politikus anti-Islam di denmark berencana bakar al-Quran 😑

Rasmus Paludan, yaitu Pemimpin Partai Stram Kurs di Denmark yang kerap mencitrakan dirinya sebagai tokoh anti-Islam, berencana membakar al-Quran dalam kunjungannya ke Swedia akhir bulan ini. Menurut laporan, salah satu faktor aksi hina ini direncanakan adalah karena wilayah tujuan ia berkunjung merupakan daerah yang penuh dengan imigran; ia beranggapan bahwa aksinya merupakan pembelaan terhadap rakyat Swedia, yang menurutnya tengah tergusur oleh para imigran.

Bahkan sebelum aksinya terlaksanakan, rencananya yang ia kemukakan kepada publik telah memicu kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia. Mengingat juga track record tahun lalu, tepatnya pada bulan Maret, ketika kepopulerannya melesat tinggi setelah ia membakar salinan kitab suci al-Quran di ibu kota Denmark, tepatnya di jalan Holmens Kanal di kota Kopenhagen. Aksinya merupakan luapan amarah kepada Hizbut Tahrir yang waktu itu sempat menggelar salat Jumat di depan Istana Christiansborg.

Dengan pengakuannya sendiri, Paludan diundang untuk membakar al-Quran oleh Dan Park, seorang seniman jalanan Swedia yang pernah ditangkap, beberapa kali didenda dan dijatuhi hukuman penjara oleh Pengadilan Swedia karena ekspresi-ekspresi tidak senonoh, khususnya melalui penyebaran seni dan tulisan yang menghina dan mengancam umat Islam.

Dilansir dari CNN International dan Sputnik News, pada hari Kamis (06.08.2020) Paludan mengumumkan rencananya untuk membakar al-Quran yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus di dekat sebuah masjid di distrik RosengΓ₯rd.

β–Έ “Saudara-saudara Swedia kami dimusnahkan di negara mereka sendiri, jadi yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka adalah muncul di salah satu daerah kantong mereka dan memberi tahu pendapat jujur kami tentang Alquran,” kata Paludan dalam sebuah pernyataan. “Alquran akan terbakar di RosengΓ₯rd.”

Hal ini merupakan salah satu fitnah terbesar yang dilancarkan kepada umat Islam, sehingga bahkan seorang politikus memaksakan haknya atas kebebasan berbicara dan kebebasan beragama. Padahal, agama Islam pun mengajarkan mengenai hak dan kebebasan atas opini dan beragama, namun apa yang tidak Islam ajarkan adalah penghinaan dan penganiayaan; aktivitas yang akan menodai nama baik dan merugikan kehormatan orang lain adalah haram hukumnya.

Meski partainya belum masuk ke parlemen, Paludan telah membuat partai dan dirinya terkenal dengan aksi ‘Islamofobia’ seperti membakar al-Quran di setiap wilayah yang didominasi imigran di seluruh Denmark. Namun akibat ulah tidak bermoralnya, Paludan tidak jarang menjadi target beberapa serangan. Pada bulan Juni lalu, ia hampir ditikam oleh seseorang yang tidak dikenal; dan sejak saat itu Paludan terus berada dalam perlindungan dan penjagaan polisi yang telah menelan biaya hingga ratusan juta krona Denmark.

Bahkan sebelum ia menjabat sebagai seorang politikus, Paludan merupakan seorang pengacara dan dosen di Universitas Kopenhagen, di mana ia kerap menyatakan pandangan dan opini yang kontroversial, bahkan menurut hukum. Pada bulan Juni tahun kemarin, ia sempat dipidana karena menyebarkan padangan yang bersifat fitnah terhadap rasial tertentu, sehingga ia sempat dijatuhi hukuman penjara selama tiga bulan.

©  t h e  I s l a m  W e b s i t e
e d i t o r :Β  f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s