ikhtisar dari juz ke-16 al-Quran

Bismillahirrahmanirrahim~

Menginjak tanggal ke-16 di bulan Juli, kita juga akan mengulas juz ke-16 al-Quran. Juz ini terdiri atas ayat ke-75 hingga akhir dari surah al-Kahf, yang kemudian dilanjutkan dengan surah Maryam dan surah Taha.

Surah al-Kahf dan surah Maryam diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu ʿalayhi wasallam) tepat sebelum ia dan para sahabat meninggalkan kota Mekah, dan memulai kehidupan baru di Madinah; sedangkan surah Taha diturunkan di Madinah, tepat sebelum sebagian dari umat Islam hijrah ke Abyssinia. Menurut sejarah, 40 ayat pertama dari surah Maryam sempat dibacakan langsung kepada Raja Abyssinia, dalam rangka membantunya memahami ajaran-ajaran Islam yang sebelumnya disebarkan juga oleh Nabi Yahya dan Nabi Isa (ʿalayhissalam).

bagian akhir dari surah al-Kahf.

Di bagian akhir dari surah al-Kahf, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengulangi ancamannya tentang hari akhirat yang nyata adanya, sehingga orang-orang yang kafir harus memperbaiki jalan kehidupan mereka, dan berbalik ke jalan yang benar sebelum hukuman ilahi yang tidak dapat dihindari datang menimpa mereka. Di dalam ayat ke-83 hingga ayat ke-98, kisah tentang Zulkarnain pun mulai diceritakan.

Di sana, Allah SWT menjelaskan bahwa ia merupakan seorang pria yang banyak melakukan perjalanan dari ujung timur dan ujung barat Bumi. Di sini, al-Quran mengulang kembali legenda yang sering diceritakan oleh orang-orang Suriah, tentang seorang raja yang suka membantu suatu suku dan bangsa dalam membangun tembok besi yang besar di antara dua gunung. Lebih lanjut, dikatakan bahwa tembok ini hanya akan hancur saat hari Pengadilan datang.

Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka. Berilah aku potongan-potongan besi!”

Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”

— Quran surah al-Kahf, ayat 95-96.

Menurut banyak cendekiawan, salah satunya adalah al-Idrisi, tembok yang dibicarakan oleh Zulkarnain merupakan Tembok Besar Cina. Sejarah menceritakan tentang al-Idrisi yang sempat menggambar sebuah map untuk Raja Roger di Sisilia, yang menunjukkan wilayah milik Gog dan Magog, dua bangsa yang di dalam Islam lebih sering disebut dengan sebutan Yakjuj dan Makjuj.

Mereka merupakan dua bangsa yang telah membuat kerusakan di atas Bumi di zaman dahulu, bertempat tinggal di antara dua gunung, dan tidak dapat memahami pembicaraan orang lain. Kedua bangsa tersebut layaknya binatang liar, terkenal dengan strategi serbuannya dari balik tembok, dan turun dengan cepat laksana air bah. Selain di dalam kitab al-Quran, kisah tentang mereka terdapat juga di dalam ajaran agama Yahudi dan kitab Kristen.

Akhir dari surah al-Kahf merupakan firman-firman Allah SWT yang menceritakan tentang perjuangan Zulkarnain dalam menghentikan kerusakan kaum Yakjuj dan Makjuj, dan membawakan kedamaian ke muka Bumi. Namun begitu, al-Quran juga meramalkan bahwa Yakjuj dan Makjuj akan muncul kembali saat hari kiamat sudah dekat. Di sana, mereka digambarkan sebagai kaum yang memiliki kekuatan untuk merusak dan menghancurkan kehidupan di muka Bumi, dan mereka akan berperang melawan Nabi Isa (AS) yang telah turun kembali ke Bumi, beserta pasukannya di bukit Thursina.

surah Maryam.

Surah ini merupakan surah ke-19 menurut susunan al-Quran, terdiri dati 98 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad (SAW) hijrah ke Madinah. Surah ini dinamakan surah Maryam karena mengandung kisah Maryam, ibu dari Nabi Isa (AS). Dan tahukah Sobat? Maryam merupakan satu-satunya wanita yang disebutkan namanya di dalam al-Quran.

Bagian awal dari surah Maryam merupakan ilmu sejarah dari Allah SWT yang menceritakan tentang Nabi Yahya dan Nabi Isa (AS). Sejarah kehidupan dari kedua nabi tersebut sempat menarik banyak perhatian karena riwayat hidup keduanya menurut Islam ternyata berbeda dengan cerita-cerita yang telah mereka dengar dari nenek moyang mereka dan kitab-kitab sebelumnya.

Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba.

— Quran surah Maryam, ayat 92-93.

Di sini, Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Isa (AS) bukanlah anak tuhan. Namun sebelum memperkenalkan pembaca kepada sejarah kelahiran Maryam dan Nabi Isa, Allah menceritakan terlebih dahulu kelahiran Nabi Yahya (AS) untuk menunjukkan bahwa karunia-Nya yang memungkinkan seorang wanita menjadi hamil tanpa alasan yang masuk akal, pernah terjadi sebelum masa kelahiran Nabi Isa.

+ beberapa fakta di surah Maryam: …

  • Bagi Sobat yang belum tahu, Nabi Yahya (AS) memiliki dua orang tua yang terlampau tua, sehingga tidak sepatutnya wanita setua itu mengandung seorang bayi. Namun dengan kuasa Allah SWT, keajaiban itu pun terjadi;
  • Ayat pertama dari surah Maryam dibuka dengan basmalah dan kata-kata yang misterius, yaitu huruf kaf, kha, ya, ‘ayn, dan sad;
  • Dan fakta terakhir bagi Sobat yang belum tahu, Surah Maryam merupakan surah di mana Allah SWT paling giat dalam mengajarkan kita tentang kasih sayang dan rahmat-Nya.

Subahnallah, alhamdulillah!

Selain Nabi Isa dan Nabi Yahya (AS), sejumlah nabi lainnya juga disebutkan dalam surat ini, yang semua namanya dikenal oleh umat Kristen seperti halnya Nabi Ibrahim (AS).

Setelah membaca sampai akhir, dapat disimpulkan bahwa banyak ayat-ayat di surah Maryam yang ditujukan kepada orang-orang yang masih beragama Kristen. Allah SWT mengingatkan bahwa isi kitab mereka tidak lagi original, dan bahwa kehidupan mereka merupakan rahmat yang datang dari Tuhan yang satu. Maka dari itu, umat Kristen diundang untuk melepaskan kepercayaan tentang ketuhanan yang trinitas, dan kemudian menerima tauhid yang mengajarkan Keesaan Allah.

surah Taha.

Surah ini merupakan surah ke-20 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 135 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah Makkiyah. Nama Taha diambil dari ayat pertama dari surah ini, sebagaimana juga yang lazim dilakukan pada surah-surah yang memakai hanya sedikit abjad di ayat pertamanya. Banyak tafsir menjelaskan bahwa huruf-huruf merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada siapa saja yang membaca kitab-Nya, bahwa setelah itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting untuk diketahui.

Begitu pula halnya dengan ayat-ayat awal yang terdapat di surah Taha. Di sini, Allah SWT menerangkan bahwa al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, yaitu Pencipta semesta alam.

Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.

— Quran surah Taha, ayat 49.

Tahukah Sobat? Dilaporkan bahwa Umar bin Khattab sebelum masuk Islam, sempat mendengar sebagian dari surah ini ketika ia menemukan adik perempuannya membaca al-Quran. Setelah menginterogasi adik perempuannya dan belajar sedikit dari wahyu dan firman Allah SWT, hatinya yang keras pun melunak, dan tidak lama kemudian memutuskan untuk memeluk Islam.

Anyways, sebagian besar dari surah ini Allah SWT dedikasikan untuk menceritakan kisah Nabi Musa (AS), umatnya yang menerima Musa sebagai seorang Nabi, serta umatnya yang membangkang seperti halnya Firaun. Allah menggunakan kisah ini untuk menunjukkan kesinambungan dalam ajaran dan metode Allah dalam memberikan bimbingan kepada umat-Nya.

Di dalam surah ini, Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya bahwa seluruh kehidupan di dunia ini tidak lebih dari satu hari apabila dilihat dari alam akhirat. Allah juga memberikan perumpamaan tentang bagaimana umat manusia akan diadili di hari kiamat —mereka yang tidak mengikuti ajaran dari al-Quran akan dihidupkan kembali sebagai orang yang buta di hari kiamat. Dari sana, Allah juga kembali memberikan pembelajaran dari penciptaan Nabi Adam (AS), dan dari godaan setan yang terkutuk. Selain itu, surah ini juga menekankan pentingnya salat lima waktu dalam memperkuat hati dan iman orang-orang yang beriman.

ayat pilihan dari juz ke-16 al-Quran.

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ  لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.

— Quran surah Taha, ayat 132.

Sadaqallahul ‘adzim!

Terima kasih sudah membaca artikel ini! Semoga ikhtisar hari ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s

2 responses to “ikhtisar dari juz ke-16 al-Quran

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s