ikhtisar dari juz ke-25 al-Quran

Henlo, beautiful people, para Sobat yang insya-Allah hatinya dipenuhi kedamaian dan belas kasihan, serta diberkati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala! Selamat datang di ikhtisar al-Quran hari ini! Bagaimana kabarnya?

Hari ini, kita akan melanjutkan juz sebelumnya yang berakhir di ayat ke-46 dari surah Fussilat. Selain itu, kita juga akan meringkas surah Asy-Syura, az-Zukhruf, dan ad-Dukhan, dan al-Jasiyah. Kelima surah tersebut diturunkan kepada Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) ketika periode Mekah, yaitu ketika komunitas Muslim yang waktu itu masih kecil berada di bawah penyiksaan dan penindasan orang-orang kafir.

Bismillahirrahmanirrahim~

lebih lanjut mengenai surah Fussilat.

Di dalam surah ini, Allah SWT memberikan tanggapan-Nya mengenai keputusasaan orang-orang kafir Quraisy yang tanpa henti berusaha menjelek-jelekkan karakter Nabi Muhammad (SAW), menodai nama baiknya dan menurunkan kehormatannya, memutarbalikkan pesan-pesannya, dan mengganggu ajakan-ajakannya untuk memeluk agama Islam.

Di bagian akhir dari surah Fussilat ini Allah menunjukkan bahwa sifat sombong orang-orang yang apabila dihadapi oleh kesulitan, mereka dengan cepat kembali ke hadapan Allah dan meminta bantuan-Nya; namun setelah Allah angkat kesulitan tersebut, mereka menganggap seakan-akan semuanya adalah berkat usahanya sendiri, dan mereka lupa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Yang Mahakuasa.

Di sini, Allah menyatakan bahwa tidak peduli sekeras apa mereka berusaha menggagalkan penyebaran agama Islam, mereka tidak akan berhasil, sedangkan firman-firman Allah akan menyebar ke seluruh pelosok Arab. Lebih dalam lagi, Allah menjelaskan bahwa bukan tugas Nabi Muhammad untuk memaksa siapa pun untuk menerima ajaran-ajaran Islam, melainkan tugasnya hanyalah untuk menyampaikan pesan; sedangkan setiap orang harus membuat keputusannya sendiri, dan hidup pula dengan konsekuensinya sendiri.

+ posisi kaum musyrik di hadapan Allah.

Di surah sebelumnya, ayat-ayat di dalam surah Gafir menuntun setiap pembaca melalui berbagai skenario dan argumen antara kaum musyrik dan orang-orang yang beriman, dan berakhir dengan kesimpulan bahwa kecuali mereka bertobat kepada Allah, mereka akan berakhir di neraka. Di sini, banyak ayat di surah Fussilat menjelaskan bahwa kesempatan yang Allah berikan, walaupun berlimpah, sebenarnya terbatas; dan ada saatnya ketika orang-orang musyrik tersebut memutuskan untuk beriman, padahal mereka sudah terlampau terlambat.

Maka dari itu, selama seluruh manusia masih mampu mengikuti bimbingan dari Allah yang terdapat di dalam kitab al-Quran, maka kesempatan Allah masih terbuka bagi mereka, dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat. Dan tidak hanya selamat dari api neraka, siapa saja yang mengikuti bimbingan-Nya akan meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Di dalam surah Fussilat, Allah menjelaskan karakteristik kitab al-Quran, serta gunanya bagi kaum musyrik dan orang-orang yang beriman. Di sini, Allah menjelaskan bahwa salah satu tanda- salah satu sifat utama yang dimiliki seseorang yang musyrik adalah keras kepala, ketidakmampuan untuk menghadapi kebenaran.

surah asy-Syura.

Surah ini merupakan surah ke-42 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 53 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “Musyawarah”, dan diambil dari kata syuura yang terdapat pada ayat ke-38. Selain asy-Syura, surah ini juga sering disebut dengan sebutan Ha Mim ‘Ain Sin Qaf, karena surah ini dibuka dengan lima huruf hijaiah tersebut.

Ayat-ayat di dalam surah asy-Syura terus melengkapi argumen dan pembelajaran yang terdapat di surah-surah sebelumnya, bahwa pesan-pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad (SAW) bukanlah ajaran baru, melainkan ajaran yang telah dibawakan oleh segelintir nabi dan rasul yang datang sebelum Muhammad.

Melalui firman-Nya, Allah memastikan bahwa Muhammad tidak mencari ketenaran atau pun keuntungan pribadi dengan menyebarkan wahyu Allah. Selain itu, sebagai seorang nabi, Allah pastikan pula bahwa Muhammad tidak berlaku sebagai hakim yang menentukan nasib setiap orang. Dari sana, Allah menjelaskan bahwa setiap manusia harus menanggung bebannya sendiri, dan Muhammad hanyalah seorang pembawa pesan kebenaran seperti halnya banyak nabi dan rasul yang datang sebelumnya.

Sesungguhnya Dialah Allah, satu-satunya hakim di hari pengadilan. Allah juga sempat menjelaskan bahwa sesungguhnya apabila Dia menghendaki, Allah dapat membuat semua manusia di Bumi hidup sebagai satu kaum yang menganut satu agama yang sama, namun Allah telah memberikan kebebasan kepada seluruh manusia untuk membuat pilihan mereka sendiri. Tidak lupa, di dalam surah ini pula Allah mengajarkan kita untuk bermusyawarah demi mencapai keputusan bersama, dengan begitu kita akan terhindar dari dosa besar.

surah az-Zukhruf.

Surah ini merupakan surah ke-43 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 89 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “Perhiasan”, dan kata tersebut terdapat pada ayat ke-35. Ayat tersebut menjelaskan bahwa banyaknya harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi dan/atau rendahnya derajat seseorang.

[…] dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

β€” Quran surah az-Zukhruf, ayat 35.

Surah az-Zukhruf menjelaskan bahwa semua wahyu yang Allah turunkan merupakan rahmat dari-Nya, dan merupakan hak-Nya dalam memilih siapa yang pantas untuk dijadikan seorang nabi. Allah menjelaskan bahwa kepemilikan atas barang-barang duniawi dan kekayaan tidak berarti bahwa seseorang memiliki derajat yang lebih baik daripada orang lain menurut pandangan Allah; sedangkan nilai sebenarnya berasal dari keputusan seseorang dalam mengikuti kebenaran di dalam kitab al-Quran.

Banyak ayat di dalam surah az-Zukhruf yang menggambarkan tentang bahaya dan cobaan yang bersumber dari keindahan duniawi. Selain itu, ayat-ayat di dalam surah az-Zukhruf juga berlaku sebagai kritik terhadap kaum Quraisy dan para pemimpin Arab yang pada umumnya keras kepala, serta tidak bersedia meninggalkan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala mereka, padahal tuhan-tuhan palsu mereka hanya terdapat di dalam khayal belaka.

Di surah ini, Allah memberikan peringatan-Nya untuk orang-orang kafir dalam bentuk nasihat untuk meninjau dan mengoreksi diri sendiri; introspeksi atas perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, serta dosa diri sendiri.

surah ad-Dukhan.

Surah ini merupakan surah ke-44 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 59 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini diambil dari kata yang terdapat di dalam ayat ke-10, dan kata tersebut memiliki arti “Kabut”.

Menurut riwayat Bukhari, orang-orang kafir di Mekah pada waktu itu sudah melampaui batas dalam menghalang-halangi penyebaran agama Islam, serta keterlaluan dalam menyakiti dan mendurhakai Nabi Muhammad (SAW). Karena itu, Rasulullah (SAW) berdoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf (AS), yaitu musim kemarau yang panjang.

Doanya pun dikabulkan oleh Allah hingga ke titik di mana orang-orang yang kafir di Mekah rela memakan tulang dan bangkai demi bertahan hidup melawan rasa lapar. Mereka kerap kali menengadah ke langit dan meminta pertolongan dari Allah. Namun kesempatan untuk bertobat telah hilang dari mereka, sehingga tidak ada satu pun pertolongan dari Allah datang, kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.

Putus asa, akhirnya mereka datang kepada Nabi Muhammad (SAW), dan meminta agar beliau memohon kepada Allah supaya musim kemarau tersebut diangkat dari tanah mereka. Mendengar doa nabi-Nya, Allah pun menurunkan hujan dari langit. Namun tidak lama setelah azab itu diangkat, masyarakat di Mekah berubah kembali menjadi kafir seperti semula.

[…]

Ayat-ayat di dalam surah ad-Dukhan membawa tema-tema yang sama seperti yang telah dibawa oleh beberapa surah sebelumnya, dan bahkan nantinya tema-tema tersebut dibawakan kembali oleh surah al-Jasiyah. Waktu itu, para pemimpin Mekah dan kaum Quraisy mengumumkan secara terang-terangan penolakan mereka atas Nabi Muhammad (SAW) di kota Mekah; mereka mengadakan pertemuan, memperdebatkan rencana, hingga ke titik di mana mereka berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad (SAW).

Di surah ini, Allah dengan tegas mengkritik sifat keras kepala dan ketidaktahuan mereka, dan bahkan membandingkan mereka dengan Firaun. Beberapa kali, Allah juga menjelaskan bahwa al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab agar mereka dapat lebih mudah mengerti.

Selain itu, Allah juga menjelaskan bahwa beragama Islam tidak memperbolehkan mereka menganut pula sifat syirik dan kepercayaan takhayul yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Hal tersebut menanggapi sebagian orang kafir yang mengaku telah beriman, namun di saat yang sama tetap menyembah berhala-berhala mereka.

Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu pasti akan berkata, ”Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami tidak akan dibangkitkan, maka hadirkanlah (kembali) nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.”

β€” Quran surah ad-Dukhan, ayat 34-36.

Salah satu contoh sifat keras kepala milik orang-orang kafir di Mekah adalah tuntutan mereka agar Allah membangkitkan nenek moyang mereka yang sudah mati. Padahal, Allah telah menjelaskan bahwa segala hal di Bumi ini telah dirancang dengan hukum tertentu, termasuk kehidupan dan kematian; Allah menjelaskan bahwa alam semesta tidak terjadi secara kebetulan, dan apabila mereka dapat melihat sekeliling mereka, maka seharusnya keagungan Allah tidak perlu dipertanyakan lagi.

surah al-Jasiyah.

Surah ini merupakan surah ke-45 menurut susunan al-Quran, terdiri atas 37 ayat, dan termasuk ke dalam golongan surah-surah Makkiyah. Nama dari surah ini memiliki arti “Yang Berlutut”, diambil dari kata {italic}jaatsiyah yang terdapat pada ayat ke-28.

Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

β€” Quran surah al-Jasiyah, ayat 28.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu ketika seluruh manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi, hakim yang memberikan keputusan terhadap setiap perbuatan yang telah kita perbuat di dunia; pada hari itu, semua manusia berlutut di hadapan Allah. Namun selain al-Jasiyah, surah ini juga sering disebut dengan sebutan asy-Syari’ah, yaitu sebuah nama yang diambil dari kata syari’ah yang terdapat pada ayat ke-18.

Anyways, selain membahas tentang tauhid, syirik, dan musyrik, tema lainnya yang Allah kembali tekankan di surah ini adalah sifat sombong.

ayat pilihan dari juz ke-25 al-Quran.

ΩˆΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŒ لِّكُلِّ Ψ§ΩŽΩΩ‘ΩŽΨ§ΩƒΩ Ψ§ΩŽΨ«ΩΩŠΩ’Ω…ΩΫ™ – ΩŠΩ‘ΩŽΨ³Ω’Ω…ΩŽΨΉΩ اٰيٰΨͺِ اللّٰهِ ΨͺُΨͺΩ’Ω„Ω°Ω‰ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ«ΩΩ…Ω‘ΩŽ ΩŠΩΨ΅ΩΨ±Ω‘Ω مُسْΨͺΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩΨ±Ω‹Ψ§ ΩƒΩŽΨ§ΩŽΩ†Ω’ Ω„Ω‘ΩŽΩ…Ω’ ΩŠΩŽΨ³Ω’Ω…ΩŽΨΉΩ’Ω‡ΩŽΨ§Ϋš ΩΩŽΨ¨ΩŽΨ΄Ω‘ΩΨ±Ω’Ω‡Ω بِعَذَابٍ Ψ§ΩŽΩ„ΩΩŠΩ’Ω…Ω

Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, (yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih.

β€” Quran surah al-Jasiyah, ayat ketujuh dan kedelapan.

Sadaqallahul ‘adzim~

Cukup sekian ikhtisar dari juz ke-25 al-Quran hari ini. Insya-Allah kita akan merilis ikhtisar dari juz ke-26 beberapa jam ke depan. Seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa esok hari di postingan kita selanjutnya!

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s