ikhtisar dari juz terakhir al-Quran

Semoga kedamaian, rahmat, dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala menyertai Sobat-sobat semuanya; selamat datang di the Islamweb.site! Postingan kali ini akan menjadi artikel terakhir dari serial 30 juz menjelang Iduladha, karena insya-Allah hari ini kita akan membahas juz ke-30 dari al-Qur’anul karim.

Seperti yang telah dijelaskan di ikhtisar sebelumnya, lima juz terakhir dari al-Quran dirangkai oleh lebih banyak surah daripada yang terdapat di 25 juz sebelumnya; maka dari itu, farras akan berusaha menulis setiap ikhtisar dari lima juz terakhir ini sependek mungkin, insya-Allah. Jadi, tanpa basa-basi, mari kita belajar bersama mengenai bimbingan Allah yang terdapat di dalam juz terakhir!

Bismillahirrahmanirrahim~

terdiri dari 35 surah; dimulai dari surah an-Naba’ dan diakhiri dengan surah an-Nas.

Juz ke-30 dari al-Quran lebih dikenal dengan sebutan Juz ‘Amma, yaitu sebutan yang diambil dari kata pertama yang mengawali juz terakhir ini, yaitu ‘amma, pada ayat pertama dari surah an-Naba’. Sebagian besar dari banyak surah pendek di atas terungkap pada awal periode Mekah, yaitu ketika Rasulullah (sallallahu ʿalayhi wasallam) masih hanya memiliki sedikit pengikut, dan hampir setiap dari mereka merasa takut akan intimidasi yang terus diberikan oleh orang-orang kafir di Mekah; namun begitu, ada sedikit surah yang tetap termasuk ke dalam surah Madiniyah, yaitu surah al-Bayyinah, az-Zalzalah, dan an-Nasr.

Seluruh umat Islam sering membaca surah-surah yang terdapat di dalam juz terakhir ini, terutama karena surah-surah tersebut relatif pendek dan mudah dihafal, khususnya surah-surah yang berada di deretan terakhir al-Quran. Dalam proses pembacaan kitab al-Quran secara menyeluruh yang biasanya dilakukan dalam satu bulan, khususnya bulan Ramadan, juz terakhir ini sering kali dibaca pada hari ke-30 pula. Dan selain itu, surah-surah tersebut juga sering kali menjadi surah pilihan yang imam salat baca ketika mereka memimpin salat, baik itu ibadah salat wajib atau pun salat sunah seperti halnya Tarawih dan Witir.

Karena surah-surahnya yang relatif pendek, umat Islam sering kali mendapatkan Juz ‘Amma sebagai buku saku yang mereka miliki dan mudah dibawa ke berbagai tempat, di mana mereka dapat membaca dan menghafal surah-surah di dalamnya ketika mereka mendapatkan waktu luang. Dalam tradisi pendidikan di Indonesia, Juz ‘Amma mulai dihafal dan dipelajari setelah fase pengenalan huruf-huruf hijaiah.

ikhtisar.

Ayat-ayat yang terdapat di dalam surah-surah Makkiyah ini diturunkan pada saat pengikut Nabi Muhammad (SAW) masih berjumlah kecil, dan mereka sedang sangat membutuhkan bimbingan dan hiburan dari Tuhan mereka, Allah SWT. Surah-surah Makkiyah yang terdapat di juz terakhir ini berguna sebagai pengingat orang-orang yang beriman akan rahmat Allah, beserta janji-Nya bahwa pada akhirnya, kebenaran Islam yang diperankan oleh Rasulullah (SAW) dan setiap pengikutnya akan memenangkan kejahatan dan kezaliman orang-orang kafir.

Di sini, berulang kali al-Quran menggambarkan keesaan dan keagungan Allah melalui proses-Nya menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya. Di sini, setiap wahyu di dalam kitab al-Quran digambarkan sebagai bimbingan spiritual yang sudah sepatutnya setiap Muslim syukuri. Di sini, Allah menjanjikan setiap orang yang beriman akan hadiah yang tidak dapat kita bayangkan indahnya di hari akhirat nanti. Di sini, Allah mendeskripsikan seorang Muslim yang beriman sebagai orang yang sabar, tekun, dan tidak pernah menyerah atas iman mereka kepada Allah SWT.

Namun begitu, di sini pula, al-Quran memberikan peringatan-peringatan terakhirnya mengenai murka Allah atas setiap orang kafir yang menolak pesan yang telah disampaikan kepada mereka, yaitu ajakan untuk benar-benar beriman kepada Allah SWT. Dan neraka … Juz ‘Amma juga menggambarkan kembali untuk terakhir kalinya, sebuah tempat penyiksaan bagi mereka yang menyangkal keberadaan Allah, dan bagi mereka yang menuntut berlebih akan bukti-bukti atas keesaan dan keagungan-Nya.

Naskah tulisan, sastra, wahyu, dan firman Allah yang terdapat di dalam Juz ‘Amma telah menjadi dasar dari keyakinan banyak orang Muslim di umur muda mereka. Setiap surah di dalam Juz ‘Amma memiliki nama khusus yang dapat mewakili berbagai poin utama dari berbagai bimbingan Allah terhadap umat-Nya. Dan maka dari itu, setiap surah di dalam Juz ‘Amma sudah sepantasnya memiliki tempat khusus di dalam hati setiap orang yang membacanya.

Subhanallah. Ashadu ‘an la ilaha illallahu, waashadu ‘anna muhammdan rasulullah.

ayat-ayat pilihan dari juz terakhir al-Quran.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ – اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ – اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ – وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ – ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ – فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung. Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras. Sungguh, Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali). Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih, yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia, Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.

— Quran surah al-Buruj, ayat 11-16.

Sadaqallahul ‘adzim~

Alhamdulillah, berakhir sudah ikhtisar dari seluruh al-Quran, dari juz pertama hingga juz terakhir. Terima kasih sudah membaca setiap ikhtisar sejak lebih dari sebulan yang lalu, farras benar-benar berharap ada setidaknya satu atau dua pembaca yang dapat mengambil hidayah dari setiap ikhtisar yang farras tulis! 30 postingan mengenai ikhtisar ini akan terus dapat dibaca selama internet ada, insya-Allah, dan farras berharap farras akan mendapatkan pahala berlanjut bahkan setelah farras meninggalkan dunia ini. Tidak salahnya bukan berinvestasi sejak dini untuk kehidupan farras di akhirat nanti? 😀

Insya-Allah, farras akan menulis ulasan atas pengalaman farras menulis ikhtisar dari al-Quran setiap hari, yang apabila Allah berkenan akan farras posting bulan depan. Di sana nanti, farras akan menjelaskan perjuangan farras, membahas tentang kesalahan dan kekurangan farras, serta manfaat yang dapat farras ambil dari menulis setiap hari, khususnya mengenai kitab pedoman kita, al-Qur’anul karim.

Anyways, seperti biasa, pesan farras adalah agar Sobat-sobat tidak memutuskan zikir kepada Allah SWT. Dan selain itu, Sobat akan buat farras senang apabila Sobat like postingan ini, apabila Sobat mendapatkan sedikitnya ilmu dari membaca ikhtisar ini, jangan lupa share ke teman-teman dan keluarga Sobat. Sampai jumpa di postingan berikutnya 👋🏽 wassalam~

©   t h e   I s l a m w e b . s i t e
e d i t o r :   f a r r a s   f i l ‘ a z i s

2 responses to “ikhtisar dari juz terakhir al-Quran

    • as always to you too, thank you for reading 🤗 but more than that, thank you for the nomination! i dont know how long until i would be able to respond to this award, but ive been cherishing it every day since the day you nominated me, so thank you very much. subhanallah, alhamdulillah; syukran katsiran! ✨

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s