ikhtisar dari juz ke-22 al-Quran

Melanjutkan ikhtisar sebelumnya, hari ini kita akan membahas tentang pelajaran yang terdapat di juz ke-22 al-Quran. Juz ini terdiri dari surah al-Ahzab, surah Saba’, surah Fatir, dan bagian awal dari surah Yasin. Seperti yang dijelaskan di ikhtisar sebelumnya, ayat-ayat di dalam surah al-Ahzab diturunkan di sekitar lima tahun setelah umat Islam hijrah ke kota Madinah; sedangkan ayat-ayat di dalam surah-surah selanjutnya diturunkan di sekitar pertengahan periode ketika umat Islam masih menetap di kota Mekah.

Anyways, semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah menyertai Sobat-sobat semuanya 🤲🏽 amiin! Namanya farras, dan selamat datang di ikhtisar al-Quran di mana farras membahas tentang setiap juz yang terdapat di dalam kitab al-Qur’anul karim.

Mari kita mulai membahas tentang juz ke-22! Bismillahirrahmanirrahim~

lebih lanjut mengenai surah al-Ahzab.

Seperti yang dijelaskan di ikhtisar sebelumnya, surah al-Ahzab merupakan perubahan dari tema yang terdapat di surah-surah sebelumnya. Ayat-ayat di surah ini menguraikan beberapa isu termasuk tentang hubungan dan komunikasi antar bangsa dan golongan; perubahan secara drastis untuk perbaikan dalam bidang sosial, politik, dan agama di tengah-tengah masyarakat Mekah dan Madinah; serta kepemimpinan Nabi Muhammad (SAW) atas umat Islam.

Surah ini termasuk ke dalam golongan surah-surah Madaniyah, artinya banyak ayatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW) di kota Madinah, di mana umat Islam membentuk komunitas dan pemerintahan independen pertama kita. Di surah ini, sampai batas tertentu Allah SWT menyinggung Nabi Muhammad (SAW) tidak hanya sebagai pemimpin agama, namun juga sebagai kepala politik negara.

Maka dari itu, ayat-ayat di dalam surah al-Ahzab tidak lagi banyak membawa tema tentang tauhid dan syirik, melainkan kini membahas tentang sejumlah masalah sosial dan politik. Selain itu, al-Ahzab juga membahas tentang praktik adopsi anak, tentang hukum dan moral dalam pernikahan, serta masalah sosial terkait dengan jilbab yang wajib dipakai oleh para wanita Muslim.

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

— Quran surah al-Ahzab, ayat 59.

Selain itu, serangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi di Madinah pada waktu itu dinamakan di dalam surah ini sebagai Pertempuran Ahzab. Hal itu pun menjadi bahan pembahasan yang mana dapat diambil berbagai pelajaran darinya. Selain itu, Allah pun menunjukkan berbagai kerugian atas perilaku orang-orang munafik di tengah-tengah masyarakat luas.

surah Saba’

Surah ini merupakan surah ke-34 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 54 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Dinamakan surah Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah mengenai kaum Saba’ alias suatu kabilah dari banyak kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.

Kaum Saba’ mendirikan kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Saba, dan mereka juga membangun suatu bendungan raksasa yang dinamakan bendungan Ma’rib di tengah-tengah ibu kotanya. Namun sayangnya, kemewahan dan kemakmuran mereka menyebabkan kaum Saba’ lupa bersyukur dan malah ingkar terhadap Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka. Tidak sampai di sana, mereka juga mengingkari seruan para nabi dan rasul yang telah datang kepada mereka.

Maka dari itu, dikarenakan keras kepala dan keingkaran mereka, Allah menimpakan kepada mereka sebuah azab berupa banjir besar yang ditimbulkan oleh rusaknya bendungan Ma’rib. Setelah rusaknya bendungan Ma’rib, negeri Saba’ menderita kekeringan dan kerajaan mereka pun hancur lebur.

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr.

— Quran surah Saba’, ayat 15 dan 16.

Selain kaum Saba’, di dalam surah ini juga terdapat kisah mengenai Nabi Daud (AS) dan kaumnya, Nabi Sulaiman, serta Ratu Syeba yang waktu itu datang ke kota Yerusalem untuk berbincang bersama Nabi Sulaiman (AS). Kisah mereka merupakan perumpamaan yang digunakan oleh Allah SWT untuk mengajarkan kita lebih jauh mengenai tauhid, risalah dan ilmu pengetahuan, serta hari akhirat.

Ketika surah Saba’ diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW), ayat-ayat di dalamnya berlaku sebagai jawaban Allah terhadap keberatan orang-orang kafir atas ajaran-ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad. Sebagian besar dari keberatan mereka melahirkan berbagai ejekan dan tuduhan yang tidak masuk akal terhadap Nabi Muhammad.

Nabi Daud (AS) dan Nabi Sulaiman (AS) digambarkan di surah ini sebagai dua individu yang diberikan karunia oleh Allah dalam bentuk kekuatan yang besar, keagungan, serta kemuliaan yang jauh lebih tinggi dari siapa pun di Bumi ini. Namun demikian, keduanya sama sekali tidak mewarisi sifat sombong yang biasanya dimiliki oleh siapa saja yang memiliki sedikit saja kekuasaan di dunia ini. Sebagai gantinya, keduanya selalu taat dan kian bersyukur sebagai hamba Allah SWT.

Dari sana, al-Quran menggiring kita untuk membandingkan antara kisah kedua nabi Allah yang saleh, dan kaum Saba’ yang keras kepala. Antara jalan hidup yang didasari oleh iman dan takwa kepada Allah, percaya akan adanya akhirat, dan kerap bersyukur atas setiap berkah yang diberikan; atau jalan hidup yang didasari oleh sifat sombong, sifat yang dapat membawa ke dalam sifat syirik, jauh dari keyakinan akan adanya akhirat, dan malah menyembah berhala-berhala yang tidak ada gunanya.

surah Fatir.

Surah ini merupakan surah ke-35 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 45 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “Pencipta”, diambil dari ayat pertama yang isinya merupakan uraian tentang keagungan Allah dalam menciptakan berbagai hal selain apa-apa yang biasa kita lihat di Bumi.

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

— Quran surah Fatir, ayat pertama.

Selain banyak hal yang sudah dibahas di banyak surah sebelumnya, tidak banyak pelajaran baru yang dapat diambil dari surah Fatir, melainkan peringatan-peringatan Allah karena selayaknya, umat manusia merupakan makhluk yang mengemban penyakit lupa. Mungkin tema utama yang dapat diambil dari surah ini adalah rahmat Allah terhadap siapa saja yang mendedikasikan hidupnya di dunia hanya untuk menyembah Allah SWT.

Di dalam surah ini Allah sempat mengilustrasikan sifat kreatif-Nya dalam menyempurnakan apa-apa yang diciptakan oleh-Nya, seperti halnya malaikat. Dia juga menyatakan bahwa tidak ada satu pun dzat yang dapat menghentikan kehendak-Nya, termasuk belas kasihan-Nya terhadap hamba-Nya. Namun begitu, Allah tetap mengingatkan kita tentang adanya setan yang terkutuk.

Selain itu, di surah ini Allah juga menjelaskan secara singkat sifat-sifat dari orang yang benar-benar beriman kepada Tuhannya. Dan yang terakhir, Allah menekankan kembali bahwa setiap orang diberikan kesempatan untuk bertobat.

surah Yasin.

Surah ini merupakan surah ke-36 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 83 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Yasin karena ayat pertamanya tersusun dari dua abjad Arab, yaitu ya dan sin.

Surah Yasin menjelaskan beberapa dasar iman dari agama Islam, khususnya kepercayaan atas adanya kehidupan setelah kematian, serta hari akhirat, yaitu hari di mana kita mendapatkan balasan atas segala hal yang kita lakukan di dunia ini. Namun begitu, hanya 21 ayat dari keseluruhan surah Yasin yang termasuk ke dalam juz ke-22. Karena itu, selengkapnya dari surah Yasin akan dibahas di ikhtisar selanjutnya.

Insya-Allah!

ayat pilihan dari juz ke-22 al-Quran.

يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۚ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مَا يَمْلِكُوْنَ مِنْ قِطْمِيْرٍۗ

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

— Quran surah Fatir, ayat 13.

Sadaqallahul ‘adzim~

Terima kasih sudah membaca tulisan farras hari ini! Semoga Sobat-sobat semuanya dapat mengambil hikmah dari ikhtisar hari ini. Apabila Sobat mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, jangan lupa like dan share postingan kali ini. Dan seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s   f i l ‘ a z i s

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s