ikhtisar dari juz ke-10 al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim..,..

Di sesi kesepuluh dari 30 juz menjelang Iduladha ini, alhamdulillah farras masih diberikan kesempatan untuk menyampaikan sedikitnya dakwah, membagikan ilmu dan mengajak sobat-sobat untuk membaca al-Quran. Insya-Allah, hari ini kita akan membahas mengenai juz kesepuluh yang terdiri dari surah al-Anfal ayat ke-41, hingga surah at-Taubah ayat ke-92. Ayat-ayat di bagian pertama dari juz ini yaitu surah al-Anfal, banyak diturunkan setelah peristiwa Perang Badar terjadi; sedangkan bagian kedua dari juz ini yaitu surah at-Taubah, banyak diturunkan ketika Nabi Muhammad dan pengikutnya mengunjungi sebuah wilayah bernama Tabuk.

bagian akhir dari surah al-Anfal.

Melanjutkan akhir dari juz sebelumnya di suarh al-Anfal, Allah mengingatkan kembali umat Muslim untuk menegakkan iman mereka; bahwa selain bersukacita akan kemenangan Islam di Perang Badar, mereka harus tetap belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Allah memerintahkan kita untuk tidak terombang-ambing oleh rasa takut atau ketidaktahuan, terlebih lagi menyerah sebelum pertempuran bahkan dimulai.

Dalam konteks Perang Badar, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan umat Muslim untuk berdiri tegak dalam membela diri di medan perang, namun juga selalu siap berdamai apabila pihak lawan condong ke arah perdamaian. Allah mengajarkan kita sebagai umat Muslim, agar selalu menghormati dan menghargai kesepakatan antara belahan pihak, sejauh pihak lain tidak mengingkari janji-janji dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Di bagian akhir, Allah berpesan pada kita sebagai umat Muslim agar dapat bersatu sebagai sebuah komunitas, dan tidak bercerai-berai. Apabila ada golongan lain yang ingin menginjak-injak iman dan agama kita, adalah hak kita untuk membela diri dan saling bahu-membahu melawan golongan tersebut.

surah at-Taubah.

Surah at-Taubah, atau “Pengampunan” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, adalah surah kesembilan menurut susunan al-Quran. Surah ini terdiri dari 129 ayat yang sebagian besarnya diturunkan di Madinah. Surah ini dinamakan at-Taubah karena banyaknya kata at-Taubah berulang kali disebut; layaknya begitu karena pengampunan adalah topik utama bahasan dari surah ini.

Sebagian kalangan Muslim juga mengenal surah ini dengan sebutan al-Bara’ah, atau “Berlepas Diri” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Spesialnya lagi, surah ini merupakan satu-satunya surah di seluruh al-Quran yang tidak diawali dengan bacaan basmalah. Wallahu alam.

Banyak tokoh dan ulama menjelaskan tentang tidak adanya perintah dari Rasulullah untuk memasukkan bacaan basmalah di awal surah ini; begitu juga karena basmalah merupakan lambang dari perdamaian, cinta, dan kasih dari Allah; sedangkan banyak ayat di surah at-Taubah yang merupakan ultimatum Allah kepada orang-orang musyrik.

Walaupun surah at-Taubah diturunkan kepada Nabi Muhammad ṣallallahu ʿalayhi wasallam beberapa tahun setelah surah al-Anfal diturunkan, at-Taubah masih mengusung topik yang serupa, yaitu berbagai hal yang dapat kita ambil pelajarannya dari sebuah konflik dan peperangan. Surah ini diturunkan ketika Nabi Muhammad dan tentara Allah melakukan ekspedisi ke Tabuk di tahun kesembilan setelah mereka hijrah ke Madinah.

perang tabuk.

Pada waktu itu, agama Islam telah mapan dan menjadi hukum dasar dari berbagai wilayah di berbagai belahan Arab Saudi, Islam bahkan telah dianggap sebagai suatu negara dan kesatuan oleh berbagai tokoh dan pemerintahan. Walaupun begitu, latar belakang dari ekspedisi ke Tabuk adalah gagalnya tentara Islam dalam mengalahkan pasukan Bizantium —Kekaisaran Romawi Timur— melalui pertempuran yang dikenal dengan sebutan Perang Mu’tah.

Dikarenakan hasil dari Perang Mu’tah, banyak yang menganggap kegagalan tersebut sebagai tanda-tanda melemahnya tenaga militer Islam, dan bahkan berhasil memancing beberapa kabilah Arab untuk menyerang masyarakat Muslim di kota Madinah. Pada musim panas di tahun berikutnya, nabi Allah mendengar kabar bahwa Bizantium dan sebuah suku Kristen dari Arab Selatan telah bersekutu dan menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi bagian perbatasan dari wilayah umat Muslim dengan kekuatan sekitar 40.000 hingga 100.000 tentara.

Sang Kaisar dari Romawi Timur bernama Heraclius menyatakan bahwa kekuasaan kaum Muslimin di daerah Asia Barat Daya, yaitu persimpangan antara Afrika dan Asia, telah berkembang terlalu pesat, dan wilayah Jazirah Arab tersebut harus segera ditaklukkan sebelum orang-orang Muslim menjadi terlalu kuat dan menimbulkan ‘masalah’ bagi mereka.

Maka dari itu, untuk melindungi umat Muslim yang tinggal di wilayah-wilayah perbatasan tersebut, dan untuk mempertahankan pemerintahan Islam, Rasulullah berhasil mengumpulkan pasukan sebanyak tiga puluh ribu personil. Namun sayangnya, mereka tidak memiliki perlengkapan perang yang cukup, dan sama halnya dengan bekal makanan dan kendaraan — terlampau sedikit apabila dibandingkan dengan standar perlengkapan seluruh pasukan yang dibutuhkan.

Setiap delapan belas orang hanya mendapatkan jatah satu ekor unta yang mereka kendarai secara bergantian. Terlalu sering pula umat Muslim memakan dedaunan untuk mengisi perut mereka, sehingga bibir mereka rusak. Dan pada akhirnya, umat Muslim terpaksa menyembelih unta-unta mereka agar dapat meminum air yang terdapat di dalam kantong air unta-unta tersebut. Oleh karena itu, tentara Islam di masa itu dikenal sebagai jaisyul usrrah atau “pasukan yang berada dalam kesulitan” apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Setelah sampai di medan perang, yaitu wilayah Tabuk, nabi Allah dan pasukannya tidak menemukan tentara Bizantium ataupun sekutunya. Menurut banyak sumber, sejarah menceritakan bahwa tentara Romawi menarik diri ke utara setelah mendengar kedatangan Rasulullah dan tentara Allah. Namun masih dalam situasi siap siaga, nabi Allah dan pasukannya diam di Tabuk selama 10 hari.

Waktu luang itu kemudian dimanfaatkan Rasulullah untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk untuk menyebarkan ajaran Islam. Sebagai hasilnya, banyak kabilah Arab yang kemudian bergabung menjadi bagian dari pemerintahan Islam. Tidak lagi berada di bawah kepemimpinan Kekaisaran Bizantium, mereka pun membayar pajak kepada Rasulullah sehingga ia dan tentara Allah dapat membawa bekal dan kendaraan yang cukup untuk pulang ke Madinah.

Namun, saat hendak keluar dari Tabuk, rombongan Rasulullah didatangi oleh para pendeta Kristen di sebuah lembah bernama Sinai. Menghargai maksud kedatangan mereka yang damai dan tidak memancing peperangan, Rasulullah pun meluangkan waktu untuk berdiskusi, sehingga membuahkan perjanjian yang berisi perdamaian antara masyarakat Islam dan masyarakat Kristen di daerah tersebut.

Setelah 30 hari meninggalkan kota Madinah, nabi Allah dan pasukannya akhirnya datang kembali ke rumah. Pasukan Islam maupun Kekaisaran Bizantium tidak menderita korban sama sekali dari peristiwa ini, karena pertempuran tidak Allah hendaki untuk terjadi.

lebih lanjut mengenai surah at-Taubah dan perang tabuk.

Tema-tema yang Allah SWT angkat di bagian pertama dari surah at-Taubah adalah hukum peperangan dan pentingnya memegang sebuah janji. Seorang Muslim harus bernegosiasi dengan itikad yang baik dan menghormati isi dari perjanjian tersebut. Namun, apabila pihak lain melanggar perjanjian terlebih dahulu, maka tidak ada kewajiban bagi kita untuk terus menghormati isi dari perjanjian tersebut.

Kemudian, Allah juga memberikan peringatan terhadap sebagian orang Islam yang pada waktu itu bersikap munafik … berpura-pura sakit dan sebagainya, agar dapat tidak berpartisipasi di Perang Tabuk bersama Rasulullah (SAW).

Patut dicatat pula bahwa isi dari surah at-Taubah sering kali disalah mengerti sebagai advokasi untuk umat Muslim untuk memerangi siapa saja yang bukan beragama Islam —yang kemudian disalahartikan dan membuat umat Muslim sering kali dicap sebagai teroris, khususnya di negara-negara Barat. Padahal, untuk menafsirkan ayat-ayat al-Quran, khususnya surah at-Taubah ini, mempelajari konteks di belakangnya merupakan sebuah langkah yang tidak boleh dilewati. Seperti halnya ayat yang satu ini: …

Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

— Quran surah at-Taubah, ayat kelima.

Konteks dari ayat tersebut adalah waktu di mana orang-orang musyrik melanggar perjanjian mereka dan menyerang masyarakat Muslim yang tidak bersalah. Maka dari itu, umat Islam berhak untuk membela saudara dan saudarinya yang telah ditindas, dan menegakkan kembali perjanjian, hak dan kewajiban atas setiap golongan di antara satu sama lain. Sesungguhnya Allah mengajarkan kita untuk berdamai daripada berperang, seperti halnya pembelajaran yang sudah kita ambil dari juz-juz sebelum ini.

salah satu ayat utama dari juz ke-10 al-Quran.

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

— Quran surah at-Taubah, ayat 24.

Alhamdulillah, sadaqallahul ‘adzim.

Sebelum sign out, cuman mau pesan-pesan saja buat Sobat untuk tetap menjaga keamanan … hati-hati kalau keluar, pakai masker, dan seterusnya. Virus corona itu seram, tapi insya-Allah kita tidak boleh kalah. Jangan lupa bahwa, walaupun kita harus pasrah sepenuhnya kepada Tuhan seluruh alam, Allah juga memerintahkan kita untuk berikhtiar semaksimal mungkin. Beribadah kepada Allah juga menaikkan imunitas tubuh kita loh!

Jangan lupa juga, insya-Allah situs kecil kita ini akan terus membahas satu juz al-Quran setiap harinya sampai Hari Raya Idulfitri datang. Besok gilirannya juz ke-11 untuk dibahas. Jangan sampai kelewatan! Sampai ketemu besok lagi, wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s