Para Muslim yang melarikan diri dari Cina sekarang menghadapi penindasan di Pakistan

AS (Amerika Serikat) secara resmi telah menetapkan tindakan keras atas tindakan genosida yang dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap para Muslim Uighur. Tetapi penindasan terhadap orang-orang Uighur tidak berhenti hanya di perbatasan Cina, proyek “One Belt One Road” yang sedang berlangsung di Beijing tetap mengancam orang-orang Uighur di negara-negara tetangga seperti Pakistan.

Mohammed Umer merupakan seorang aktivis Uighur yang mengoperasikan jalur kereta bawah tanah di Pakistan, menyeludupkan Muslim yang dianiaya di Cina ke negara tetangga lain. Pekerjaannya semakin sulit karena Cina sudah mulai menginvestasikan miliaran dolar ke CPEC (Koridor Ekonomi Cina-Pakistan), sebagai serangkaian proyek infrastruktur yang menghubungkan kedua negara tersebut.

Terlepas dari semua janji CPEC untuk mengubah ekonomi Pakistan, beberapa pihak melihat perkembangan ini sebagai ancaman, dan bahkan telah melancarkan kampanye perlawanan yang kejam.

▸ “Saya telah melakukan pekerjaan ini selama hampir 10 tahun. Saya telah memberikan solusi pada banyak masalah bagi banyak keluarga Uighur. Dan insya-Allah, kami akan terus berusaha untuk hal tersebut di masa depan. Jika kita tidak melakukannya, lalu siapa lagi?” tanya Mohammed Umer.

Di wilayah Xinjiang di Cina Barat, pemerintah telah berupaya besar-besaran menghapus budaya Uighur dengan menghancurkan berbagai masjid, berbagai sekolah dan madrasah, hingga bahkan kuburan. Pemerintah bahkan membangun kamp konsentrasi yang begitu luas untuk menampung lebih dari 3 juta orang beragama Islam.

▸ “Mertua dan kerabat istri saya menghilang, putri saya pun menghilang. Mereka bisa jadi di penjara, kalau tidak di kamp konsentrasi. Saya menghawatirkan mereka sepanjang waktu, Jika saya kembali dengan kedua anak saya, hanya Allah yang tahu apakah kami akan selamat,” jelas Niaz Ghafoor, seorang sarjana yang menderita karena penindasan oleh pemerintah Cina.

Video berikut ini dibuat oleh produser sekaligus sutradara, Brent E. Huffman, yang melakukan perjalanan ke Pakistan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir: …

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis
— copyright source: VICE news

s u m b e r   r e f e r e n s i