ikhtisar dari juz ke-18 al-Quran

Semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala menyertai Sobat-sobat semuanya! Di tanggal ke-18 ini, kita juga akan membahas juz ke-18 al-Quran, yang terdiri dari surah al-Mu’minun, an-Nur, dan al-Furqan hingga ayatnya yang ke-25.

Bismillahirrahmanirrahim~

Bagian pertama dari juz ini, yaitu surah al-Mu’minun, sebagian besar diturunkan di pertengahan periode Mekah, ketika umat Islam menghadapi penolakan besar-besaran dan intimidasi dari orang-orang kafir dan pemerintah kota Mekah. Bagian lainnya, yaitu surah an-Nur, diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu สฟalayhi wasallam) pada sekitar tahun keenam Hijriah, yaitu masa di mana Pertempuran Khandaq terjadi.

surah al-Mu’minun.

Surah ini merupakan surah ke-23 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 118 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Dinamakan al-Mu’minun karena permulaan ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang beriman kepada Allah SWT, beserta keuntungan-keuntungannya, yaitu keberuntungan dan ketenteraman jiwa mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Begitu tingginya akhlak dari orang-orang yang beriman, Allah memerintahkan kita untuk bercermin kepada Nabi Muhammad (SAW) sebagai pedoman.

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

โ€” Quran surah al-Mu’minun, ayat pertama hingga keenam.

Di dalam surah ini, seluruh manusia diajak untuk menerima dan mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh nabi Allah, Muhammad (SAW). Tersebut merupakan tema utama dari surah al-Mu’minun, yaitu karakter orang yang benar-benar beriman, dan janji Allah SWT bahwa mereka akan menjadi orang-orang yang sukses di dunia dan akhirat. Dari sana, Allah juga menjelaskan kuasa-Nya dalam menciptakan seluruh manusia di muka Bumi, serta sebelumnya menciptakan seluruh alam semesta.

Selain itu, Allah SWT juga menceritakan kembali kisah-kisah nabi lainnya selain Muhammad (SAW), yaitu Nabi Nuh, Nabi Musa, dan Nabi Harun (AS). Melalui proses pembelajaran-Nya, Allah kembali menekankan bahwa nabi-nabi sebelumnya juga sebenarnya menyebarkan pesan-pesan yang sama seperti ajaran-ajaran yang disebarkan oleh Nabi Muhammad pada waktu itu.

Di surah ini juga terdapat ayat terkenal yang sering kali dikutip oleh banyak ustaz dan ulama, yaitu ayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT tidak menuntut suatu jiwa lebih dari apa yang dapat ditanggungnya. Selain itu, Allah juga menjelaskan bahwa di hari akhirat nanti, kehidupan kita di dunia akan tampak begitu singkat, seolah-oleh kurang dari satu hari.

Dan di bagian lain, Allah SWT juga sempat memberikan bimbingan-Nya untuk membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan, serta untuk meminta perlindungan hanya kepada Allah terhadap godaan setan-setan yang terkutuk. Terakhir, Allah menjanjikan orang-orang kafir tidak lain daripada kesengsaraan di hari pembalasan nanti; sedangkan di bagian akhir pula, Allah memanggil siapa saja yang mengikuti ajaran tauhid sebagai seorang Muslim. Subhanallah.

surah an-Nur.

Surah ini merupakan surah ke-24 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 64 ayat, dan termasuk ke dalam surah Madaniyah. Surah ini dinamai an-Nur yang berarti “Cahaya” karena kata tersebut terdapat di ayat ke-35, yaitu ayat yang mana Allah SWT mengambil kata cahaya sebagai perumpamaan atas kata petunjuk. Di sana, al-Quran menggunakan kata nur ilahi, yaitu petunjuk-petunjuk Allah bagi seluruh makhluk-Nya di langit dan di Bumi.

[…] Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

โ€” Quran surah an-Nur, ayat 35.

Surah an-Nur memiliki fokus yang berbeda dari surah sebelumnya, karena surah ini diturunkan ketika umat Islam sudah bermukim di kota Madinah, namun tetap harus berkunjung kembali ke kota Mekah demi menunaikan ibadah haji. Karena itu, umat Islam terlibat dalam serangkaian pertempuran dengan orang-orang musyrik di kota Mekah.

Ketika orang-orang kafir dari Mekah mendapati diri mereka tidak berhasil meruntuhkan umat Islam di medan perang, mereka mulai menyerang umat Islam melalui jalur psikologis, seperti halnya menyebarkan fitnah dalam upaya untuk melemahkan kesatuan dan komunitas Muslim yang pada waktu itu sudah mulai berjaya, berpusat di kota Madinah. Waktu itu, salah satu fitnah yang tersebar di masyarakat adalah bahwa Aisyah, istri Nabi Muhammad (SAW), telah melakukan perselingkuhan di berbagai kesempatan saat ia bepergian antara Mekah dan Madinah.

Maka dari itu, ada bagian di surah ini yang menguraikan tentang hukuman menurut Islam atas dosa-dosa besar; dosa-dosa yang disebutkan di bagian ini termasuk percabulan, perzinaan dan tuduhan tentang perzinaan tanpa bukti, serta fitnah. Selain itu di bagian yang sama, Allah SWT juga memberikan pedoman bagi umat Islam tentang bagaimana masing-masing kita menjaga kesopanan dan kehormatan kita, baik sebagai seorang pria ataupun wanita.

Menanggapi situasi umat Islam pada waktu itu, aturan umum pun dibuat untuk menjaga hubungan di antara sesama Muslim. Allah SWT mengajarkan kita untuk menjalin hubungan satu sama lain dengan dasar itikad yang baik, dan bukan didasari oleh kecurigaan atau memata-matai. Selain itu, berbagai norma pun ditegakkan mengenai privasi pribadi, walaupun di saat yang sama kita harus menjaga hubungan baik di antara saudara, teman, dan tetangga.

Hasilnya, pedoman dari Allah SWT di surah ini berhasil menyatukan kembali komunitas Muslim pada waktu itu, berhasil menetapkan batas-batas yang jelas, namun dengan semangat yang mencerminkan kasih sayang dan ketulusan antara satu sama lain. Subhanallah.

+ pertempuran khandaq.

Ada beberapa versi dari ahli tafsir dan ahli sejarah, yang meyakini bahwa sebagian besar ayat yang terdapat di surah an-Nur merupakan ayat-ayat yang diturunkan sebelum, setelah, atau ketika Pertempuran Khandaq terjadi. Namun begitu, farras tetap akan menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan sedikit tentang kejadian sejarah yang satu ini.

Perang Khandaq sempat terjadi karena orang-orang Yahudi tidak mau berdamai dengan Rasulullah. Namun begitu, melainkan diusir dan diasingkan, mereka diberikan kesempatan untuk tinggal di Khaibar, yaitu sebuah wilayah di luar, namun tetap dekat dengan kota Madinah. Mereka terdiri atas dua suku besar yang sebelumnya menduduki kota Madinah, yaitu Bani Nadhir dan Bani Wail.

Pertemuan ini dinamakan Pertempuran Khandaq karena strategi peran pasukan Muslim pada waktu itu, yang melibatkan penggalian parit-parit. Kata khandaq itu sendiri merupakan bentuk bahasa Arab yang diambil dari bahasa Persia, yaitu kandak, yang memiliki arti “sesuatu yang telah digali”. Di dalam sejarah Islam lainnya, perang ini juga disebut sebagai Pertempuran Konfederasi karena musuh umat Islam di medan perang pada waktu itu terdiri dari berbagai golongan yang bersekutu melawan Islam.

Wallahu a’lam bisshawab.

surah al-Furqan.

Surah ini merupakan surah ke-25 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 77 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “pembeda”, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama.

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (al-Quran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).

โ€” Quran surah al-Furqan, ayat pertama.

Seperti halnya di dalam dua surah sebelumnya, Allah SWT kembali menggunakan bentuk lain dari berbagai kata sebagai perumpamaan dari arti yang sebenarnya dimaksudkan. Kali ini, al-Furqan merajuk kepada kitab al-Quran itu sendiri, yaitu kitab yang mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang halal dan yang haram. Di dalam surah ini, sisi kebenaran terutama diwakili oleh keesaan Allah, sedangkan sisi yang salah menurut Islam dipenuhi oleh sifat-sifat syirik.

Juz ke-18 hanya mencakup hingga ayat ke-18 dari surah al-Furqan, sehingga ikhtisar dari sisa surah ini akan dibahas di postingan selanjutnya, insya-Allah.

ayat pilihan dari juz ke-18 al-Quran.

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุงูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู“ ุงูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงูฐูŠูฐุชู ู…ู‘ูุจูŽูŠู‘ูู†ูฐุชู ูˆู‘ูŽู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุฎูŽู„ูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ู„ู‘ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู’ู†ูŽ เฃ–

Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

โ€” Quran surah an-Nur, ayat 34.

Sadaqallahul โ€˜adzim!

Terima kasih sudah membaca artikel kali ini! Semoga ikhtisar yang satu ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

ยฉย  ย t h eย  ย I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :ย  ย f a r r a sย  ย f i l ‘ a z i s

One response to “ikhtisar dari juz ke-18 al-Quran

komentar dan diskusi ๐Ÿ‘‹๐Ÿผ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s