ikhtisar dari juz ke-15 al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim~

Alhamdulillah, hari ini kita telah melewati minggu kedua di bulan Juli, yang artinya hanya sekitar setengah bulan lagi kita akan menginjak Hari Raya Iduladha, insya-Allah! Sepatutnya, hari ini kita akan membahas juz ke-15 yang terdiri dari surah al-Isra’ dan al-Kahf hingga ayatnya yang ke-74.

Kedua surah tersebut diturunkan hanya beberapa waktu sebelum Nabi Muhammad (sallallahu สฟalayhi wasallam) hijrah dari kota Mekah. Setelah lebih dari satu dekade umat Islam di sana sebagai korban dari penindasan dan kezaliman orang-orang kafir, Nabi Muhammad dan para sahabat memutuskan untuk meninggalkan Mekah, dan membangun hidup yang baru di kota Madinah.

surah al-Isra’

Surah yang memiliki arti “Perjalanan di Malam Hari” ini merupakan surah ke-17 menurut susunan al-Quran, terdiri dari 111 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Selain dari nama al-Isra’, surah ini juga sering disebut dengan sebutan surah Bani Israil karena di ayat kedua hingga kedelapan Allah Subhanahu wa Ta’ala sempat berfirman tentang kitab Taurat yang Ia turunkan kepada Nabi Musa (สฟalayhissalam), yang kemudian dilanjutkan dengan pesan-pesan dari Nabi Musa kepada umatnya, yaitu penduduk kerajaan Firaun dan suku Israel yang dulu tinggal di wilayah Palestina.

Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), โ€œJanganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.

โ€” Quran surah al-Isra’, ayat kedua.

Tidak hanya di bagian awal, menjelang akhir dari surah al-Isra’ di ayatnya yang ke-101 hingga ayat ke-104, Allah SWT juga mengingatkan kita akan kisah Nabi Musa (AS). Ayat-ayat tersebut menjelaskan kembali tentang bagaimana hebatnya kuasa Allah dalam menenggelamkan Firaun dan tentara-tentaranya ketika mereka hendak mengusir Nabi Musa dan para pengikutnya keluar dari kerajaan Mesir, serta izin Allah kepada Bani Israil untuk menetap di Palestina meskipun Allah tahu bahwa keadaan hidup mereka akan jauh dari kedamaian.

Waktu surah ini diturunkan, Nabi Muhammad (SAW) telah menyebarkan hukum-hukum tauhid selama kurang/lebih dua belas tahun. Terlepas dari segala jenis oposisi, agama Islam telah menyebar ke setiap sudut Arab, dan hampir tidak ada golongan yang Nabi Muhammad belum ajak untuk memeluk Islam. Walaupun begitu, hasil yang diberikan masih belum sepadan dengan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam. Maka dari itu, kaum Aws dan Khazraj, yaitu dua suku yang telah memeluk Islam, dan alhamdulillah memiliki pengaruh besar di kota Madinah, memberikan jalan untuk Nabi Muhammad untuk berimigrasi ke sana dan menjadikannya sebagai pusat pendirian negara Islam.

+ al-Isra’ wal-Mi’raj.

Namun, perjuangan Nabi Muhammad (SAW) melawan penindasan orang-orang Yahudi bukanlah satu-satunya tema utama dari surah al-Isra’. Di sini, terdapat perjalanan proses hijrah seluruh umat Islam dari kota Mekah ke kota Madinah, serta perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad (SAW) dari Masjidilaksa โ€”masjid di Yerusalem, yaitu kiblat pertama umat Islamโ€” ke Sidratulmuntaha โ€”tempat yang paling tinggi di atas langit ketujuhโ€” di mana Nabi Muhammad sempat melihat malaikat Jibril dalam wujudnya yang sebenar-benarnya, dan menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Perjalanan al-Isra’ wal-Mi’raj, atau Isra dan Mikraj, terjadi sekitar tahun 620-620 Masehi. Dan menurut al-Allamah al-Manshurfuri, perjalanan Isra dan Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian Nabi Muhammad (SAW), namun ada beberapa pendapat berbeda dari beberapa Syekh dan tokoh-tokoh sejarah Islam, sehingga hingga kini tidak diketahui secara pasti kapan tanggal terjadinya perjalanan Isra dan Mikraj.

Bagi umat Islam, peristiwa Isra dan Mikraj merupakan peristiwa yang berharga, terutama karena di sanalah diturunkannya perintah bagi seluruh umat Islam untuk menunaikan salat lima waktu. Selain itu, tidak ada satu pun kaum yang terdahulu yang nabinya mendapat kemewahan ini, yaitu perjalanan sampai ke Sidratulmuntaha. Namun, perjalanan Mikraj juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasulullah (SAW) sedih, mungkin karena sejak itu beliau sudah menduga bahwa umatnya akan banyak melalaikan ibadah salat lima waktu, yang Allah SWT tetapkan bahwa hukumnya adalah wajib.

Seperti halnya kisah-kisah dan peristiwa bersejarah lainnya, ada baiknya Sobat membaca dan mencari tahu keseluruhan dari kisah tersebut, karena selain kisahnya yang selalu memberikan inspirasi dan rasa takjub ke dalam hati kita, itu selalu memuat banyak pembelajaran yang rasanya farras tidak mampu menyebutkan satu demi satu di postingan ikhtisar ini. Subhanallah, wallahu a’lam bisshawab.

+ bagian lainnya dari surah al-Isra’

Sisa dari surah al-Isra’ berisi tentang peringatan Allah SWT terhadap orang-orang kafir di Mekah, pararel dengan peringatan Allah terhadap kaum-kaum sebelumnya, seperti halnya Bani Israil. Mereka dianjurkan untuk menerima undangan untuk bertobat, untuk berhenti menyembah berhala, melainkan menyembah kepada dan hanya Allah … sebelum mereka terlambat dan menerima hukum ilahi.

Adapun bagi orang-orang yang beriman, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berperilaku baik, bersikap baik kepada orang tua mereka, bersikap lembut dan murah hati terhadap orang-orang miskin, setia pada pasangan hidup, bersikap jujur dan tepat janji, memelihara sifat adil dalam berbisnis, serta berzikir dan bersyukur setiap saat. Sesungguhnya kesombongan merupakan sifat buruk yang menyebabkan Iblis dikutuk dari surga, dan manusia akan senantiasa dibisikan oleh setan untuk bersikap sombong.

Selain itu, Allah SWT juga kembali mengajarkan tentang tauhid, dan bahkan menyatakan bahwa tauhid merupakan dasar dari kitab al-Quran. Terakhir, Allah juga kembali mengingatkan bahwa hari akhirat itu benar adanya; maka dari itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad (SAW) harus selalu memperkuat tekad dan iman kita masing-masing, serta memelihara sifat sabar di tengah-tengah kesulitan dan penganiayaan.

surah al-Kahf.

Surah ini memiliki arti “gua”, dan sering juga disebut dengan sebutan Ashabul Kahf yang artinya “penghuni-penghuni gua”; merupakan surah ke-18 menurut susunan al-Quran, terdiri dari 110 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini juga merupakan hiburan dari Allah SWT untuk orang-orang yang beriman.

Nama surah ini diambil dari cerita yang terdapat di ayatnya yang kesembilan sampai ayatnya yang ke-26, kisah tersebut menceritakan tentang tujuh orang pemuda yang tidur di dalam gua selama lebih dari tiga ratus tahun lamanya. Kisah tersebut menceritakan tentang sekelompok pemuda yang saleh namun sedang berada di bawah penindasan oleh raja yang korup di negara mereka, sama seperti halnya orang Muslim yang tengah dianiaya oleh petinggi-petinggi di Mekah pada waktu itu.

Alih-alih berputus asa dan kehilangan harapan, sekelompok pemuda tersebut ‘berimigrasi’ ke dua terdekat sebagai upaya berlindung dari bahaya. Kemudian, Allah SWT membiarkan mereka tidur dan berhibernasi dalam jangka waktu yang sangat lama, dan baru mengizinkan mereka untuk terbangun setelah dunia luar berubah ratusan tahun kemudian, di sebuah kota yang dipenuhi oleh orang-orang yang beriman.

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.

โ€” Quran surah al-Kahf, ayat 16.

+ fitnah dan pendidikan lainnya dari Allah.

Ada kiranya empat kisah yang Allah SWT jadikan sebagai perumpamaan dari apa yang sedang dialami oleh umat Islam pada waktu diturunkannya surah al-Kahf, yaitu tentang tuduhan yang tidak didasari oleh kebenaran, yang disebarkan dengan maksud menodai nama baik seseorang atau sekelompok orang. Kisah-kisah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: …

  1. Tentang sekelompok pemuda yang berlindung di dalam gua, yang di dalamnya terdapat fitnah terhadap agama;
  2. Kisah tentang seseorang yang memiliki dua taman, yang di dalamnya terdapat fitnah mengenai kekayaan dan harta benda;
  3. Kisah tentang Nabi Musa (AS) dan seorang nabi misterius yang kini dikenal dengan nama Nabi Khadir (AS), yang di dalamnya terdapat fitnah atas ilmu dan pengetahuan;
  4. Dan yang terakhir, yaitu kisah tentang seorang raja yang memiliki dua tanduk, atau yang kini lebih kita kenal dengan nama Zulkarnain, yang di dalam kisahnya terdapat fitnah yang berhubungan dengan Dajal dan pemerintahan.

Di dalam surah ini, kita diajarkan untuk selalu mengatakan insya-Allah yang memiliki arti “jika Allah menghendaki” apabila kita hendak berjanji untuk melakukan sesuatu di kemudian waktu. Di surah ini, Allah SWT juga mengajarkan kita tentang teori dan perumpamaan yang menghubungkan kehidupan dunia dengan kehidupan kita di akhirat nanti. Dan di surah ini, Allah secara khusus mendorong umat Islam untuk mensyukuri rahmat dari Allah yang tidak terhitung.

Katakanlah (Muhammad), โ€œSeandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).โ€

โ€” Quran surah al-Kahf, ayat 109.

Dan apakah Sobat tahu? Kata surga Firdaus hanya muncul dua kali dalam keseluruhan al-Quran โ€” yang pertama adalah di ayat ke-107 dari surah ini, dan yang kedua terdapat di surah al-Mu’minun ayat ke-11. Bagi Sobat-sobat yang belum tahu, surga Firdaus merupakan tempat kesenangan di mana Nabi Adam (AS) dan Hawa sempat tinggal di dalamnya sebelum mereka diturunkan ke Bumi. Subhanallah, semoga suatu saat nanti kita diberikan kesempatan untuk mengunjungi tempat tersebut ๐Ÿคฒ๐Ÿฝ amiin!

ayat pilihan dari juz ke-15 al-Quran.

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุฑู‘ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุจูŽู†ููŠู“ู’ ุงูฐุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูฐู‡ูู…ู’ ููู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูฐู‡ูู…ู’ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูฐุชู ูˆูŽููŽุถู‘ูŽู„ู’ู†ูฐู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูฐู‰ ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ู…ูู‘ู…ู‘ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุชูŽูู’ุถููŠู’ู„ู‹ุง เฃ–

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.

โ€” Quran surah al-Isra’, ayat 70.

Salah satu alasan farras mencantumkan ayat di atas sebagai ayat pilihan dari juz ke-15 adalah karena ayat tersebut merupakan salah satu ayat yang paling menarik perhatian farras akan kuasa Allah SWT. Pada intinya, ayat ini merupakan petunjuk dari Allah tentang keberadaan kehidupan alien, atau kehidupan asing di luar sepengetahuan kita, yang bukan termasuk ke dalam alam gaib.

Di firman-Nya yang satu ini, Allah SWT dengan jelas mengacu kepada manusia sebagai jenis makhluk yang lebih mulia dari makhluk-makhluk yang sebelumnya Allah ciptakan. Hal itu memunculkan kemungkinan tentang adanya ras lain yang telah hidup jauh lebih lama sebelum umat manusia pertama kali diciptakan, dan ras-ras tersebut tidak termasuk jin dan malaikat.

Subhanallah, wallahu a’lam bisshawab.

Anyways, terima kasih sudah membaca artikel kita hari ini. Semoga ikhtisar kali ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Sadaqallahul โ€˜adzim! Seperti biasa, jangan lupa untuk terus berzikir dan mengingat Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

ยฉย  ย t h eย  ย I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :ย  ย f a r r a s

2 responses to “ikhtisar dari juz ke-15 al-Quran

komentar dan diskusi ๐Ÿ‘‹๐Ÿผ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s