reaksi terhadap COVID-19, MUI terbitkan imbauan untuk umat Islam dan pemerintah

Majelis Ulama Indonesia, atau MUI, baru saja menerbitkan imbauan kepada umat Islam di tengah-tengah kondisi pandemi virus corona yang kali ini tengah mengalami peningkatan. Melalui surat yang ditandatangani Wakil Ketua Umum, Muhyiddin Junaidi, dan Sekretaris Jendral, Anwar Abbas, lembaga tersebut secara resmi mengeluarkan imbauannya.

Anwar Abbas menyatakan bahwa MUI telah mencermati dan mempelajari perkembangan peningkatan angka kasus COVID-19 di Indonesia, yang mana pada hari Rabu (09.09.2020) kemarin jumlah warga yang sudah terkonfirmasi positif terjangkit pandemi mencapai angka 203.342 kasus, dengan penambahan kasus baru mencapai angka 3.307 jiwa.

β–Έ “Bahkan di daerah tertentu, pemerintah menyatakan bahwa daerahnya sudah berada dalam kondisi darurat dan/atau mendekatinya. Untuk itu, bagi kebaikan kita semua sebagai bangsa, MUI mengimbau,” jelas Anwar Abbas.

Berikut merupakan lima poin utama dari imbauan yang diberikan oleh MUI untuk umat Islam.

  1. Di daerah yang penyebaran virusnya tidak terkendali, umat Islam diimbau untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan salat lima waktu berjamaah di masjid dan/atau musala.
  2. Supaya meningkatkan amal saleh, diimbau untuk membantu saudara semuslim, serta mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah bagi kawan dan sahabat, serta para tetangga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.
  3. Para dai dan mubalig diimbau untuk menjelaskan dan menganjurkan para jemaahnya arti dari pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ada, seperti halnya memakai masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak.
  4. Imbauan agar membaca doa Qunut Nazilah pada setiap salat wajib lima waktu agar kita semua terhindar dari pandemi COVID-19.

lebih lanjut.

Selain lima poin yang telah disebutkan di atas, di waktu yang sama MUI juga mengeluarkan surat edaran berisi imbauan yang dilayangkan secara khusus kepada pemerintah. Surat imbauan yang dikeluarkan oleh MUI ini terdaftar dengan nomor Kep-1639/DP MUI/IX/2020.

MUI mengimbau agar perintah dapat fokus dalam menangani masalah COVID-19, setidaknya untuk memastikan korban jiwa agar tidak banyak berjatuhan selama pandemi ini; agar pemerintah dapat membantu masyarakat yang ekonominya terpukul akibat COVID-19; agar masyarakat lapisan bawah tidak dibebankan pembayaran listrik dan air selama pandemi masih berlanjut; dan agar pemerintah dapat menyediakan masker gratis untuk masyarakat luas.

β–Έ “(Meminta pemerintah agar) membebaskan masyarakat lapis bawah dari penagihan tarif listrik dan air untuk beberapa bulan ke depan agar kita dapat meningkatkan dan/atau mempertahankan daya belinya,” begitu petikan imbauan yang disampaikan oleh Anwar Abbas, pada hari Jumat (11.09.2020).

Melihat tren penyebaran virus corona yang masih berlangsung, MUI juga mengimbau pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan demi mencegah penyebarannya.

β–Έ “MUI mengimbau pemerintah untuk membuat peraturan untuk mengendalikan masalah seputar COVID-19, begitu juga dengan sanksi-sanksinya.”

©   t h e   I s l a m   W e b s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s