negara sudan cabut syariat Islam

Masya-Allah, setelah puluhan tahun negara Sudan berada di bawah kekuasaan rezim militer yang otoriter dan silih bergantian melakukan kudeta, pemerintahan transisi di Sudan kini tengah melakukan serangkaian reformasi hukum berskala besar. Menteri Kehakiman di Sudan, Nasredeen Abdulbari, antara lain mengatakan bahwa pemerintahan transisi telah mencabut Undang-undang yang mengancam hukuman mati kepada mereka yang memutuskan untuk murtad, atau meninggalkan agama Islam.

Setelah mencabut syariat Islam dari Undang-undangnya, Negara Sudan juga kini telah mengizinkan non-Muslim untuk minum alkohol. Hukum yang telah berlaku lebih dari 30 tahun tersebut telah dicabut dan amandemen aturan baru telah disetujui.

β–Έ “Sudan mengizinkan non-Muslim mengonsumsi alkohol dengan syarat tidak mengganggu ketertiban, dan tidak dilakukan di tempat umum,” kata Menteri Kehakiman, Nasredeen Abdulbari, seperti yang dikutip oleh AFP.com dalam sebuah wawancara, hari Selasa (12.07.2020).

β–Έ “Tidak ada yang berhak menuduh orang atau kelompok kafir, ini mengancam keselamatan dan keamanan masyarakat, dan mengarah pada pembunuhan balas dendam,” kata Abdulbari, setelah menjelaskan bahwa kini warga yang murtad atau keluar dari Islam tidak akan lagi dihukum mati.

Sudan merupakan negara mayoritas Muslim, namun juga terdapat warga yang beragama Kristen. Nama agama Islam dipergunakan dengan salah ketika rezim militer mengambil kekuasaan mutlak melalui kekerasan dan cara yang tidak demokratis, sejak era Omar al-Bashir yang berkuasa pada tahun 1989. Kediktatoran tersebut kemudian berhasil digulingkan pada bulan April di tahu 2019 lalu, yang disusul dengan banyak protes massa terhadap pemerintah otoriter yang bahkan didukung oleh tenaga militer.

Kini, pemerintahan di Sudan telah membentuk sistem transisi atas kesepakatan antara kubu demonstran dan para jendral militer, setelah keduanya melakukan serangkaian reformasi. Seperti halnya larangan untuk meminum alkohol, peraturan yang telah diterapkan di Sudan sejak mantan Presiden Jaafar Nimeiri memperkenalkan hukum Islam pada tahun 1983, dengan tindakan simbolis melemparkan botol wiski ke sungai Nil di ibu kota Khartoum.

Hak asasi manusia merupakan alasan utama dibentuknya pemerintahan baru di Sudan.

©  t h e  I s l a m  W e b s i t e
e d i t o r :Β  f a r r a s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s