berpikir itu haram! 😲

Bolehkah seorang Muslim berpikir? Apakah Allah mengizinkan kita untuk berpikir? Apakah hukum dalam Islam melarang kita untuk berpikir? Well, henlo, Sobat-sobat semuanya, selamat datang di the Islamweb.site. Hari ini di program tanya jawab Islami, kita akan membahas tentang berpikir menurut Islam.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu farras sedang scrolling di forum-forum online, klik sana dan klik sini, kunjung-kunjung halaman website yang diposting oleh sembarang orang, hingga pada akhirnya farras tersandung pada sebuah artikel yang ditulis oleh seorang ateis, yang menyatakan bahwa agama Islam itu melarang umatnya untuk berpikir. 🀯?!

Farras tentunya bingung; karena semestinya Islam tidak melarang umatnya untuk berpikir, karena hal itu tidak masuk akal, dan apabila itu benar adanya maka kita semua akan berdosa hampir setiap saat. Namun yang membuat farras tertarik pada pernyataan radikal tersebut, hingga membawa topik pembahasan ke situs kita, adalah karena ternyata masih banyak individu yang masih merasa bingung akan hukum dalam hal ini menurut Islam, dan bahkan sebagian pembaca merasa yakin akan benarnya pernyataan tersebut.

Maka dari itu, farras sodorkan persoalan ini kepada Ustaz Firman agar beliau dapat memberikan pencerahannya atas masalah tersebut. Mari kita bahas bersama-sama!

Bismillahirrahmanirrahim..,..

Dalam al-Islam, berpikir merupakan salah satu perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak ayat di dalam al-Quran yang memerintahkan manusia untuk berpikir dan menggunakan akal sehatnya. Di dalam kitab-Nya, Allah menggunakan kata tatafakkarun atau tabadbarun, yaitu dua kata yang memiliki makna berpikir atau memahami; serta menggunakan kata ta’qilun yang memiliki arti “menggunakan akal”.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.

β€” Quran surah al-Baqarah, ayat ke-219.

Ayat di atas merupakan salah satu ayat di mana Allah SWT memerintahkan seluruh umat manusia untuk menggunakan pikirannya. Atau di ayat lainnya, Allah memerintahkan kita untuk menggunakan akal dan pikiran kita dengan optimal dan benar, sehingga kita dapat memahami dan mengeksplorasi tanda-tanda kekuasaan-Nya di muka bumi.

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapatΒ  tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

β€” Quran surah Ali Imran, ayat 190-191.

Allah Yang Maha Bijaksana telah memberikan koridor, allowance, atau rambu-rambu bagi manusia atas sejauh mana kita dapat menggunakan akal pikiran dengan benar, karena ada hal-hal yang mana pikiran manusia tidak mampu menjangkaunya, seperti hal-hal gaib dan hakikat hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Maka dari itu, di dalam al-Islam, umat Muslim dilarang untuk melampaui batas, karena hal itu bertentangan dengan hukum Allah dan rasul-Nya.

Salah satu contoh dari tindakan yang melampaui batas adalah ketika Iblis diperintahkan untuk bersujud di hadapan Nabi Adam (ΚΏalayhissalam), ia malah mendahulukan akalnya daripada menjalankan perintah Allah terlebih dahulu.

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis, “Saya lebih baik daripada-nya. Engkau ciptakan saya dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

β€” Quran surah al-A’raf, ayat 12.

Di hari pembangkangannya, Iblis lebih mengedepankan akal pikirannya daripada melaksanakan perintah Allah, dan karena kesombongan dan keangkuhannya, ia merasa jenis material atas terciptanya ia yaitu api, lebih baik daripada Nabi Adam yang diciptakan dari tanah.

Rasulullah (SAW) telah memberikan contoh praktis dalam kehidupannya sehari-hari, mengenai bagaimana seharusnya akal pikiran digunakan dengan baik dan sesuai dengan fungsinya. Pada suatu hari, ada seorang sahabat yang bertanya mengenai tata cara dalam menanam pohon kurma, sehingga Rasulullah menjelaskan begini dan begitu, dan sang sahabat pun menjalankan seperti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Namun, ketika petunjuk nabi Allah tidak memberikan panen kurma yang baik, sang sahabat pun kembali kepada nabi Allah dan menyampaikan apa yang terjadi; kemudian Rasulullah pun menjawab, “Sesungguhnya kalian lebih tahu urusan dunia kalian.”

Dengan kisah yang dipetik dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim tersebut, dapat disimpulkan bahwa panduan al-Islam dalam berpikir, baik dalam urusan keduniaan atau pun urusan beragama, akal pikiran harus digunakan dengan benar dan proporsional; fungsi pikiran adalah untuk mengenal rambu-rambu seperti yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya, serta mengingatkan kita mengenai batas-batas tersebut. Terutama dalam masalah akidah, hendaklah iman dan hati dikedepankan daripada akal, pikiran, dan perasaan.

Semoga pembahasan kali ini dapat memberikan sedikitnya hidayah bagi pembaca semua, dan setidaknya menyinggung mitos mengenai Islam yang tidak memperbolehkan umatnya untuk berpikir, itu tidak benar sama sekali.

Terima kasih banyak kepada Ustaz Firman atas kejelasan yang disampaikannya di sesi kali ini, semoga Allah membalas kebaikannya berlipat ganda. Sedangkan menurut farras pribadi, Islam merupakan agama yang memberikan ruang lingkup untuk beradaptasi dengan gaya hidup masing-masing kita, dan hanya sebagian hukum yang sifatnya adalah prinsip, yaitu perintah-perintah dari Allah yang mana di sanalah kita tidak diperbolehkan untuk tawar-menawar. Maka dari itu, Allah juga memerintahkan kita untuk giat mencari ilmu, sehingga kita mengetahui batas-batas tersebut.

Subhanallah, walhamdulillah, wallahu a’lam bisshawab.

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
u s t a z :Β  Β F i r m a nΒ  Β |Β  Β e d i t o r :Β  Β f a r r a s

2 responses to “berpikir itu haram! 😲

  1. Bismillah.
    Begitulah seseorang yang ateis , Dia berkata seenak mulutnya saja, ketika hawa nafsunya memerintah maka seorang ateis sangat setia dan bersegera untuk melaksanakannya.
    Dia tidak perduli dengan orang lain dan dia tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya, bahkan tidak perfili dengan dirinya sendiri.
    Dia hanya perduli terhadap hawan s0fsunya saja.
    Persis Binatang, Bahkan lebih dari Binatang.
    Dia katakan bahwa “Islam mengharamkan untuk berpikir”.
    Menurut saya, kenapa dia berkata demikian, adalah karena dia kecewa terhadap dirinya sendiri yang tidak bisa berhenti berpikir sehingga dia sendiri terjebak dan tenggelam dalam pemikiran dia sendiri yang sangat terbatas.
    Karena dia tidak mau dan atau tidak menerima adanya tuhan, maka dia tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak terbatas yang tidak akan pernah bisa dijangkau oleh pemikirannya yang terbatas itu.
    Maka bagi kita sudah jelas bahwa perintah ALLOH Untuk menggunakan akal sehat dan berpikiran yang sehat, dan melaksanakannya adalah ibadah.
    Biarlah sang AKU yang membimbing dan mengendalikan Hati dan pikirannya atas ijin ALLOH SWT. Wallohu’alam bishowabb./ss

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s