ikhtisar dari juz ke-14 al-Quran

Semoga kedamaian, rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala menyertai Sobat-sobat semuanya 🀲🏽 amiin! Alhamdulillah, kita sudah menginjak tanggal ke-14 di bulan Juli, yang artinya hari ini kita akan membahas juz ke-14 dari kitab al-Quran. Bahan pembelajaran kita hari ini mencakup dua surah, yaitu surah al-Hijr dan an-Nahl.

Surah al-Hijr dan surah an-Nahl diturunkan menjelang akhir dari masa-masa di Mekah, yaitu sebelum Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) dan para sahabat hijrah ke Madinah. Waktu itu, banyak kekecewaan yang menyelubungi umat Islam yang masih sedikit, karena setelah Nabi Muhammad mengkhotbahkan pesan-pesan dari Allah SWT selama beberapa tahun terakhir, kebanyakan orang-orang di Mekah pada waktu itu tetap keras kepala dan tidak menerima kebenaran Islam. Sebaliknya, umat Islam malah menjadi target penindasan oleh orang-orang kafir, yaitu para petinggi di Mekah pada waktu itu.

surah al-Hijr.

Surah ini merupakan surah ke-15 menurut penyusunan al-Quran, terdiri dari 99 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makiyyah. Hijr itu sendiri merupakan nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud, yaitu keturunan bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania hingga ke sebelah utara Damaskus, mereka adalah orang-orang yang suka membangun bangunan di atas bukit-bukit cadas. Waktu itu, wilayah Hijr terletak di pinggir jalan antara Madina dan Syam, atau kini lebih dikenal dengan nama Syria.

Di ayatnya yang ke-80 hingga ayat ke-84, diceritakan kaum Tsamud yang dimusnahkan oleh Allah SWT karena mereka mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dan selain mereka, terdapat juga kisah-kisah tentang kaum lainnya yang juga menolak kebenaran dari Allah dan kemudian jatuh ke dalam kebinasaan, seperti halnya kaum Nabi Luth dan kaum Nabi Syu’aib (ΚΏalayhissalam).

Salah satu subjek utama dari surah al-Hijr merupakan peringatan-peringatan Allah SWT terhadap orang-orang kafir, yang kemudian diikuti dengan sedikit ilmu tentang tauhid. Setelah membaca seluruh ayat dari surah ini, dapat disimpulkan bahwa setiap kaum yang menentang ajaran dari rasulnya akan jatuh ke dalam kehancuran. Namun selain itu, surah ini juga memiliki fungsi yang sama seperti halnya dua/tiga surah sebelumnya, yaitu sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad (SAW) dan para sahabat yang waktu itu sedang ditimpa oleh kezaliman dan aniaya dari petinggi-petinggi kota Mekah yang kafir.

+ keadilan dari Allah.

Ada segelintir ayat di dalam surah al-Hijr yang patut diutamakan, karena ayat-ayat tersebut mengacu kepada keseluruhan dari kitab al-Quran. Di sana, Allah menyinggung tentang isu-isu penting, hukum-hukum ilahi, serta bimbingan yang menyatakan bahwa al-Quran merupakan kitab yang diturunkan langsung dari Allah SWT, dan Ia sendiri yang akan mengambil tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan al-Quran.

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.

β€” Quran surah al-Hijr, ayat kesembilan.

Di dalam surah ini, Allah SWT juga menyentuh sedikit kisah tentang penciptaan Nabi Adam (AS), yang mana Allah perintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya; perintah tersebut juga diberikan kepada Iblis, namun ia menolak untuk bersujud, dan malah membangkang di hadapan Allah. Di dalam surah ini juga dapat kita pelajari tentang penciptaan langit dan bumi, bagaimana Allah membentuk alam semesta, dan keputusan Allah atas kedatangan hari kiamat.

Sebagai pembaca, kita juga diajak untuk mengagumi kebijaksanaan Allah, ketika waktu itu dua malaikat diperintahkan untuk memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim (AS), bahwa ia dan istrinya akan memiliki seorang anak. Menurut berbagai tafsir, dua malaikat yang datang kepada Nabi Ibrahim merupakan dua malaikat yang sama yang datang ke Bumi untuk membinasakan kaum Nabi Luth (AS).

Dari sana, Allah SWT menjelaskan bahwa al-Quran tidak pernah membatasi dirinya hanya sebagai teguran atau peringatan, namun juga terdapat berita-berita gembira di dalamnya, dan bahkan dapat menjadi penenang bagi mereka yang dekat dengan Allah. Lebih lanjut di surah ini, ayat ke-87 sempat menyebut surah al-Fatihah sebagai “tujuh ayat pendek yang pantas untuk dibaca berulang-ulang,” sebagai zikir kepada Allah SWT. Dan di bagian akhir dari surah ini, Allah memerintahkan kita untuk menyebarkan pesan-pesan dari-Nya kepada banyak orang, serta perintah Allah untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang musyrik.

surah an-Nahl.

Surah ini merupakan surah ke-16 dalam susunan al-Quran, terdiri dari 128 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamakan an-Nahl yang berarti Lebah, mungkin karena di dalamnya terdapat firman Allah SWT yang menjelaskan tentang kebesaran Allah dalam mengatur segala sesuatu, termasuk bagaimana lebah hidup di tengah-tengah kerajaan hewan dan biologi, dan bagaimana lebah-lebah tersebut memberi kembali kepada flora dan fauna, termasuk manfaatnya yang juga ikut dirasakan oleh manusia.

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, β€œBuatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).”

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

β€” Quran surah an-Nahl, ayat 68-69.

Allah SWT memberikan perumpamaan atas al-Quran seperit halnya madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga, dan cairan tersebut bahan dapat menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia; dan identik dengan sifat-sifat madu, al-Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi yang terdahulu sebelum Nabi Muhammad (SAW), ditambah dengan ajaran-ajaran yang berguna bagi semua bangsa hingga hari kiamat, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Setelah kita dihadapkan pada keagungan Allah SWT dalam menciptakan seluruh alam semesta di surah sebelumnya, di surah an-Nahl kita dihadapkan kepada hal-hal yang lebih kecil dan mendetail, seperti halnya keseimbangan antara makhluk-makhluk hidup di seluruh alam, dan karunia-Nya yang tidak berujung. Di sini, kita diajarkan untuk menghitung kasih sayang Allah, dan bersyukur kepada-Nya.

Tahukah Sobat? Selain an-Nahl, surah ini juga sering disebut dengan sebutan an-Ni’am, yang memiliki arti “nikmat-nikmat” karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

+ desakan dari Allah.

Sejak awal, tujuan utama dari kedua surah ini merupakan peringatan Allah SWT terhadap orang-orang kafir, dan penghibur bagi orang-orang yang beriman. Masyarakat kota Mekah dan pemerintahnya pada waktu itu telah menolak pesan-pesan yang disebarkan oleh Nabi Muhammad (SAW), dan malah mencemooh dan menganiaya umat Muslim. Padahal, pesan-pesan yang Nabi Muhammad sebarkan pada waktu itu adalah untuk melepaskan diri mereka dari sifat syirik, dan mengajarkan tentang tauhid.

Di sini Allah SWT juga mendorong orang-orang yang beriman untuk tetap tabah dalam menghadapi penindasan seperti halnya ejekan yang bertubi-tubi, dan bahkan penganiayaan yang menyangkut nyawa saudara/saudari seiman. Dan di sisi yang sama, kita malah didorong untuk saling memaafkan, bersifat ramah, dan agar tidak terlalu memperhatikan orang-orang yang bodoh, jahil, dan bebal.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

β€” Quran surah an-Nahl, ayat 125.

Pesan Allah SWT dalam hal ini adalah bahwa apabila umat Muslim mengikuti dan melaksanakan kebenaran dan pesan-pesan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad (SAW), maka kita akan selalu berakhir dengan hasil yang positif. Selain itu, Allah juga menekankan kembali bahwa setiap jiwa hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Di akhir dari bagian ini, kembali Allah berseru kepada orang-orang yang beriman untuk bersabar ketika dihadapkan pada ujian-ujian seperti halnya cemoohan dan penindasan.

Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

β€” Quran surah an-Nahl, ayat 127-128.

ayat-ayat pilihan dari juz ke-14 al-Quran.

Ψ°ΩŽΨ±Ω’Ω‡ΩΩ…Ω’ ΩŠΩŽΨ£Ω’ΩƒΩΩ„ΩΩˆΩ’Ψ§ وَيَΨͺΩŽΩ…ΩŽΨͺΩ‘ΩŽΨΉΩΩˆΩ’Ψ§ ΩˆΩŽΩŠΩΩ„Ω’Ω‡ΩΩ‡ΩΩ…Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ§ΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω ΩΩŽΨ³ΩŽΩˆΩ’ΩΩŽ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…ΩΩˆΩ’Ω†ΩŽ – Ψ±ΩΨ¨ΩŽΩ…ΩŽΨ§ ΩŠΩŽΩˆΩŽΨ―Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ ΩƒΩŽΩΩŽΨ±ΩΩˆΩ’Ψ§ Ω„ΩŽΩˆΩ’ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩΩˆΩ’Ψ§ Ω…ΩΨ³Ω’Ω„ΩΩ…ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim.

β€” Quran surah al-Hijr, ayat kedua dan ketiga.

Terima kasih sudah membaca artikel kita hari ini! Semoga ikhtisar ini dapat memberikan hidayah bagi mereka yang membutuhkan. Sadaqallahul β€˜adzim! Jangan lupa untuk terus berzikir dan mengingat Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a s

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s