lagi-lagi kasus penghinaan terhadap umat Islam, kini oleh Apollinaris Darmawan

Polrestabes (Kepolisian Resor Kota Besar) di Bandung menahan seorang warga bernama Apollinaris Darmawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama di media sosial. Satreskrim (Kepala Satuan Reserse Kriminal) Polrestabes Bandung sekaligus Ajun Komisaris Besar Polisi, Galih Indragiri, menyatakan bahwa kasus ini segera diusut setelah adanya laporan yang diberikan oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan umat Islam.

Galih menjelaskan bahwa pihak kepolisian menetapkan pelaku penistaan agama kali ini sebagai tersangka setelah pihaknya mengantungi sejumlah bukti unggahan di media sosial, yaitu tindakan penistaan yang ditujukan kepada umat Islam.

β–Έ “Jadi, hari Ahad (Minggu) kemarin kita tetapkan (Apollinaris) sebagai tersangka, dan kita tahan di Satreskrim Polrestabes Bandung,” jelas Galih pada hari Senin (10.08.2020). “Ada beberapa (perihal) yang kita jadikan bukti selain dari media sosial, juga ada video pendek terkait apa yang disampaikan yang bersangkutan terhadap agama Islam.”

Galih menjelaskan bahwa Apollinaris sempat menjadi target sorotan median dan masyarakat dikarenakan unggahannya tersebut, dan maka dari itu pihak kepolisian berupaya mengamankan tersangka sebelum adanya amukan dari masyarakat sekitar yang mayoritasnya beragama Islam. Selain itu, Galih juga menyebutkan bahwa sebelumnya tersangka pernah dipenjara karena kasus serupa, di mana ia diproses secara hukum melalui Polres Metropolitan Jakarta Selatan.

β–Έ “Tiga tahun (dipenjara). Sama, karena ujaran kebencian juga,” jelas Galih. “Pelaku ini kita tahu, sudah pernah mengeluarkan buku terkait dengan hal serupa; jadi memang, buku yang bersangkutan tidak boleh beredar.”

+


Pollinaris Darmawan menyebarkan perkataannya yang mendorong kebencian melalui akun Twitter @ApolDarmawan, di mana ia menyinggung agama Islam, bahkan dengan profil bio yang memiliki deskripsi, “Menjelaskan secara terbuka dan beradab bahwa Islam bukan agama, melainkan ajaran sesat yang mendungukan serta membiadabkan umatnya.”

Galih menjelaskan bahwa tersangka mengaku memiliki ideologi dan pandangan tersendiri, dan berdasarkan penelusuran di akun Twitter miliknya, diketahui bahwa tersangka memang sering melontarkan ujaran yang bersifat penghinaan terhadap agama Islam. Di dalam video yang diunggah secara masing-masing, tersangka sempat menyebarkan perkataan yang menodai nama baik ulama karismatik Nahdlatul ‘Ulama, Gus Mus, Nabi Adam (ΚΏalayhissalam), hingga Nabi Muhammad (sallallahu ΚΏalayhi wasallam).

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Rumah Tahanan Polerstabes Bandung, dan dijerat pasal 45-A, ayat kedua di bawah Undang-undang tentang penyalahgunaan informasi di bidang elektronik.

©  t h e  I s l a m  W e b s i t e
e d i t o r :Β  f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s