Soroti pelapor Din Syamsuddin radikal, menurut Musni Umar dan Jazilul Fawaid

GAR (Gerakan Anti Radikalisme) Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) melaporkan Prof. Din Syamsuddin ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dengan tuduhan radikalisme. Terkait hal itu, banyak pihak termasuk pemerintah melalui Mahfud MD, membantah tudingan radikalisme tersebut. Dan tidak hanya Mahfud MD, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, pun turut menyoroti GAR ITB sebagai pelapor tuduhan terhadap Din Syamsuddin tersebut.

Melalui cuatan di akun Twitter pribadinya, Musni Umar menyampaikan protes lantaran nama institusi ITB yang ikut terseret ke dalam masalah ini.

▸ “GAR ITB sebut Prof Din radikal. Saya protes ITB dibawa-bawa untuk menuduh Prof Din radikal. ITB itu hebat. Anak saya dan dua keponakan alumni ITB. Alhamdulillah sejak awal saya bela Prof Din, dan sekarang sangat ramai yang bela,” kata Musni seperti yang dikutip PikiranRakyat dari akun Twitter @musniumar miliknya, hari Minggu (14.02.2021).

Selain melaporkan Din Syamsuddin hingga menuai banyak kecaman, GAR ITB juga kini tengah jadi sorotan lantaran diduga beranggotakan para ‘buzzer’. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Christ Wamea yang kini mendorong pembubaran GAR ITB sebagai sebuah komunitas karena terlampau sering membuat kegaduhan.

▸ “Rata-rata buzzer rezim bicaranya cuma radikalisme dan intoleransi. GAR ITB ini juga kumpulan buzzer, jadi dibubarkan saja. Nanti kerjanya hanya bikin gaduh saja dengan selalu menuduh orang radikal dan intoleran. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, secara resmi sudah sampaikan bahwa Pak Din tidak radikal,” kata Christ Wamea melalui akun Twitter @PutraWadapi miliknya, hari Minggu (14.02.2021).

Di sisi yang sama, pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Jazilul Fawaid, meminta KASN agar fokus terhadap pekerjaan utamanya, dan tidak perlu menanggapi pelaporan dari GAR ITB. Beliau justru merasa aneh akan pelaporan GAR ITB terhadap Din Syamsuddin. Karena menurutnya, Din Syamsuddin terkenal dengan dakwahnya yang sejuk; dan di mata dunia, namanya masyhur sebagai penyampai pesan perdamaian, baik di PBB maupun organisasi internasional lain.

▸ “Lebih baik KASN fokus pada tugas utamanya agar ASN lebih profesional. Kayak kurang kerajaan saja, bukankah masih banyak ASN yang kurang profesional dan radikal malasnya, itu utamakan diurus,” tegasnya seperti yang dikutip oleh Kantor Berita Politik Rmol.id, hari Senin (15.02.2021). “Anehnya kok yang diurus label radikal, dan lapor-lapor Pak Din yang sudah jelas track recordnya sebagai mantan Ketua Umum Muhammadiyah, dan tokoh perdamaian dunia.”

Wakil ketua umum atas Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan itu malah mengatakan bahwa KASN tidak memiliki kinerja yang jelas jika harus mengurus pelaporan GAR ITB tersebut. Ia kemudian meminta masyarakat memperhatikan kinerja KASN yang ia nilai kurang terdengar perannya.

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i