Bias signifikan terhadap masyarakat Muslim di India

Dalam beberapa dekade terakhir, ratusan Muslim di India telah didakwa dalam banyak kasus palsu terkait teror. Walau pun kebanyakan dari mereka berakhir dibebaskan dari berbagai dakwaan, tetapi tidak sebelum para korban menghabiskan bertahun-tahun lamanya di penjara, atau menghadapi persidangan yang dalam beberapa kasus bahkan terus berlanjut hingga beberapa dekade.

Sebuah studi di tahun 2018 oleh lembaga non-profit Common Cause and Lokniti, sebuah inisiatif penelitian oleh CSDS (Centre for the Study of Developing Societies) yang berbasis di New Delhi, menyatakan bahwa para Muslim di India merasakan diskriminasi yang paling berat, dilontarkan oleh pemerintahan dan polisi di India. Studi tersebut menyatakan bahwa lebih dari 47% Muslim di India akan selalu cemas dan bimbang, waswas akan dituduh melakukan kegiatan teroris.

Laporan lain oleh Lokniti pada tahun 2019 dengan judul “Status Kepolisian di India: kecukupan Polisi dan Kondisi Kerja” menyatakan bahwa polisi di India menunjukkan bias yang signifikan di luar proporsi terhadap masyarakat Muslim, dengan setengah dari personel kepolisian mengambil kesempatan untuk memfitnah masyarakat Muslim sebagai masyarakat yang secara alami cenderung melakukan kejahatan.

baca juga: 127 Muslim di india akhirnya dibebaskan dari tuduhan teror, setelah 19 tahun lamanya diadili

Pada tahun 2016, Innocence Network, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berkampanye untuk mereka yang dituntut secara tidak sah, merilis laporannya, di mana mereka menyerukan pemerintah untuk membayar kompensasi kepada masyarakat Muslim. Organisasi tersebut juga menuntut agar pejabat-pejabat di India untuk bertanggung jawab atas banyak penangkapan dan penuntutan yang keliru dan salah kaprah.

β–Έ “Faktanya, tidak ada kompensasi bagi orang yang ditahan selama ini. Faktanya, tidak ada penuntutan terhadap polisi yang menanam, memalsukan, atau membuat bukti untuk menahan orang-orang di bawah persidangan begitu lama; hal itu dengan sendirinya menunjukkan bahwa sistem peradilan tidak berfungsi,” kata Ravi Nair selaku direktur eksekutif bagi Pusat Dokumentasi Hak Asasi Manusia Asia Selatan.

Nair mengatakan bahwa kekebalan yang dinikmati oleh polisi dan pejabat pemerintah di seluruh India β€”yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusiaβ€” harus ditarik dan/atau dicabut, dan hanya dengan begitu masyarakat di India dapat memiliki sistem peradilan yang tepat dan berfungsi.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis
β€” copyright source: Al Jazeera

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

One response to “Bias signifikan terhadap masyarakat Muslim di India

Komentar ditutup.