Syekh Ali Jaber ditusuk saat safari dakwah di lampung

Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ali Jaber adalah Pendakwah dan Ulama di Indonesia. Ia merupakan Dai yang dikenal di berbagai kajian nasional, serta sempat menjadi juri pada Hafiz Indonesia, program religi dan reality show di RCTI yang ditayangkan selama bulan Ramadan.

Pada hari Minggu (13.09.2020) kemarin, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pemuda bernama Alpin Andria saat beliau menghadiri pengajian dan wisuda tahfidz al-Quran di Masjid Falahudin yang berada di Jalan Taimin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Akibat kejadian tersebut, Syekh menderita luka tusuk di bagian bahu, dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam serta empat jahitan di bagian luar.

Pelaku dari tindak kejahatan tersebut telah ditangkap oleh para jemaah, dan telah diserahkan ke pihak berwajib. Syekh Ali Jaber meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penusukan yang dialami olehnya, karena ia menduga ada motif tertentu yang membuat dirinya sebagai incaran si pelaku.

β–Έ “Kalau urusan pribadi, saya tidak memiliki tuduhan. Tapi secara hukum, dia (pelaku) harus diproses,” kata Ali Jaber saat ditemui seusai kejadian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, pada hari Minggu malam tersebut.

Syekh Ali juga sempat mempertanyakan motif penusukan yang dialaminya. Sebab, ada beberapa kejanggalan ketika ia melihat sosok si pelaku. Walaupun begitu, Syekh Ali bersyukur ia sempat menengok sekilas ke arah kanan, sebab beberapa detik sebelum ia ditusuk, ia tengah berinteraksi dengan jemaah yang berada di sisi kiri panggung.

Tusukan tersebut cukup keras dan kuat sehingga separuh pisau sempat masuk ke dalam bagian tubuh Syekh Ali Jaber. Saat ini, terduga pelaku bernama Alpin Andria (24 tahun) telah berada di bawah pengawasan kepolisian.

β–Έ “Mungkin jika saya masih fokus dengan jemaah di sebelah kiri, mungkin sangat muda dia menusuk bagian dada atau di leher. Karena dia tangan di atas, bukan menusuk ke perut,” jelas Syekh Ali. “(Pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan. Dari segi kekuatan, badannya saja kurus dan kecil. Tidak mungkin jika melihat tubuhnya, bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk.”


reaksi dari Syekh Muhammad Jaber.

Saudara laki-laki Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber, berharap ke depan panitia pelaksana acara tausiah, tablig akbar, dan acara-acara rohani lainnya dapat menjaga ulama yang mereka undang dari ancaman kekerasan.

β–Έ “Saya mengimbau kepada jemaah, khususnya pengurus dan panitia agar menjaga ulama saat tausiah dari orang-orang yang ingin menyakiti,” jelas Syekh Muhammad Jaber.

Syekh Muhammad berdoa agar setiap ulama di Indonesia dan di seluruh dunia selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syekh menginformasikan kondisi saudaranya sudah membaik, dan sudah keluar dari rumah sakit. Syekh Ali Jaber langsung pulang ke rumah dari rumah sakit terdekat usai mendapatkan penanganan atas luka di bagian bahunya.

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber langsung menjadi sorotan media massa dan media sosial. Pada hari Minggu terakhir, pendakwah Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di sebuah masjid bernama Falahuddin, sehingga ia mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya.

β–Έ “Acara baru awal, saya panggil anak sembilan tahun untuk tes bacaan (al-Quran)-nya karena itu acara wisuda hafalan al-Quran. Ketika selesai, keluarga minta foto. Saat itu, ada seorang pemuda lari ke atas panggung,” ujar Syekh Ali Jaber menceritakan peristiwa penusukan yang dialaminya.

Kemudian, beliau kembali bersyukur bahwa saat itu dirinya sempat menangkis tusukan pemuda yang tidak dikenal tersebut.

β–Έ “Alhamdulillah, saya sempat melihat pelaku. Kalau tidak, mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya,” jelas Syekh Ali.


refleksi dari Mbah Mijan.

Ahli metafisika, Mbah Mijan, merasa sedih mendengar kabar ulama panutannya, Syekh Ali Jaber, mengalami musibah seperti ini. Mbah Mijan mengaku ia sempat langsung menghubungi sejumlah rekan-rekannya di Lampung untuk memastikan kondisi Syekh Ali Jaber.

β–Έ “Astagfirullah, Ustaz Syekh Ali Jaber, ulama panutan saya ditusuk orang tidak dikenal. Saya sedih kalau mendengar kabar seperti ini, suka bingung dengan isi otak si pelaku,” tutur Mbah Mijan di akun Twitternya.

Menurut keterangan orang tua si pelaku, malam itu AA sedang mengalami gangguan jiwa. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Purwadi Arianto, saat diwawancarai oleh wartawan pada hari Minggu yang sama.

β–Έ “Adapun modus operandi dari pelaku yang bersangkutan, saat ini, menurut keterangan orang tuanya, mengalami gangguan jiwa,” ungkap Inspektur Jendral Polisi, Purwadi Arianto.

Meski demikian, Purwadi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menelan mentah-mentah informasi yang diberikan tersebut. Maka dari itu, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara secara proaktif telah berencana untuk mengundang dokter dari rumah sakit jiwa. Dari sana, polisi akan mencoba mendalami motif dari perilaku kejahatan yang dilakukan oleh si pelaku berinisial AA tersebut.

©   t h e   I s l a m   W e b s i t e
e d i t o r :Β  Β f a r r a sΒ  Β f i l ‘ a z i s

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s