ikhtisar dari juz ke-20 al-Quran

Selamat datang, Sobat semuanya! Bagaimana kabarnya? Semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah menyertai Sobat-sobat semuanya 🀲🏽 amiin!

Untuk tanggal 20 di bulan Juli ini, tentunya kita akan juga membahas juz ke-20. Melanjutkan akhir dari juz selanjutnya, ikhtisar hari ini terdiri atas ayat ke-55 dari surah an-Naml, dilanjutkan dengan surah al-Qasas dan surah al-‘Ankabut hingga ayatnya yang ke-45.

Bismillahirrahmanirrahim~

Ayat-ayat yang terdapat di juz ke-20 sebagian besar diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) ketika beliau dan para sahabat masih menetap di Mekah, yaitu ketika umat Islam pada umumnya sedang dibebani oleh penolakan besar-besaran dan intimidasi oleh masyarakat dan pemerintahan Mekah yang kafir. Sedangkan ayat-ayat di surah al-‘Ankabut diturunkan ketika umat Islam sedang dalam proses untuk berhijrah ke Abisinia.

surah an-Naml.

Di bagian akhir dari surah an-Naml, Allah Subhanahu wa Ta’ala menantang keras para penyembah berhala untuk melihat kuasa Allah di sekitar mereka, seperti halnya keagungan-Nya dalam menciptakan alam semesta dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan menurut hukum-hukumnya. Argumen pun diberikan kepada mereka, bahwa hanya Allah yang mampu memberikan karunia sebesar itu, sedangkan berhala-berhala mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk siapa pun.

Ayat-ayat itu dengan tegas mempertanyakan orang-orang musyrik tentang fondasi iman mereka yang lemah dan mudah diombang-ambing. Argumen pun ditanyakan kembali kepada mereka, “Mungkinkah sifat-sifat ketuhanan dimiliki oleh selain Allah?”

Selain menjelaskan lebih dalam mengenai prinsip-prinsip tauhid dan syirik, bimbingan lainnya dari Allah di surah an-Naml adalah tentang sejarah, sehingga setelah membaca surah ini, umat Islam dapat lebih mengerti mengapa Allah mengirimkan sebagian besar nabi-Nya untuk berbagai golongan dan jenis umat yang berbeda satu sama lain. Selain itu, ditegaskan kembali pula bahwa al-Quran merupakan kitab yang diturunkan oleh hanya Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Tahu.

surah al-Qasas.

Surah ini merupakan surah ke-28 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 88 ayat, dan diturunkan di Mekah tidak lama setelah ayat-ayat di dalam surah an-Naml diturunkan. Nama dari surah ini memiliki arti “kisah-kisah” karena di dalamnya terdapat suatu ayat yang menjelaskan bahwa kisah-kisah terdahulu merupakan sumber pembelajaran yang dapat menghilangkan kebimbangan dari diri seseorang, serta menyelamatkan mereka dari kezaliman.

[…] Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, β€œJanganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”

β€” Quran surah al-Qasas, ayat 25.

Salah satu tema dari surah ini merupakan kenabian, sehingga beberapa aspek kehidupan milik Nabi Musa (AS) pun disebutkan untuk menunjukkan kesamaan antara dirinya dengan Nabi Muhammad (SAW). Kisah Nabi Musa diceritakan secara resmi, melanjutkan kisah-kisah para nabi di dua surah sebelum al-Qasas. Di dalam pelajaran yang didapatkan dari kisah Nabi Musa, terdapat jawaban untuk berbagai pertanyaan dan keraguan yang diajukan oleh orang-orang non-Muslim di Mekah pada waktu itu.

Pada intinya ada dua pembelajaran yang dapat diambil dari surah ini: yang pertama adalah bahwa Allah akan memenuhi setiap janji-Nya, dan yang kedua adalah tanggapan Allah atas berbagai pertanyaan dan keraguan yang diajukan oleh orang-orang non-Muslim di Mekah pada waktu itu.

Surah ini menjelaskan bahwa Allah merupakan sebaik-baiknya perencana, seperti halnya ketika Allah mengatur sedemikian rupa sehingga Nabi Musa (AS) yang dibesarkan sebagai anak Firaun, seorang pangeran yang dimanja di sebuah kerajaan yang mana tidak ada siapa pun yang menyembah Allah pada waktu itu; namun kemudian tumbuh dewasa bukan sebagai seorang pangeran yang sombong, melainkan sebagai seorang cendekiawan yang imannya kepada Allah mampu membelah lautan dan menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya.

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka.

β€” Quran surah al-Qasas, ayat kelima dan keenam.

Surah al-Qasas juga menjelaskan bahwa Allah tidak memberikan gelar nabi kepada sembarang orang. Hal ini merupakan tanggapan atas pertanyaan orang-orang kafir yang merasa kenabian Muhammad tidak sehebat Nabi Musa (AS). Namun begitu, sama seperti Nabi Muhammad (SAW), Nabi Musa juga diangkat menjadi seorang nabi tanpa terduga dan tanpa ada saksi manusia; seperti halnya Gua Hira bagi Nabi Muhammad, waktu itu adalah kaki Gunung Sinai bagi Nabi Musa.

Pelajaran lainnya adalah bahwa kebenaran di sisi Allah selalu menang pada akhirnya. Hal ini merupakan ancaman bagi kaum Quraisy yang waktu itu kerap menindas umat Islam di Mekah, serta kalimat-kalimat penghibur bagi orang-orang Muslim yang ditindas. Allah menjadikan Nabi Musa (AS) dan Firaun sebagai perumpamaan atas Nabi Muhammad (SAW) dan kaum Quraisy, bahwa kebenaran di sisi Allah telah, akan, dan selalu menang pada akhirnya.

surah al-‘Ankabut.

Surah ini merupakan surah ke-29 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 69 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “laba-laba”, diambil dari ayat ke-41 yang mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala di Mekah pada waktu itu dengan laba-laba.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.

β€” Quran surah al-‘Ankabut, ayat 41.

Laba-laba adalah jenis binatang yang terlalu percaya akan kekuatan rumahnya sebagai tempat mereka makan dan berlindung, padahal rumah itu akan hancur apabila suatu benda kecil jatuh menimpanya, atau dihembus angin walaupun hanya sedikit saja. Sama seperti halnya orang-orang yang musyrik: mereka percaya bahwa berhala-berhala yang mereka sembah mampu memberikan apa yang mereka inginkan, padahal berhala-berhala itu tidak mampu sedikit pun menolong mereka dari azab Allah, baik di dunia atau pun di akhirat nanti.

ayat pilihan dari juz ke-20 al-Quran.

ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ اللّٰهُ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ Ψ§Ω°Ω…ΩŽΩ†ΩΩˆΩ’Ψ§ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΩ†Ω°ΩΩΩ‚ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik.

β€” Quran surah al-‘Ankabut, ayat 11.

Ayat di atas merupakan satu-satunya ayat yang diturunkan di Mekah, yang memerintahkan kita untuk menjauhi sifat kemunafikan.

Anyways, dua dari tiga surah yang menyusun juz ke-20 ini dinamakan dari nama binatang β€”surah ke-27 dinamakan Semut, dan surah ke-29 dinamakan Laba-laba. Kedua hewan ini merupakan salah satu contoh keagungan Allah SWT, mengajarkan kita untuk bersyukur dan tidak menilai sesuatu hanya dari permukaannya saja. Allah menciptakan semut, salah satu makhluk terkecil di Bumi, namun ternyata memiliki komunitas sosial yang kompleks; sedangkan laba-laba di sisi lain, sering kali digambarkan sebagai hewan yang rumit, namun ternyata mereka tidak serumit yang kita kira. Dari ideologi tersebut, kita diajarkan untuk tidak mengandalkan apa pun dan siapa pun kecuali Allah.

Wallahu a’lam bisshawab, sadaqallahul β€˜adzim!

Terima kasih sudah membaca artikel kita hari ini! Semoga ikhtisar yang satu ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya! Wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

2 responses to “ikhtisar dari juz ke-20 al-Quran

  1. Subhanallah. sadaqallahul ‘Azim,
    well-written brother. however, at few places, I noticed that have not used the honorific after Prophet Muhammad (saw) and Prophet Musa’s (as) name. peace be upon them all.
    Jazakallahu Khayran.

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s