ikhtisar dari juz ke-12 al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim~

Menginjak tanggal ke-12 di bulan Juli ini, kita akan juga mengulas juz ke-12 al-Quran. Juz ini terdiri dari surah Hud ayat keenam, hingga surah Yusuf ayat ke-52. Dua surah tersebut diturunkan di kota Mekah sebelum umat Islam hijrah ke Madinah, dan nama keduanya diambil dari nama dua nabi Islam yaitu Nabi Hud dan Nabi Yusuf (ʿalayhissalam).

kisah para nabi Allah di dalam surah Hud.

Melanjutkan akhir dari juz sebelumnya yang terpotong di ayat kelima, Allah memperingatkan lagi orang-orang yang tidak beriman akan azab-Nya, api neraka yang menunggu mereka di hari pembalasan. Dan bagi mereka yang terlampau bingung mengenai keimanan mereka, Allah pun menjelaskan sifat dan ciri-ciri orang yang tidak beriman.

Berlanjut terus ke ayat ke-25, Nabi Nuh merupakan nabi pertama yang diceritakan kisahnya di surah ini. Suri teladan dapat diambil dari perjuangannya dalam membujuk umatnya agar beriman kepada Allah, namun pembelajaran juga dapat kita ambil dari pengalaman umatnya yang membangkang ajakan Nabi Nuh. Di dalam kisah tersebut, diceritakan bagaimana Allah menurunkan azab-Nya berupa banjir besar yang menenggelamkan orang-orang yang tidak beriman, termasuk salah satu anak Nabi Nuh itu sendiri.

Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”

Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.

— Quran surah Hud, ayat 42-43.

Setelah Nabi Nuh (AS), kisah Nabi Hud pun dimulai di ayat ke-50. Beliau bertanggung jawab atas kaum ‘Ad, yaitu suku Arab yang dikenal dengan bangunan-bangunan mereka yang tinggi —yang menurut sejarah, bangunan khas mereka telah musnah di sekitar abad ketiga atau keenam Hijriah. Nabi Hud waktu itu berhasil mengajak sebagian dari umatnya untuk beriman. Sehingga Allah pun binasakan mereka yang mengabaikan ajakan Nabi Hud untuk beriman, dengan angin-angin yang menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya.

Di ayat ke-61, kita memasuki kisah baru yang menceritakan kaum Tsamud beserta nabi mereka yang bernama Saleh. Beliau adalah seorang rasul yang dikaruniai mukjizat berupa unta betina yang ia dapat keluarkan dari sebuah batu biasa. Kemudian Nabi Saleh memerintahkan kaumnya untuk membiarkan unta itu sendiri, dan mengancam mereka yang melanggar perintahnya dengan hukuman dari Allah. Namun kemudian orang-orang yang tidak beriman malah menyembelih unta tersebut, dan maka dari itu, azab Allah pun datang atas mereka.

Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

— Quran surah Hud, ayat 67.

Di ayat ke-69, kita memasuki kisah baru yang menceritakan tentang Sodom dan Gomora, yaitu dua kota besar yang dibinasakan oleh murka Allah dikarenakan para penduduknya berani melakukan dosa-dosa besar, bahkan secara terang-terangan. Dosa tersebut antara lain adalah hubungan seksual antar sesama lelaki. Padahal, Allah telah turunkan Nabi Ibrahim yang mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan dosa tersebut, namun mereka tetap mengelak.

Di kemudian waktu, keponakan Nabi Ibrahim bernama Lut pun diangkat menjadi seorang Nabi. Dan selama dua generasi, Nabi Ibrahim dan Nabi Lut senantiasa mengajak masyarakat Sodom dan Gomora untuk beriman kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hingga tiba waktunya —keluarga Ibrahim memohon belas kasihan atas masyarakat Sodom dan Gomora, namun Allah menolak permintaan mereka— Allah menyatakan bahwa azab-Nya sudah tidak dapat dihindari.

Sebagai ikhtiar terakhir, Nabi Lut bahkan menawarkan anak perempuannya sendiri kepada masyarakat laki-laki Sodom dan Gamora, namun mereka tetap tidak tertarik dan malah meminta seorang pria. Maka dari itu, di malam sebelum azab datang, seorang malaikat turun ke Bumi untuk melindungi Nabi Lut dan anak-anak perempuannya, tepat sebelum ketika kota tersebut dilanda azab Allah berupa hujan batu yang membinasakan mereka.

Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.

— Quran surah Hud, ayat 82-83.

Selanjutnya, ayat-ayat Allah menceritakan interaksi antara Nabi Syuaib dan orang-orang Madyan. Berikut adalah contoh lainnya dari Allah mengenai sebuah umat yang mengabaikan peringatan nabinya. Bahkan, Nabi Syuaib sempat menceritakan umatnya mengenai nasib orang-orang yang Allah azab sebelum mereka, seperti halnya umat Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, dan umat Nabi Lut. Namun tetap saja, kebanyakan orang waktu itu tetap tidak mau beriman kepada Allah.

Sekali lagi Allah memberikan kita pelajaran mengenai azab-Nya atas orang-orang yang mengabaikan ajakan untuk beriman, begitu pula janji Allah untuk menjauhkan kengerian akan azab-Nya dari orang-orang yang beriman. Setelah kisah mengenai Nabi Syuaib dan umatnya berakhir, surah Hud berlanjut dengan ayat-ayat yang membahas mengenai keimanan dan tema-tema yang terkait dengan itu, ditambah dengan beberapa referensi terhadap Nabi Musa.

surah Yusuf.

Surah ini merupakan surah ke-12 menurut susunan al-Quran, terdiri dari 111 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah Makkiyah karena banyak ayat-ayatnya diturunkan di kota Mekah. Surah ini dinamakan surah Yusuf karena kebanyakan isinya merupakan riwayat Nabi Yusuf.

Tentunya, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menceritakan kisah Nabi Yusuf hanya sekedar memberitahu umat manusia tentang kisahnya, namun seperti biasa, Allah menggunakan kisah-kisah nabi terdahulu dalam rangka menyebarkan ajaran-ajaran Islam. Bagi kita, banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisahnya; sedangkan bagi Nabi Muhammad (sallallahu ʿalayhi wasallam), kisah Nabi Yusuf berperan sebagai penghibur di tengah-tengah kesulitan dalam menjalankan tugasnya menyebarkan Islam.

Menurut riwayat al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail, banyak golongan dari orang-orang Yahudi yang masuk Islam setelah mereka mendengar cerita tentang Nabi Yusuf. Telah diriwayatkan juga oleh Imam Ja’far al-Sadiq, yaitu cicit dari Nabi Muhammad (SAW), bahwa siapa saja yang setiap hari atau setiap malam membaca surah Yusuf, maka ia akan dibangkitkan pada hari pengadilan dengan kecantikan yang menyerupai ketampanan nabi Yusuf (AS); ia akan dijauhi dari rasa takut akan hari kiamat, dan akan menjadi golongan yang istimewa di antara orang-orang yang beriman.

Di masa Nabi Muhammad (SAW), dilaporkan bahwa ia kerap kali mendorong umat Muslim untuk mengajarkan surah Yusuf kepada golongan masyarakat yang waktu itu masih diperbudak oleh orang kafir. Ia bersabda, bahwa setiap kali seorang Muslim membaca surah Yusuf dan mengajarkannya kepada keluarga dan pekerjanya, maka Allah akan meringankan waktu-waktu kematiannya, dan melindunginya dari keirian orang lain.

Subhanallah~

ayat pilihan dari juz ke-12 al-Quran.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

— Quran surah Hud, ayat keenam.

Sadaqallahul ‘adzim~

Terima kasih sudah membaca artikel kita hari ini. Farras harus menghabiskan sekurang-kurangnya seharian untuk menulis ikhtisar seperti ini, tapi insya-Allah farras kira waktu itu akan membuahkan hasil yang setimpal walaupun setidaknya hanya satu orang yang mendapatkan hidayah dari membaca artikel ini. Sesungguhnya hanya Allah yang mampu memasukkan hidayah ke dalam hati orang lain, sedangkan ini hanya bentuk ikhtiar farras dalam memberikan kesempatan untuk itu terjadi.

Sekali lagi, terima kasih banyak sudah membaca ikhtisar al-Quran hari ini. Jangan lupa untuk terus berzikir dan mengingat Allah. Sampai ketemu lagi di postingan kita selanjutnya, wassalam~ 👋🏽

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s