warga palestina 💔 terpaksa robohkan rumahnya sendiri

Seorang warga Palestina bernama Alaa Borqan memilih untuk merobohkan rumahnya sendiri yang sebelumnya berdiri di Yerusalem Timur, yaitu salah satu wilayah yang Israel telah berhasil rebut dari masyarakat Palestina. Borqan memutuskan untuk merobohkan rumahnya sendiri setelah pengadilan memutuskan bahwa rumahnya dibangun secara ilegal, dan maka karena itu harus diruntuhkan.

Pria berusia 35 tahun itu diberikan dua pilihan, yaitu memaksanya untuk merobohkan rumahnya sendiri, atau membiarkan dewan kota untuk menghancurkan rumahnya sehingga memberikan mereka ‘hak’ untuk mengirimkannya biaya tagihan perobohan bangunan.

Sudah bertahun-tahun lamanya, Israel secara konsisten senantiasa menghancurkan banyak rumah yang dibangun oleh warga Palestina di tanahnya sendiri, khususnya di bagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang kini merupakan target aneksasi Israel. Pengadilan Israel pun kian memutuskan bahwa rumah milik rakyat Palestina harus dihancurkan apabila tidak memiliki izin konstruksi dari pemerintahan Israel. Namun begitu, izin tersebut pun sulit diperoleh oleh warga bernegara Palestina.

▸ “Saya mengajukan permohonan ke balai kota untuk mendapatkan izin bangunan, tapi tidak berhasil. Saya menghabiskan 75 ribu shekel untuk biaya hukum dan survei lapangan,” kata Borqan menjelaskan pengalamannya, seperti yang dilansir oleh Arab News pada Senin (31.08.2020).

Sebuah studi yang dilakukan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), izin yang harus diperoleh oleh warga bernegara Palestina dari pemerintahan Israel, hampir tidak mungkin diperoleh. Hal ini juga didukung oleh pengalaman Borqan yang telah mengeluarkan dana lebih dari 22.000 dolar Amerika Serikat, 321 juta rupiah, demi mendapatkan izin tersebut … namun permintaannya tetap ditolak oleh pemerintahan Israel.

Borqan mengaku sangat kecewa setelah pemerintahan Israel memaksa dirinya untuk menyewa buldoser dan merobohkan rumahnya sendiri. Selama empat tahun bekerja, ia telah menginvestasikan semua tabungannya untuk membangun rumah tersebut, bahkan sampai berutang sebesar 800.000 shekel, atau sekitar 3,4 miliar rupiah.

Sayangnya, pengadilan memutuskan bahwa rumahnya telah dibangun secara ilegal karena tanahnya kini dikuasai oleh Israel, sehingga ia harus memiliki izin dari pemerintahan Israel, yang bahkan hampir mustahil didapatkan oleh warga negara Palestina. Tidak hanya itu, ia pun dikenai denda 60 ribu shakel karena ‘pelanggaran’ tersebut.  Kini, Borqan harus tinggal bersama keluarganya di rumah sewaan dengan harga 2.800 shekal per bulannya.

▸ “Penghancuran rumah dilakukan atas perintah pengadilan Israel, dan (kami) tunduk pada pengawasan hukum yang cermat,” kata penasihat otoritas kota di Yerusalem Timur, Ben Avrahami, setelah menjelaskan bagaimana setiap kasus terkait rumah warga Palestina tengah ditangani secara ketat ‘sesuai hukum’ yang berlaku.

Berdasarkan data, ada sedikitnya 50 rumah yang telah dihancurkan di Yerusalem Timur saja, 50 rumah di tahun 2020 saja. Kebanyakan warga Palestina terpaksa merobohkan rumahnya sendiri untuk menghindari biaya pembongkaran yang ditetapkan oleh hukum dan Undang-undang milik pemerintahan Israel.

▸ “Betapa sulitnya menghancurkan rumah sendiri, dengan tangan sendiri,” jelas Alaa Borqan. “Setidaknya sepertiga dari semua rumah milik rakyat Palestina di Yerusalem Timur tidak memiliki izin bangunan yang katanya harus dikeluarkan oleh pemerintahan Israel, sehingga mereka berpotensi menempatkan lebih dari 100.000 masyarakat Palestina ke dalam risiko pengungsian.”

Dan berdasarkan data lainnya, hak Palestina kian menipis setiap tahunnya, dan terhitung bulan ini hanya 13% dari keseluruhan wilayah Yerusalem Timur yang pemerintahan Israel mempersilakan masyarakat Palestina untuk membangun rumahnya. Bahkan, pemukiman bagi masyarakat Israel mendapatkan alokasi wilayah yang lebih luas daripada hak masyarakat Palestina yang masih hidup, yaitu 35% dari keseluruhan wilayah Yerusalem Timur; sehingga hukum internasional telah menetapkan keputusan ini sebagai tindakan ilegal.

Menurut direktur Pusat Hak Ekonomi dan Sosial Yerusalem, Ziad Hammuri, tindakan pemerintahan Israel terhadap masyarakat Palestina di Yerusalem Timur adalah memalukan. Ziad menyatakan tindakan tersebut akan memiliki efek psikologis yang cukup besar pada banyak keluarga, selain biaya finansial yang besar.

Sebelum Alaa Borqan, tepatnya pada tanggal 2 Juli 2020, sebuah keluarga dengan nama Shalalda juga sempat menjadi sorotan media ketika mereka memutuskan untuk merobohkan rumah mereka sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Sebuah bangunan apartemen dengan dua kamar tidur di A-Tur, seharusnya masih berdiri hari ini apabila pengadilan Israel tidak memutuskan bahwa tempat tinggal mereka didirikan secara ilegal.

▸ Ini sangat sulit, mimpi (kami) telah hancur,” keluh Sara Shalalda, yaitu seorang ibu dengan enam anak. “Kami akan pindah, kami tidak ingin membayar sewa lagi.”

Menurut data lainnya yang juga didapatkan oleh PBB untuk enam bulan pertama tahun 2020, 65 anak di bawah umur telah mengungsi, dan 85 lainnya termasuk ke dalam daftar korban pembongkaran rumah-rumah di Yerusalem Timur.

Menurut Mahmud Zahaykeh, seorang komisaris dari Persatuan Perumahan Yerusalem, sejauh ini warga negara Palestina telah kehilangan hingga 40.000 unit rumah walaupun sebelumnya mereka telah mengeluarkan dana yang tinggi untuk mendapatkan izin bangunan, sehingga kemudian mereka terpaksa mengungsi ke rumah sewaan dengan harga sewa yang tinggi.

▸ “Harga sewa rata-rata 800 dolar Amerika Serikat, dan izin bangunan untuk sebuah apartemen rata-rata 50 ribu dolar Amerika Serikat,” jelas Mahmud Zahaykeh. “Hanya 20 persen warga Palestina yang mendapatkan izin, dan prosesnya bisa memakan waktu lebih dari lima tahun.”

Menurut banyak data, meskipun apa yang dilalui oleh Alaa Borqan merupakan pengalaman yang menyedihkan, ia merupakan salah satu individu yang cukup beruntung. Banyak warga Palestina lainnya yang telah melalui pengalaman yang jauh lebih mengerikan, berkat ketidakadilan yang ditetapkan oleh pemerintahan Israel.

Masya-Allah, innalillahi wa inna ilayhi rajiun.

©   t h e   I s l a m   W e b s i t e
e d i t o r :   f a r r a s   f i l ‘ a z i s

s u m b e r   r e f e r e n s i

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s