Pemerintah Maroko mewajibkan anak-anak Muslim untuk mengunjungi tempat ibadah Yahudi

Setelah hubungan yang panas antara Israel dan Maroko, mereka baru-baru ini menandatangani perjanjian perdamaian bersama, tepatnya di bulan-bulan terakhir ketika Donald Trump masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Namun sayangnya, salah satu syarat perdamaian mewajibkan murid-murid Muslim di Maroko untuk mengunjungi sinagoge Yahudi sebagai bagian dari kurikulum.

Klip berikut ini menunjukkan murid-murid Muslim Maroko sedang melakukan tur ke sinagoge lokal: …

Ilan Hatchuel, seorang pengusaha Yahudi-Israel yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Maroko, mengatakan kepada B’Hadrei Haredim bahwa normalisasi hubungan dengan Maroko juga disebabkan oleh hubungan antara Andre Azoulai, penasihat Hassan II dari Maroko, serta raja saat ini, Mohammed VI.

Hatchuel kemudian menambahkan bahwa di bawah otorisasi raja saat ini, sekolah-sekolah Maroko telah mulai mengajarkan Yudaisme, yaitu tradisi dan budaya Yahudi di semua sekolah lokal sebagai bagian dari kurikulum, dan bahkan lengkap dengan ujian matrikulasi pada subjek tersebut.

▸ “Raja Maroko telah melakukan banyak hal untuk komunitas Yahudi di Maroko. Kita tidak dapat melupakan bahwa Hitler Ym’Sh datang ke Maroko dan meminta daftar semua orang Yahudi di Maroko. Raja Mohammed V menolak dan tidak membiarkan Hitler memasuki negara Maroko,” kata Hatchuel.

Innalillahi wa inna ilayhi rajiun.

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i

One response to “Pemerintah Maroko mewajibkan anak-anak Muslim untuk mengunjungi tempat ibadah Yahudi

Komentar ditutup.