Masyarakat Xinjiang mendapatkan kebebasan untuk belajar Islam

Akhirnya, umat Islam di Daerah Otonomi Xinjiang kini tidak lagi dilarang belajar mengenai ilmu beragama. Namun begitu, akses masih tetap sulit didapatkan oleh sebagian banyak umat Islam di sana. Maka dari itu, banyak masyarakat Muslim yang memanfaatkan teknologi untuk belajar mengenai Islam melalui jalur nonformal.

β–Έ “Saya dulu belajar agama kepada seorang imam. Setelah lulus SMA, saya melanjutkan belajar agama di kampus Institut Agama Islam Xinjiang di kota kami,” jelas Tursunbay Meyimham selaku imam di Masjid Tursun Tolha yang terletak diΒ  Distrik Yili, pada hari Rabu (09.12.2020) kemarin.

Institut Agama Islam Xinjiang yang berkantor pusat di Kota Urumqi memiliki beberapa cabang, termasuk satu yang terletak di Distrik Yili. Pada hari Rabu kemarin, institut tersebut menyelenggarakan jumpa pers terbatas yang disiarkan secara langsung dengan format yang interaktif.

Selain belajar secara formal, ia menjelaskan bahwa adanya sebagian masyarakat Muslim di daerahnya yang belajar mengenai Islam secara daring melalui beberapa aplikasi sosial media yang populer di China, seperti halnya WeChat dan Weibo.

β–Έ “Semua materi pelajaran sesuai dengan petunjuk dari Asosiasi Islam China,” ujarnya, menjelaskan mengenai kanal resmi mereka di dua media sosial platform tersebut.

Ia kemudian menjelaskan ragamnya materi yang tersedia untuk dipelajari, seperti halnya membaca dan memahami isi al-Quran, serta Hadits Shahih Bukhari dan Muslim. Menurut keterangannya, kalangan remaja Muslim di Xinjiang gemar belajar mengenai Qiraah al-Quran, alias teknik membaca al-Quran dengan suara yang indah dan merdu.

Di masjid lainnya di kota tersebut, lebih tepatnya Masjid Yanghang, Muhtaram Sharip selaku imam di sana sempat menambahkan bahwa berkat bantuan pemerintah pada tahun 2018, lembaganya telah berhasil menerbitkan buku-buku agama secara resmi, termasuk al-Quran dan Hadits, dalam beberapa versi bahasa setempat β€”Uighur, Kazakh, Mongol, dan Salarβ€” agar mudah dipahami oleh lebih banyak komunitas etnis minoritas.

β–Έ “Kami semua bisa merasakan kebebasan beribadah dan saling menghormati antar suku,” jelas Tursunbay, menjelaskan bagaimana umat Islam di Xinjiang tidak hanya merupakan masyarakat Uighur, namun juga banyak masyarakat dengan suku-suku lainnya, termasuk Muslim bersuku Hui yang berasal dari daratan Tiongkok itu sendiri.

Tidak hanya itu, beberapa masjid tua di wilayah paling barat di China tersebut telah diperbaiki dan berkembang ke arah yang lebih baik β€”aman dan nyaman digunakanβ€” dengan harapan tercapainya kehidupan masyarakat Muslim yang lebih maju, berkembang, dan makmur.

β–Έ “Masjid kami dibangun pada 150 tahun yang lalu. Pada September tahun ini, akhirnya mulai direnovasi agar lebih modern dan mampu menampung 500 orang,” jelas Imam Li Fengshen, menjelaskan mengenai masjidnya yang bernama Xiguan.

Demikian halnya dengan Masjid Jamik Hotan yang telah berdiri sejak tahun 1848, hingga kini telah beberapa kali mengalami ‘pemugaran’. Alhamdulillah, kini di berbagai masjid tersebut telah tersedia berbagai fasilitas, termasuk pemanas air dan pengatur suhu ruangan.

Dalam tiga pekan terakhir, Pemerintah Daerah Otonomi Xianjian sudah tiga kali menggelar jumpa pers secara virtual yang terbatas tersebut, untuk menyediakan tempat di mana mereka dapat menanggapi berbagai isu mengenai Islam dan keberagamaan yang kian berkembang di negara tersebut.

Alhamdulillah, jumpa pers kemarin dihadiri pula oleh beberapa pemuka agama, banyak masyarakat, serta berbagai pejabat di pemerintahan lokal. Tidak hanya testimoni, Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang juga menyuguhkan beberapa video tentang aktivitas umat Islam dalam menjalankan kewajiban agama, seperti halnya berbagai salat wajib dan kegiatan belajar dan mengajar ilmu-ilmu Islami.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s