Kata Kemenag: Arab Saudi minta RI bersabar soal kepastian haji 2021

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi, menegaskan bahwa pemerintah kerajaan Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan kabar resmi mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 atau 1442 Hijriah. Essam bin Abed Al-Thaqaf selaku Dubes (Duta Besar) Arab Saudi untuk Indonesia menyatakan hal tersebut saat bertemu Menteri Agama Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, beberapa waktu lalu.

▸ “Dubes Arab Saudi telah bersilaturahmi dengan Gus Menag. Pada pertemuan itu bahas pelaksanaan haji. Pak Dubes meminta pemerintah Indonesia bersabar untuk menunggu pengumuman resmi dari Saudi,” kata Zainut dalam sebuah seminar yang digelar hari Rabu (10.03.2021) secara daring.

Zainut mengatakan bahwa Essam juga menyarankan agar Kementerian Agama RI (Republik Indonesia) tetap mempersiapkan berbagai persyaratan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini, meski belum ada keputusan resmi dari Saudi. Ia mencontohkan ketentuan-ketentuan seperti halnya proses karantina, tes virus corona, hingga vaksinasi yang harus tetap disiapkan.

Tidak hanya itu, Zainut menyatakan bahwa Menteri Agama RI juga sudah berkomunikasi dengan pihak Menteri Agama di Arab Saudi untuk membahas pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Namun, Menteri Agama Saudi menyarankan agar pemerintah Indonesia tetap menunggu keputusan yang nantinya akan diumumkan oleh raja Saudi, Salman bin Abdulaziz.

▸ “Semua itu masih kami koordinasikan dengan pemerintah Saudi, dan kami siapkan segala sesuatunya,” jelas Zainut. “Kewenangan untuk memberikan ketentuan kepastian masalah haji disampaikan oleh raja Saudi.”

Meski demikian, Zainut memastikan bahwa pihaknya terus melakukan persiapan terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Skenario baku pihak Indonesia adalah tetapnya pemberangkatan haji tahun ini dengan jumlah kuota yang normal. Sedangkan skenario lainnya adalah pemberangkatan haji tahun ini dengan kuota 50%. Dan skenario terakhir, yaitu tidak memberangkatkan jemaah sama sekali, seperit halnya apa yang terjadi di tahun 2020 kemarin.

▸ “Pemerintah masih bekerja menyiapkan opsi pertama yaitu opsi penuh untuk memberangkatkan sekitar 221 ribu jemaah. Namun seluruh skenario itu masih sangat tergantung dari Arab Saudi,” jelasnya.

— Seminar web hari Rabu (10.03.2021).

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, pun menyatakan dirinya masih menunggu info pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan Haji tahun ini. Ia menyatakan pihak Kemenag terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi.

▸ “Kepastian tunggu info resmi dari Saudi. Sampai hari ini, belum ada info resmi dari Saudi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah Haji 1442 Hijriah atau 2021 Masehi,” ujar Yaqut dalam keterangan tertulisnya, hari Rabu (10.03.2021).

Yaqut mengatakan bahwa Kemenag masih melakukan persiapan penyelenggaraan haji. Penyiapan dokumen jemaah tetap dilakukan bertahap, pembahasan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) juga mulai dilakukan dengan Komisi VII DPR. Tim manajemen krisis yang dibentuk Kemenag pada akhir Desember juga terus bekerja mempersiapkan beragam skenario, termasuk dalam berkoordinasi dengan pihak Saudi melalui Konsulat Jenderal Haji Indonesia di Jeddah.

Yaqut juga kemudian menyoroti kabar yang mensyaratkan calon jemaah haji agar harus divaksin sebelum berangkat. Namun, masih diulik apakah syarat tersebut hanya berlaku pada masyarakat Arab Saudi atau pun juga berlaku untuk negara-negara lainnya yang berniat mengunjungi Mekah di musim haji nanti.

Karena informasi yang buram; seperti halnya Konsul Haji di Jeddah, Endang Jumali, yang mengatakan informasi vaksinasi bukan diperuntukkan pada jemaah haji, melainkan pada petugas medis internal Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang akan berpartisipasi pada aktivitas haji tahun ini.

▸ “Dalam berita, tidak ada penegasan syarat vaksin itu apakah untuk persiapan internal Saudi, ataukah juga merupakan pesan buat negara pengirim jemaah lainnya. Tidak ada keterangan tentang itu,” jelas Yaqut. “Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan Saudi dan Jubir Kementerian Haji Arab Saudi, bahwa untuk petugas haji dari luar Saudi dan jemaah haji luar Saudi belum ada pernyataan terkait vaksin atau pun yang lainnya.”

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i