kabarnya pelaksanaan ibadah umrah akan dibuka tidak lama lagi, insya-Allah!

Semenjak wabah corona virus, ibadah haji dan umrah memang harus ditunda total. Namun di waktu Iduladha kemarin, alhamdulillah pemerintah Arab Saudi berhasil menyusun program agar ibadah haji dapat tetap dilaksanakan secara aman, walaupun dengan sangat terbatas. Sedangkan begitu, pertanyaan besar umat Islam dari seluruh dunia kali ini adalah kesanggupan pemerintah untuk menyelenggarakan ibadah umrah, karena banyak jemaah yang sudah menanti-nanti pelaksanaan ibadah tersebut.

Wakil resmi bagian Haji KJRI (Konsulat Jendral Republik Indonesia) di Jeddah, Endang Jumali, mengatakan bahwa pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah masih harus mengungu dibentuknya ketentuan protokol kesehatan serta dibukanya izin penerbangan antar negara, dari pemerintah Arab Saudi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Endang Jumali yang pada saat itu sedang ikut mendampingi Konsulat Jendral RI, Eko Hartono, menemui Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Aziz Wazzan, di Jeddah. Pertemuan ini berlangsung pada hari Kamis (03.09.2020). Dan selain nama-nama yang telah disebutkan, hadir pula Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KJRI di Jeddah.

▸ “Pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat,” kata Endang dalam keterangan tertulisnya, hari Jumat (04.09.2020), menerangkan bahwa terdapat dua persyaratan utama yang harus terpenuhi sebelum pemerintah dapat menyelenggarakan musim umrah.

  1. Pertama, penerbangan internasional dari- dan ke- Arab Saudi harus dibuka kembali.
  2. Kedua, ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah di masa pandemi COVID-19 harus ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Endang menjelaskan, ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah masih dibahas dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak dan instansi terkait, termasuk General Authority of Civil Aviation (Bahasa Indonesia: Otoritas Penerbangan Sipil) Arab Saudi, yaitu pihak yang mengeluarkan regulasi penerbangan.

Ia menjelaskan, bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana kebijakan untuk melakukan pembatasan kuota jemaah umrah. Maka dari itu, setelah dibuka nanti, penyelenggaraan umrah akan diperuntukkan bagi semua Muslim di seluruh dunia, termasuk warga negara Arab Saudi, serta orang-orang dengan status warga negara lain yang telah menetap di Arab Saudi selama beberapa bulan terakhir ini.

▸ “Terkait kebijakan batasan usia bagi jemaah umrah, masih menunggu ketentuan protokol kesehatan dari Kemenkes,” tambah Endang. “Pemerintah Arab Saudi juga akan mengkaji regulasi penerbangan di Indonesia sebagai bahan penentuan kebijakan dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah umrah.”

Endang juga sempat menjelaskan tentang rapat yang membahas sejumlah teknis penyelenggaraan umrah, seperti halnya proses visa yang kemungkinan akan diberlakukan sedikit berbeda daripada proses tahun lalu. Selain itu, dibahas pula tentang pengembangan sistem teknologi informasi dan data yang rencananya akan terintegrasi antara berbagai Deputi Umrah, hingga berbagai perihal dan masalah yang menyangkut asuransi kesehatan.

▸ “Pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat,” kata Endang menutup keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Kemenag (Kementerian Agama) tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas COVID-19, untuk menyusun pedoman penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah umrah tahun 1442 Hijriah ini.

Menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, proses ini merupakan bagian dari persiapan yang dilakukan oleh Kemenag terkait penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

▸ “Saudi belum mengumumkan kapan akan mulai membuka penyelenggaraan umrah. Sembari menunggu, kami lakukan persiapan, termasuk menyusun pedoman penerapan protokol penyelenggaraan umrah di masa pandemi,” terang Arfi Hatim di Jakarta, hari Jumat (04.09.2020).

Dalam proses penyusunan, Direktorat Jendral PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) juga telah bertukar surat kepada pihak terkait. Salah satunya adalah surat Ditjen PHU tertanggal 24 Agustus’ 2020 kemarin, berkenaan dengan koordinasi penerapan protokol kesehatan sesuai standar COVID-19 bagi jemaah umrah.

▸ “Dalam waktu dekat, akan ada pertemuan untuk melakukan pembahasan secara intensif, termasuk dengan kementerian/lembaga terkait,” jelasnya. “Kementerian Kesehatan telah siap berkoordinasi untuk membantu kelancaran dan perlindungan kesehatan bagi jemaah umrah.”

Selaku regulator penyelenggaraan umrah, pihaknya terus berkoordinasi dengan- dan meminta masukan dari- dua pihak terkait tersebut, demi terbentuknya penerapan protokol kesehatan standar COVID-19 bagi jemaah yang akan berangkat, pulang, dan pergi melaksanakan ibadah umrah.

Kepala Sub Bagian Pemantau dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Noer Aliya Fitra, menambahkan bahwa pihaknya akan mempercepat penerbitan aturan tersebut, sehingga nantinya dapat dijadikan rujukan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Insya-Allah.

©   t h e   I s l a m   W e b s i t e
e d i t o r :   f a r r a s   f i l ‘ a z i s

s u m b e r   r e f e r e n s i

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s