ikhtisar dari juz ke-17 al-Quran

Semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala menyertai Sobat-sobat semuanya 🀲🏽 amiin! Di tanggal ke-17 ini, kita juga akan membahas juz ke-17 al-Quran, yang terdiri dari surah al-Anbiya’ dan surah al-Hajj.

Bismillahirrahmanirrahim~

Surah al-Anbiya’ diturunkan menjelang akhir waktu di mana Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) masih menyebarkan Islam di kota Mekah, sebelum hijrah ke Madinah. Sedangkan surah yang kedua diturunkan di kedua kota tersebut; bagian awal dari surah al-Hajj diturunkan pula di kota Mekah, namun kemudian dilanjutkan dengan ayat-ayat yang diturunkan di tahun pertama ketika Nabi dan para sahabat telah hijrah ke kota Madinah.

surah al-Anbiya’

Surah ini merupakan surah ke-21 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 112 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah Makkiyah. Nama al-Anbiya’ memiliki arti “nabi-nabi” sebab tema utama dari surah ini adalah nabi dan kenabian. Allah SWT menegaskan bahwa semua nabi adalah manusia, dan mereka sempat menderita seperti halnya semua manusia di muka Bumi; bahkan, Allah telah menguji mereka lebih dari umat manusia telah diuji, namun mereka merupakan golongan manusia yang paling percaya kepada Allah dan telah hidup sesuai dengan perintah-perintah Allah.

Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?

β€” Quran surah al-Anbiya’, ayat 34.

Di balik hikmah dari turunnya surah al-Anbiya’ menunjukkan jalan keluar dari konflik berkelanjutan antara Nabi Muhammad (SAW) dan pemerintahan kota Mekah yang pada waktu itu merajalela dan mengabaikan firman-firman Allah SWT. Dengan menyebarkan ajaran tentang tauhid dan hari akhirat, surah al-Anbiya’ memberikan jawaban atas keberatan dan keraguan yang diajukan oleh orang-orang kafir terhadap kenabian Muhammad (SAW).

Di dalam surah ini, para pemimpin kota Mekah juga sempat ditegur atas tipu daya mereka terhadap Nabi Muhammad (SAW), sehingga beberapa ayat diturunkan khusus untuk memperingatkan mereka akan konsekuensi atas dosa dan kejahatan mereka. Padahal sejak bertahun-tahun sebelumnya, Nabi Muhammad (SAW) dan para sahabat kerap menasihati mereka, namun mereka tetap menentang terhadap ajaran-ajaran Islam.

Di bagian akhir, masyarakat Mekah disarankan untuk bersyukur akan anugerah besar dari Allah SWT, yaitu turunnya utusan-Nya untuk membawa mereka kembali ke jalan yang lurus, bahwa Allah merupakan satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Bahkan, Nabi Muhammad (SAW) dibuat untuk menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu tentang rencana Allah, dan bahwa pengetahuan tentang masa depan hanya diketahui oleh Allah sendiri; begitu juga hak dalam menghakimi, bahwa hanya hukum Allah yang berlaku, dan hanya Allah yang berhak menurunkan azab-Nya.

surah al-Hajj.

Surah ini merupakan surah ke-22 menurut susunan al-Quran, terdiri dari 78 ayat, dan sebagian dari ayat-ayatnya diturunkan di kota Mekah, dengan sebagian lainnya diturunkan di tahun pertama setelah Nabi Muhammad (SAW) berhijrah ke kota Madinah. Karena hal tersebut, para ahli tafsir memiliki pendapatnya masing-masing mengenai golongan surah al-Hajj, antara Makkiyah dan Madaniyah.

Inspirasi utama dari nama surah ini adalah karena di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk Allah SWT tentang berbagai hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti halnya ihram, tawaf, sai, wukuf di Arafah, mencukur rambut, kemuliaan dan kebesaran Allah, serta berbagai manfaat dan hikmah dari menunaikan ibadah haji. Di sini, ditegaskan juga bahwa ibadah haji telah disyariatkan sejak masa Nabi Ibrahim, karena Kabah itu sendiri merupakan hasil pembangunan oleh Nabi Ibrahim (AS) bersama putranya, Ismail (AS).

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.

β€” Quran surah al-Hajj, ayat 27.

Menurut al-Ghaznawi, surah al-Hajj termasuk ke dalam surah-surah yang ajaib karena diturunkan baik di malam dan di siang hari; baik ketika Nabi Muhammad (SAW) sedang melakukan perjalanan, dan sedang menetap; ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah, dan ada pula yang diturunkan di Madinah; sebagian ayatnya membahas tentang peperangan, dan sebagian lainnya membahas tentang perdamaian; dan seterusnya.

+ jihad dan ibadah haji di dalam Islam.

24 ayat pertama dari surah al-Hajj membawa tema yang sama seperti yang ada di dalam surah sebelumnya, yaitu peringatan terhadap orang-orang kafir bahwa azab Allah SWT akan datang apabila mereka tidak kembali ke jalan yang lurus. Di sisi lain, sebagian besar dari surah al-Hajj merupakan ayat-ayat yang diturunkan di kota Madinah, di mana umat Islam mulai dibentuk imannya dalam menyembah Allah, serta melaksanakan praktik-praktik Islam seperti yang diperintahkan oleh Allah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu praktik tersebut adalah ibadah haji.

Namun begitu, ketika umat Islam dan para pengikut Rasulullah (SAW) menghabiskan bulan-bulan pertama mereka di kota Madinah, sebagian dari mereka merasa rindu akan rumah-rumah mereka di kota Mekah, sehingga mereka tidak mampu melaksanakan ibadah dan praktik-praktik Islami secara khusyuk. Ditambah lagi, ibadah haji harus dilaksanakan di kota Mekah, sehingga mereka sekali lagi diuji oleh para pemimpin Mekah yang memberikan mereka kesulitan, seperti halnya mencegah mereka melaksanakan ibadah haji.

Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.

β€” Quran surah al-Hajj, ayat 25.

Khususnya di ayat ke-26 hingga ke-35, Allah SWT kembali mengulang firman-firman-Nya yang dulu pernah diturunkan pula kepada Nabi Ibrahim (AS). Namun sebagai konteks: pada masa Nabi Muhammad (SAW) orang-orang kafir yang menyembah berhala telah mengubah ibadah haji menjadi ritual pagan, sehingga waktu itu Masjidilharam dipenuhi dengan berbagai berhala yang orang-orang kafir sembah;

Maka dari itu, ayat pun diturunkan yang mana memberikan orang-orang beriman izin untuk memerangi para tiran di kota Mekah, sehingga mereka dapat menegakkan kembali hak-hak mereka, dan membangun cara hidup yang benar. Namun tidak sembarang, Allah SWT juga memberikan patokan dan batasan yang mana orang-orang yang Beriman tidak diperbolehkan melangkah lebih dari itu, seperti halnya ciri-ciri orang musyrik yang boleh mereka perangi, begitu juga ciri-ciri orang yang beriman yang tidak boleh mereka perangi.

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

β€” Quran surah al-Hajj, ayat 41.

Dalam berbagai proses menjelaskan kebijakan-Nya, beberapa nama nabi pun disebut β€”yaitu Nabi Nuh, Nabi Lut, Nabi Ibrahim, dan Nabi Musa (AS)β€” karena pengalaman mereka dapat memberikan hidayah bagi umat Islam yang pada waktu itu berada di situasi yang tidak jauh berbeda dari situasi ketika nabi-nabi Allah SWT sedang menghadapi ujian.

Lebih lanjut lagi, surah al-Hajj merupakan surah pertama yang mana Allah SWT mengizinkan umat Islam untuk berkelahi, dan membela hak-hak mereka di luar luang lingkup medan perang. Selain itu, di surah ini juga terdapat ayat terpanjang dari seluruh ayat di dalam al-Quran, yaitu ayat kelima yang di dalamnya terdapat 69 kata.

ayat pilihan dari juz ke-17 al-Quran.

ΩŠΩ°Ω“Ψ§ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω Ψ§ΨͺΩ‘ΩŽΩ‚ΩΩˆΩ’Ψ§ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩŽΩƒΩΩ…Ω’Ϋš Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ²ΩŽΩ„Ω’Ψ²ΩŽΩ„ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΨ§ΨΉΩŽΨ©Ω Ψ΄ΩŽΩŠΩ’Ψ‘ΩŒ ΨΉΩŽΨΈΩΩŠΩ’Ω…ΩŒ

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.

β€” Quran surah al-Hajj, ayat pertama.

Sesungguhnya juz ini, beserta 16 juz sebelumnya dan 13 juz selanjutnya setelah yang satu ini, mencangkup lebih banyak ilham dan petunjuk daripada apa yang dapat farras tulis di dalam artikelnya masing-masing;

Banyak firman Allah yang sebenarnya sangat penting untuk dibahas seperti halnya perintah-perintah Allah kepada Nabi Ibrahim tentang tauhid di dalam Islam, namun tidak mampu farras bahas lebih lanjut karena apabila kita memutuskan untuk menyelam lebih dalam, kita tidak boleh membahas topik tersebut setengah-setengah, karena apabila begitu maka akan menimbulkan banyak salah sangka dan salah tafsir.

Selain itu, begitu banyak pula topik yang sebenarnya sangat menarik untuk dibahas, seperti halnya ayat kelima dari surah al-Hajj, yaitu ayat yang mana Allah SWT menjelaskan tentang bagaimana berkembangnya embrionik seorang bayi di dalam rahim seorang Ibu. Sesungguhnya banyak ilmu dan pengetahuan di dalam al-Quran yang sangat menarik untuk dibahas, terutama karena al-Quran menjelaskan ilmu tersebut jauh lebih awal daripada ilmu pengetahuan modern. Subhanallah.

Anyways, sadaqallahul β€˜adzim!

Terima kasih sudah membaca artikel ini! Semoga ikhtisar ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Seperti biasa, jangan biarkan zikir kita kepada Allah SWT putus, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a s

One response to “ikhtisar dari juz ke-17 al-Quran

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s