Kata Wapres Ma’ruf Amin: Isra Mikraj mengajarkan kepemimpinan yang sabar

Wapres (Wakil Presiden) Ma’ruf Amin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan mempercayai program vaksinasi nasional yang tengah dilaksanakan pemerintah. Menurutnya, itu merupakan ikhtiar agar pandemi COVID-19 dapat segera berakhir. Beliau juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bahu membahu dan bergotong royong guna mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

β–Έ “Marilah kita tetap melakukan ikhtiar bersama untuk menghilangkan pandemi ini melalui vaksinasi COVID-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Sya juga mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan,” katanya saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan Tahun 2021 melalui konferensi secara daring, hari Rabu (01.03.2021) malam.

Lebih lanjut, beliau juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, maka membutuhkan sikap-sikap yang dinilai penting, seperti halnya moderat, saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial maupun kehidupan beragama.

Beliau kemudian mengingatkan kembali bahwa umat Islam harus menjadi umat yang selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem dalam segala hal, baik itu cara berpikir, bersikap, maupun bertindak; baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Beliau kemudian menceritakan kembali hikayat tentang keberagaman masyarakat, keberagaman etnis dan agama, yang juga terjadi pada zaman Rasulullah (SAW).

β€” Konferensi video secara daring, hari Rabu (10.03.2021) malam.

Kepemimpinan Nabi Muhammad (SAW) mengajarkan beliau perlunya sikap kepemimpinan yang sabar, bijaksana, dan berkeadilan dalam menyampaikan misi dakwah dengan membangun umat lewat sikap yang moderat. Beliau menekankan agar sikap tersebut dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena menurutnya, hal tersebut sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

β–Έ “Oleh karena itu, diperlukan sikap kepemimpinan yang penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan keadilan β€”namun tetap teguh dalam menyampaikan misi dakwahnya,” tutur Wapres. “Dalam konteks berbangsa dan bernegara, sikap moderat ini sangat relevan dan harus dijadikan pedoman, karena bangsa kita adalah bangsa yang majemuk.”

Beliau kemudian menutup konferensi tersebut dengan menuturkan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam. Peristiwa tersebut merupakan perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad (SAW) dalam membuktikan kekuasaan Allah SWT.

β–Έ “Nabi Muhammad (SAW) sebagai pemimpin besar yang ditugasi untuk melakukan perbaikan di segala bidang bagi seluruh umat manusia dengan berbagai latar belakang, memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan perjalanan Isra Mikraj itu, Nabi Muhammad memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang kekuasaan Allah.”

Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Cholil Qoumas, para tokoh agama, serta jajaran pejabat Kemenag (Kementerian Agama) pusat. Secara daring, gelaran Isra Mikraj 2021 juga diikuti para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Indonesia Maju, segenap keluarga besar PTKIN (Perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia), Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia, perwakilan ormas-ormas Islam, dan undangan-undangan lainnya.

Sementara tausiah diberikan oleh Ustaz Das’ad Latif yang juga sekaligus dosen dan peneliti di Universitas Hasanuddin Makassar.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i