Abu Janda sungkem dan meminta maaf pada Kiai As’ad Ali

Beredar video di mana Permadi Arya alias Abu Janda menemui mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) sekaligus mantan Wakil Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), As’ad Said Ali, hari Sabtu (13.02.2021). Alasan dari pertemuan tersebut merupakan sungkem dan tabayyun perihal kasus yang menimpa Abu Janda, yaitu ujaran kebencian terhadap agam Islam yang ia lontarkan melalui akun Twitter miliknya.

Abu Janda diantar langsung oleh Ketua Umum Barisan Kesatria NU, Kiai Muhammad Rofi’i Mukhlis, dalam pertemuan tersebut. Sebelumnya, Kiai As’ad sempat memberikan permintaan terhadap PBNU agar bersikap tegas terhadap Abu Janda, karena dia telah memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi, dan apabila dibiarkan akan merusak keutuhan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Tidak hanya Kiai As’ad, seminggu yang lalu Abu Janda juga sempat mendatangi PP (Pimpinan Pusat) Pemuda Muhammadiyah, Susanto atau yang biasa disebut Cak Nanto, di mana Abu Janda meminta maaf sekali lagi atas kasus yang menimpanya.

Dari foto yang diunggah di halaman resmi Muhammadiyah, keduanya disebut berada di teras rumah Cak Nanto. Abu Janda yang menggunakan kemeja dan blangkon, sungkem kepada Cak Nanto yang mengenakan kaus. Cak Nanto menyebut telah memaafkan Abu Janda, namun begitu PP Pemuda Muhammadiyah tetap berpedoman pada hukum yang berlaku.

▸ “Tentu Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tidak ikut campur terlalu jauh terhadap proses hukum itu, tetapi hanya meminta asas keadilan dan proses hukum yang transparan sehingga memberikan penjelasan apa yang dimaksud; apakah ada niat yang jahat, apakah ada upaya yang memang mau mendiskriminasikan agama kita, tentunya itu akan menjadi catatan perjalanan bangsa ini,” jelas Cak Nanto di depan Abu Janda, seperti yang dikutip dari halaman resmi Muhammadiyah, hari Minggu (07.02.2021).

▸ “Sebagai sesama Muslim, tentunya penjelasan (dan) permohonan maaf tentu menjadi kewajiban, sebagai seorang sesama Muslim untuk memaafkan itu semua. Tapi karena ini sudah masuk ke ranah hukum (dan) kepolisian, saya kira pihak kepolisian (dan) hukum tetap berjalan dan semua berdasarkan fakta dengan kejujuran keadilan yang diputuskan.”

Semenjak diperiksa polisi terkait pelaporan yang dilayangkan padanya, aktivis media sosial Abu Janda nyaris tidak terlihat memuat unggahan apa pun di media sosialnya. Padahal, selama ini ia terbilang cukup aktif berkomentar mengenai berbagai hal. Untuk ke depannya, Cak Nanto berpesan kepada Abu Janda agar dirinya mengutamakan pesan-pesan yang damai dan mencerahkan daripada yang membuat provokasi dan kebisingan.

▸ “Jadi saya hanya bisa memberikan saran, semoga kita bisa melahirkan Islam yang sejuk dan memberikan ketenangan serta kebahagiaan bagi sesama umat Nabi Muhammad (SAW),” ujar Cak Nanto. “Sebagai sesama Muslim, tentu akan menjadi kewajiban kita untuk memaafkan semua kesalahan. Biarkan hukum tetap berjalan, semoga hukum tetap berada pada jalurnya untuk menegakkan kebenaran.”

Dua kasus berbasis ujaran kebencian yang dipolisikan oleh Ketua DPP KNPI (Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia), Haris Pertama, terhadap Abu Janda, belum menemui titik terang. Padahal, Abu Janda telah diperiksa oleh Bareskrim Polri sebanyak dua kali atas kasus tersebut.

Pemeriksaan pertama pada 1 Februari 2021 terkait kasus ujaran kebencian terhadap agama Islam, di mana ia sempat menyebut Islam sebagai agama yang arogan di akun Twitter miliknya. Terkait hal tersebut, Abu Janda diperiksa selama 12 jam dan dicecar dengan 50 pertanyaan. Kemudian pada 4 Februari 2021, Abu Janda kembali digarap terkait kasus rasis terhadap tokoh Papua, Ntalius Pigai.

Abu Janda dua kali diperiksa, namun belum ada penetapan tersangka. Pihak kepolisian berdalih belum mendapatkan bukti yang cukup. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, mengatakan bahwa penetapan tersangka terhadap Abu Janda merupakan kewenangan penyidik. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan unsur pidana dalam gelar perkara.

▸ “Kita tunggu penyidik ya. Penyidik yang akan membuat jadwal dan lain sebagainya dan tindakan-tindakan lanjutan dari pada kasus ini,” jelas Rusdi di Markas Besar Polri, di Jakarta, hari Kamis (11.02.2021).

Rusdi meminta semua pihak untuk bersabar terkait penanganan kasus yang menjerat Abu Janda. Jelasnya, penyidik akan bekerja maksimal dalam menyelesaikan perkara ini.

[ . . . ]

© the Islamweb.site
editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i

komentar dan diskusi 👋🏼

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s