ikhtisar dari juz ke-23 al-Quran

Semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah menyertai Sobat-sobat semuanya 🀲🏽 amiin! Hari ini kita akan membahas juz ke-23 dari al-Qur’anul karim yang terdiri dari ayat ke-22 surah Yasin hingga akhir, yang kemudian diteruskan oleh as-Saffat, surah Sad, serta surah az-Zumar. Ayat-ayat yang terdapat di juz ke-23 ini adalah wahyu Allah yang banyak diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) di pertengahan periode Mekah.

Bismillahirrahmanirrahim~

lebih lanjut mengenai surah Yasin.

Pada bagian pertama dari juz ini, kita menemukan bagian akhir dari surah Yasin. Ngomong-ngomong, tahukah Sobat? Surah ini sering disebut oleh banyak umat Islam sebagai jantungnya kitab al-Quran! Di bagian ini surah Yasin menyajikan ayat-ayat yang menyampaikan ajaran-ajaran dari Allah dengan jelas dan terus terang … di antaranya adalah tentang keesaan Allah SWT, keindahan ciptaan-Nya, kebenaran tentang hari kebangkitan, tentang kesalahan mereka yang menolak ajaran Allah, ganjaran surga bagi orang-orang yang beriman, serta hukuman neraka bagi orang-orang yang berkeras kepala.

Selain itu, ayat-ayat di dalam surah Yasin juga berguna sebagai peringatan terhadap kaum Quraisy tentang konsekuensi mereka yang tidak percaya akan kenabian Muhammad (SAW), dan malah menentangnya dengan tirani, ejekan, hingga penganiayaan. Waktu itu, antagonisme masyarakat Mekah telah tumbuh cukup kuat sehingga berbagai cara telah diluncurkan untuk menggagalkan misi Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam.

Bersama dengan surah Fatir, di surah Yasin pula Allah berkali-kali menyatakan bahwa setan adalah musuh seluruh umat manusia. Karena sudah sepantasnya bagi kita, anak-cucu Adam, untuk melawan setan yang merupakan sebab utama diusirnya kakek moyang kita dari surga.

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu […]

β€” Quran surah Yasin, ayat 60.

surah as-Saffat.

Surah ini merupakan surah ke-37 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 182 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Ayat-ayat di dalam surah as-Saffat diturunkan tidak lama setelah lengkapnya surah al-An’am. Nama dari surah ini diambil dari ayat permulaan yang terdapat kata yang serupa, memiliki arti “Yang Bersaf-saf” karena ayat tersebut menceritakan tentang bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Allah, dan kesucian mereka tidak dapat dinodai oleh Iblis yang terkutuk.

Surah as-Saffat berbicara tentang keesaan Allah dalam istilah-istilah yang sangat kuat, membahas tentang berbagai ajaran yang disampaikan oleh nabi-nabi Allah sebelum Muhammad, dan mereka semua membawakan pesan-pesan yang sama. Dari sana, Allah juga memberikan peringatan kepada orang-orang yang belum juga beriman, dan menjanjikan bahwa rencana mereka melawan agama Islam tidak akan berakhir dengan keberhasilan.

Di dalam surah as-Saffat, mereka diperingatkan bahwa orang-orang yang beriman pada suatu hari nanti akan berjaya, sehingga tanah dan wilayah milik mereka akan berada di bawah kekuasaan umat Islam. Pada saat wahyu ini diturunkan, tampaknya tidak masuk akal apabila komunitas Muslim yang lemah dan teraniaya mampu memerintah kota Mekah yang waktu itu masih dikuasai oleh kaum Quraisy yang kuat, maka dari itu orang-orang kafir mengejek Nabi Muhammad (SAW) sebagai “penyair yang gila” demi meluluhkan semangatnya dalam menyebarkan Islam.

Menanggapi situasi yang mulai memanas, Allah SWT menurunkan ayat-ayat yang menceritakan tentang beberapa nabi yang datang sebelum Muhammad, untuk mengilustrasikan hadiah dari Allah bagi mereka yang berbuat baik. Namun juga sebaliknya, siapa saja yang berdiri di sisi yang berseberangan akan dihukum di neraka karena kejahatan mereka.

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, β€œWahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”

Dia (Ismail) menjawab, β€œWahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

β€” Quran surah as-Saffat, ayat 102.

Salah satu kisah yang diceritakan di dalam surah ini adalah mengenai Ibrahim dan anaknya, Ismail. Namun selain mereka, beberapa nabi dan rasul lainnya pun disebut namanya di dalam surah ini, diantaranya adalah Nabi Nuh, Lut, Ishaq, Musa, Harun, Ilias, dan Yunus (AS).

Ayat-ayat yang terdapat di surah as-Saffat dimaksudkan untuk memperingatkan orang-orang kafir, dan juga sekaligus untuk menghibur umat Islam, memberikan mereka harapan bahwa keadaan mereka yang waktu itu sedang dilanda banyak penganiayaan akan segera berubah. Hanya beberapa tahun kemudian, umat Islam pun berjaya, menguasai segala penjuru wilayah di tanah Arab Saudi dengan kota Madinah sebagai pusatnya.

+ peringatan dan kabar gembira dari Allah.

Orang-orang kafir di Mekah pada waktu itu mulai berani menolak dan secara terang-terangan mengejek ajaran-ajaran Rasulullah (SAW) mengenai tauhid, dan bahkan secara langsung mengolok-olok kebenaran tentang adanya hari akhirat. Dari sana, Allah memperingatkan mereka azab-Nya akan datang ke depan halaman rumah mereka, terlepas dari kekayaan atau pun kekuasaan duniawi yang mereka miliki, balasan dari Allah atas cemoohan mereka akan datang.

Peringatan-peringatan tersebut diturunkan oleh Allah ketika tampaknya tidak ada peluang keberhasilan bagi Nabi Muhammad (SAW) untuk menyebarkan Islam lebih luas di kota Mekah. Waktu itu, orang-orang Muslim yang dipanggil dengan sebutan “pasukan Allah” di ayat-ayat tersebut tengah berada di bawah penganiayaan yang sangat serius. Tiga perempat dari keseluruhan umat Islam telah berhijrah dari Mekah, dan hanya sekitar 40 atau 50 para sahabat yang tinggal di Mekah menemani Rasulullah (SAW).

Walaupun begitu, ia dan segelintir sahabat yang setia menemaninya tetap bersabar dalam menghadapi penganiayaan yang berlebihan itu. Melihat keadaan mereka, banyak orang kafir yang mengira perjuangan Rasulullah (SAW) akan terkubur begitu saja. Namun mereka salah, karena dalam kurun waktu 15 tahun, penaklukan Mekah pun terjadi.

Hal tersebut merupakan kehendak yang telah Allah peringatkan melalui Nabi Muhammad (SAW) kepada orang-orang kafir, lebih dari satu abad sebelum hal itu terjadi. Dan di sisi lain, hal tersebut juga merupakan kabar gembira yang telah Allah janjikan kepada orang-orang yang beriman jauh-jauh hari, bahkan sebelum mereka memutuskan untuk berhijrah dan memulai sistem pemerintahan di kota Madinah.

surah Sad.

Surah ini merupakan surah ke-38 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 88 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Ayat-ayat di dalam surah Sad diturunkan tidak lama setelah lengkapnya surah al-Qamar, yaitu surah ke-54 di dalam kitab al-Quran. Nama dari surah ini diambil dari huruf pertama yang membuka surah ini setelah bacaan basmalah, yaitu huruf sad.

Tema yang terdapat di surah as-Saffat berlanjut ke dalam surah Sad, yang nantinya dilanjutkan pula ke dalam surah az-Zumar. Namun di sini, Allah menambahkan petunjuk-Nya mengenai dosa para pemimpin suku Quraisy, yaitu sifat sombong. Sebagian ayat di surah ini diturunkan pada saat kaum Quraisy mendekati paman Nabi Muhammad (SAW), Abu Thalib, dan memintanya untuk membujuk agar Rasulullah (SAW) berhenti menyebarkan Islam.

Karena itu, Allah merespons dengan menceritakan kisah-kisah para nabi sebelum Muhammad, yang di antaranya adalah Nabi Daud (AS), dan begitu juga anaknya, Nabi Sulaiman (AS). Surah Sad menggunakan mereka sebagai perumpamaan atas orang lain selain Nabi Muhammad (SAW) yang sempat juga menyebarkan kebenaran, namun ditolak oleh kebanyakan orang pada awalnya. Seperti seperti rahmat yang diturunkan kepada Nabi Daud dan Sulaiman (AS), pada akhirnya Nabi Muhammad (SAW) pun akan berkuasa di atas muka Bumi, dan memberikan kedamaian bagi seluruh pengikutnya.

(Allah berfirman), β€œWahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”

β€” Quran surah Sad, ayat 26.

surah az-Zumar.

Dari apa yang telah dilampirkan oleh surah Sad, bagian awal dari surah az-Zumar menyatakan bahwa Allah mengutuk orang-orang kafir yang keras kepala, khususnya mereka tidak rela meninggalkan jejak nenek moyang mereka yang sesat, padahal seharusnya mereka dapat menerima kebenaran ke dalam hati mereka. Padahal, kekuasaan Nabi Daud dan Sulaiman (AS) adalah jauh lebih tingig daripada mereka, namun para nabi tetap menaati ajaran Allah, dan hati mereka tidak rusak karena kekayaan dan segala sesuatu yang mereka miliki di dunia.

Selain itu, surah az-Zumar juga kembali mengingatkan kita bahwa sumber dari segala keburukan di muka Bumi ini berasal dari setan yang terkutuk. Di dalam surah az-Zumar juga terdapat rangkaian kisah mengenai tantangan yang setan nyatakan sesaat setelah penciptaan manusia pertama, Adam dan Hawa. Perang batin antara ketaatan kepada Tuhannya, dan godaan setan yang terkutuk, menjadi perumpamaan terakhir dari Allah mengenai sifat sombong yang dapat menyebabkan siapa saja tersesat, bahkan seorang nabi sekalipun.

Anyways, surah az-Zumar merupakan surah ke-39 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 75 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini diambil dari kata yang terdapat pada ayatnya yang ke-71 dan ke-73; nama tersebut memiliki arti “Rombongan-rombongan”.

Namun begitu, karena juz hari ini hanya mencakup hingga ayat ke-31, selengkapnya mengenai surah az-Zumar akan dibahas di ikhtisar selanjutnya, insya Allah!

ayat pilihan dari juz ke-23 al-Quran.

فَسَجَدَ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΩ„Ω°Ϋ€Ω‰Ω•ΩΩƒΩŽΨ©Ω كُلُّهُمْ Ψ§ΩŽΨ¬Ω’Ω…ΩŽΨΉΩΩˆΩ’Ω†ΩŽΫ™ – Ψ§ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§Ω“ Ψ§ΩΨ¨Ω’Ω„ΩΩŠΩ’Ψ³ΩŽΫ— اِسْΨͺΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±ΩŽ ΩˆΩŽΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΩƒΩ°ΩΩΨ±ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.

β€” Quran surah Sad, ayat 73 dan 74.

Sadaqallahul ‘adzim~

Terima kasih sudah membaca tulisan farras hari ini! Semoga Sobat-sobat semuanya dapat mengambil hikmah dari ikhtisar hari ini. Apabila Sobat mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, jangan lupa like dan share postingan kali ini. Dan seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s