sebagian besar dikarenakan sifat keras kepala mereka, Allah memastikan bahwa moral buruk mereka akan mengundang hukuman dari Allah di hari pengadilan nanti di akhirat.

Allah telah mengirimkan banyak utusan untuk membawakan kebenaran dan keadilan, dan bahkan sejarah telah setuju akan adanya 25 Nabi dan Rasul seperti yang kita kenal melalui al-Quran —banyak bukti ilmiah yang membuktikan adanya mereka melalui mukjizat-mukjizat mereka yang masih menyisakan jejak. Maka dari itu, Allah berjanji untuk tidak menghancurkan suatu kaum tanpa terlebih dahulu memberi mereka kesempatan untuk beriman.

Di sepanjang al-Quran dan juga khususnya di bagian ini, Allah telah banyak memberikan peringatan yang ditujukan khusus pada orang-orang yang musyrik, yaitu orang-orang yang membuat atau mengerjakan tradisi dan ritual yang tidak berdasar pada al-Quran dan as-Sunnah. Sedangkan bagi orang-orang yang beriman, Allah memerintahkan kita untuk berpegangan pada jalan yang lurus, pedoman kita yaitu al-Quran dan as-Sunnah.

Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.

— Quran surah al-An’am, ayat 140.

surah al-A’raf.

Memasuki surah al-A’raf atau “Tempat di Ketinggian” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Allah mengingatkan kita tentang perjuangan para nabi sebelum Nabi Muhammad ṣallallahu ʿalayhi wasallam yang menghadapi banyak kesulitan, sama sebagaimana yang waktu itu sedang dihadapi oleh Nabi Muhammad dan para sahabat.

Oh ya, surah al-A’raf ini terdiri dari 206 ayat, dan walaupun menurut susunan al-Quran surah ini surah ketujuh, sebenarnya surah al-A’raf itu turun sebelum ayat-ayat yang ada di surah al-An’am! Surah al-A’raf juga digolongkan ke dalam surah assab ‘uththiwaal, yang artinya tujuh surah yang panjang. Nah, nama al-A’raf itu sendiri diambil dari tema ayat ke-46, yaitu kisah mengenai orang-orang yang berada di tempat yang paling tinggi, yaitu di batas antara surga dan neraka.

Di bagian awal dari surah al-A’raf ini, Allah mulai menceritakan kisah-kisah agung mengenai Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Lut, dan Nabi Syuaib (ʿalayhissalam). Mereka adalah para nabi yang awalnya ditolak oleh banyak orang, hingga Allah mengizinkan hidayah masuk ke dalam hati mereka pada akhirnya, sehingga kebenaran dari Allah dapat diterima dan tersebar luas. Maka dari itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad dan para sahabat untuk belajar dari pengalaman mereka.

salah satu ayat utama dari juz ketujuh al-Quran.

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

— Quran surah al-A’raf, ayat 27.

Sekian untuk hari ini, insya-Allah kita akan membahas juz kesembilan besok pagi. Sadaqallahul ‘adzim, wassalam~ sampai jumpa lagi besok!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s