ikhtisar dari juz ke-29 al-Quran

Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh setelah Hari Raya Iduladha, yaitu hari ke-11, ke-12, dan ke-13 pada bulan Zulhijjah menurut kalender Islam. Menurut ajaran Islam, hari Tasyrik adalah hari di mana umat Islam dianjurkan untuk banyak berzikir dan beribadah … dan salah satu bentuk ibadah adalah membaca al-Qur’anul karim.

Kali ini, kita akan mengulas juz ke-29 al-Quran.

Bismillahirrahmanirrahim~

surah-surah dari juz ke-29 al-Quran.

  • al-Mulk (Kerajaan)

  • al-Qalam (Pena)

  • al-Haqqah (Hari Kiamat)

  • al-Ma’arji (Tempat Naik)

  • Nuh

  • al-Jinn (Jin)

  • al-Muzzammil (Orang Yang Berselimut)

  • al-Muddassir (Orang Yang Berkumpul)

  • al-Qiyamah (Hari Kiamat)

  • al-Insan (Manusia)

  • al-Mursalat (Malaikat Yang Diutus)

Sebagian besar surah-surah pendek di atas terungkap pada awal periode Mekah, yaitu ketika Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam) masih hanya memiliki sedikit pengikut, dan kebanyakan dari mereka masih berada di bawah rasa takut karena intimidasi oleh pemerintahan Mekah yang terus mengintai bahu mereka. Seiring waktu, umat Islam yang masih berjumlah sedikit pun menghadapi penolakan besar-besaran serta penganiayaan yang digiring oleh para pimpinan kaum Quraisy yang kafir.

Namun begitu, ada satu surah di dalam juz ini yang termasuk ke dalam surah-surah Madinah, yaitu surah al-Insan, atau yang biasa disebut juga dengan sebutan surah ad-Dahr.

+


Juz ke-29 dalam bahasa Arab disebut tabarak alladzi, menandai mulainya bagian terakhir dari al-Quran. Sebutan itu sendiri diambil dari kata pertama yang terdapat di dalam juz ini, yaitu di dalam ayat pertama di surah al-Mulk. Pembacaan al-Quran pada juz ini banyak dilakukan oleh banyak umat Islam di seluruh dunia, yaitu beberapa surah pendek yang mudah dihafal, sedikit lebih panjang daripada surah-surah yang terdapat di deretan terakhir dari al-Quran, yaitu juz ke-30.

Surah terpanjang yang terdapat di dalam juz ke-29 adalah surah al-Muddassir dengan 56 ayat, sedangkan surah terpendek di dalam juz ini dipegang oleh surah al-Muzzammil dengan 20 ayat. Di dalam proses pembacaan al-Quran secara menyeluruh yang biasanya dilakukan selama satu bulan selama bulan Ramadan, surah-surah di dalam juz yang satu ini dibaca pada hari ke-29 sesuai dengan nomor juz itu sendiri.

Selain dibaca pada hari ke-29 di akhir bulan Ramadan dalam proses pembacaan al-Quran, surah-surah di dalam juz ini juga sering dibaca oleh banyak imam ketika mereka memimpin ibadah salat wajib (Subuh, Magrib, dan Isya) serta sunah berjamaah (Tarawih dan Witir) setelah pembacaan surah al-Fatihah.


ikhtisar.

Perbedaan yang paling menonjol di dalam dua juz terakhir dari al-Quran adalah ringannya tema-tema pembahasan yang Allah angkat apabila dibandingkan dengan 28 juz sebelumnya. Setiap surah di sini lebih pendek, dan khususnya di juz ke-29, kebanyakan ayat-ayatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW) ketika periode Mekah, yaitu sebelum beliau dan para pengikutnya berhijrah ke kota Madinah.

Situasi umat Islam pada saat itu merupakan alasan mengapa kebanyakan ayat di dalam juz ini membahas tentang kehidupan spiritual internal seorang Muslim. Namun di samping itu, terdapat pula sedikit diskusi tentang hal-hal praktis, seperti bagaimana seorang Muslim hidup, baik itu di tengah-tengah komunitas Islam atau pun di tengah-tengah sebuah wilayah yang budaya dan kulturnya jauh dari keislaman.

Namun begitu, fokus dari juz ini tetap ditekankan mengenai iman seseorang untuk Tuhannya Yang Mahakuasa. Selain itu, bagi Sobat-sobat yang suka membaca dan menulis puisi, mungkin Sobat akan senang mengetahui bahwa banyak ayat di juz ke-29 ini yang ditulis secara puitis, dan bahkan menurut Ahmed Bukhatir, banyak sekali nyanyian nasyid dan mazmur Islami yang sumber temanya diambil dari ayat-ayat yang terdapat di juz ke-29 ini.

+


Surah pertama dari juz ke-29 al-Quran disebut dengan surah al-Mulk. Nama tersebut apabila diterjemahkan secara kasar akan berarti “Kekuasaan” atau “Kedaulatan”, dan ada suatu masa ketika Nabi Muhammad (SAW) mendesak para pengikutnya untuk membaca surah ini di setiap malam sebelum mereka tidur. Di dalamnya, terdapat pesan-pesan yang menekankan keagungan dan keesaan Allah SWT, yang menciptakan dan memelihara segala hal di luar jangkauan kita; di dalamnya, terdapat penjelasan bahwa tanpa berkah dan ketetapan-Nya, manusia tidak akan memiliki apa-apa; selain itu, di dalamnya juga terdapat peringatan Allah terhadap orang-orang yang tidak beriman, akan hukuman dan api-Nya yang menunggu mereka di hari akhirat.

Surah-surah lainnya di dalam juz ini terus menjelaskan tentang kebenaran, dan kepalsuan yang ditiupkan oleh iblis dan setan-setannya; selain itu, dijelaskan pula bagaimana setan dapat memanfaatkan ego seseorang dalam rangka menyesatkan mereka. Di dalam juz ini terdapat dua bagian yang memperlihatkan perbedaan yang nyata antara orang-orang yang egois dan sombong, serta mereka yang rendah hati dan bijaksana.

Allah SWT juga mengingatkan kembali seluruh umat Islam bahwa terlepas dari pelecehan dan tekanan dari orang-orang kafir, seorang Muslim harus tetap teguh terhadap keyakinan bahwa agama Islam adalah jalan hidup yang benar. Setiap pembaca juz ini diingatkan kembali bahwa Allah merupakan satu-satunya zat yang berhak menghakimi suatu kaum, dan setiap orang kafir yang mendengar ayat-ayat di dalam juz ini diingatkan kembali bahwa hukuman-Nya yang keras akan datang kepada mereka, membalas dosa dan aniaya mereka terhadap orang-orang yang beriman.

Memang, selain untuk menguatkan iman dan status spiritual umat Islam, banyak ayat di dalam juz ini yang juga membahas tentang kemurkaan Allah atas orang-orang kafir, yaitu mereka yang menolak agama Islam setelah berbagai jenis pesan dan firman Allah datang kepada mereka; Allah bahkan sempat menggambarkan kemurkaan-Nya di hari pembalasan nanti.


ayat pilihan dari juz ke-29 al-Quran.

ΩˆΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŒ ΩŠΩ‘ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽΩ‰Ω•ΩΨ°Ω Ω„ΩΩ‘Ω„Ω’Ω…ΩΩƒΩŽΨ°Ω‘ΩΨ¨ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

β€” Quran surah al-Mursalat.

Di dalam surah al-Mursalat, ayat di atas sempat diulang sebanyak 10 kali seakan-akan penegasan Allah tidak pernah cukup bagi mereka yang tidak juga beriman, bahkan setelah Nabi Muhammad (SAW) menyebarkan firman dan wahyu dari Tuhannya. Bersamaan dengan itu, Allah juga memberikan mereka perumpamaan atas neraka yang akan mereka diami di kehidupan selanjutnya, yaitu sebagai tempat penderitaan bagi mereka yang menyangkal keberadaan Allah, dan mereka yang menuntut bukti berlebih atas hal tersebut.

Sekian saja untuk ikhtisar dari juz ke-29 al-Quran. Sadaqallahul β€˜adzim~

Terima kasih sudah membaca artikel ini! Semoga ikhtisar yang satu ini dapat memberikan hidayah bagi Sobat-sobat yang membutuhkan. Seperti biasa, jangan sampai putus zikirnya kepada Allah, dan sampai jumpa di ikhtisar kita mengenai juz terakhir al-Quran! Wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s