Ada kabar gembira dari sel tahanan Habib Rizieq Shihab …

Pengacara eks pentolan FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, memberikan kabar terbaru tentang Habib Rizieq yang saat ini masih ditahan di Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri. Diketahui, saat ini kondisi Habib Rizieq mulai membaik dan disibukkan dengan mengajari para tahanan. Tak hanya itu, ia mengatakan ada dua tahanan yakni ayah dan anak yang memeluk Islam berkat bimbingan Habib Rizieq dan menantunya, Habib Hanif, serta Ustaz Shobri Lubis.

▸ “Dua orang tahanan narkoba, ayah dan anak, masuk Islam di Rutan Mabes Polri atas bimbingan Habib Rizieq, Ustaz Shobri, dan Habib Hanif,” jelas Aziz Yanuar kepada wartawan, hari Jumat (05.02.2021) kemarin.

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa ayah dan anak tersebut memeluk Islam murni karena kemauannya sendiri, tanpa paksaan, dan meminta agar dibimbing Habib Rizieq untuk mengucapkan dua kalimat syahadatnya. Namun sayangnya, ia tidak menyebut kedua identitas mualaf tersebut, melainkan hanya menyebut keduanya mengubah nama mereka menjadi Muhammad Mikail dan Ahmad Ridho.

Ia juga kemudian menceritakan bagaimana warga tahanan narkoba menyambut antusias penuh kegembiraan atas pengislaman kedua mualaf tersebut.

Sebagaimana yang telah diketahui, eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait hajatan di Petamburan. FPI sendiri sudah ditetapkan sebagai ormas terlarang oleh pemerintah Indonesia. Tidak hanya itu, Habib Hanif Alatas serta mantan Ketua Umum DPP FPI, Ustaz Ahmad Sabri Lubis, dan beberapa tersangka lainnya ikut ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

Habib Rizieq Shihab saat ini terseret dalam tiga kasus hukum yang membuatnya menyandang masing-masing sebagai tersangka. Kasus-kasus tersebut muncul setelah kedatangannya dari Arab Saudi. Di sana, Habib Rizieq menetap hingga lebih dari tiga tahun; dan pada tanggal 10 November 2020, ia dan keluarga tiba, dan menyelenggarakan sejumlah acara yang membuat terjadinya kerumunan.

1. Tersangka kerumunan di Petamburan

Pada tanggal 10 Desember 2020, Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya, dalam kasus kerumunan pada perayaan Maulid Nabi yang kemudian disertai dengan akad nikah putrinya pada tanggal 14 November 2020.

Kerumunan terjadi di tengah-tengah upaya pemerintah dalam memutus penyebaran COVID-19, terutama di DKI (Daerah Khusus Ibukota) yang cukup tinggi. Sebelum penetapan ini, sejumlah pihak telah dimintai keterangannya, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Metro Jaya langsung menahan Habib Rizieq di Rutan Polda Metro.

2. Tersangka kerumunan di Megamendung

Pada tanggal 23 Desember 2020, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, membenarkan bahwa Habib Rizieq Shihab sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan di Markaz Syariah Megamendung, di Kabupaten Bogor, di Jawa Barat.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq adalah tersangka tunggal, lantaran kerumunan yang terjadi bukan dikarenakan acara yang digelar, sehingga tidak ada kepanitiaan seperti acara di Petamburan yang ada panitianya.

Saat itu, rombongan Habib Rizieq hendak mengunjungi pesantren Markaz Syariah di Megamendung. Kehadirannya disambut riuh para pendukung, sehingga kawasan ke arah Puncak Bogor tersebut dipenuhi oleh para pendukung Habib Rizieq. Kerumunan pun tidak bisa dihindari. Dalam penyelidikannya, penyidik Polda Jawa Barat sudah meminta keterangan sejumlah pihak seperti Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Bupati Bogor, Ade Yasin.

3. Tersangka menutupi hasil swab test

Habib Rizieq juga kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri, dengan kasus sebagai dugaan menutupi hasil swab test saat ia dirawat di Rumah Sakit Ummi, di kota Bogor akhir tahun lalu.

Saat itu, Habib Rizieq sempat dirawat beberapa hari. Informasi simpang siur, sehingga Walikota Bogor, Bima Arya, dan Satuan Tugas COVID-19 kota Bogor merasa kesulitan dalam mendapatkan hasil tes tersebut. Pada akhirnya, persoalan ini pun dilaporkan ke kepolisian, sehingga ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni menantunya, Hanif Alatas, dan Direktur Utama Rumah Sakit Ummi, dr. Andi Tatat.

Wallahu a’lam bisshawab.

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i