Proses pengadilan dan kabar Habib Rizieq di Rutan Bareskrim di malam Isra Mikraj

Hingga saat ini Habib Muhammad Rizieq Shihab masih berada di tahanan Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Mabes Polri. Meski pun begitu, menurut kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar, kondisi kesehatan Habib Rizieq dikabarkan baik, dia bahkan dikabarkan membawa perubahan yang baik di Rutan Bareskrim. Tidak hanya itu, kehadiran mantan imam besar FPI (Front Pembela Islam) tersebut membawa suasana Rutan Bareskrim bak pesantren. Masjid umum di sana yang biasa disebut Masjid Rutan terasa jauh lebih makmur karena aktif melaksanakan kegiatan keagamaan.

β–Έ “Suasana seperti di pesantren. Masjid setiap hari makmur dengan salat berjamaah, zikir, pengajian, buka puasa daud bersama, hingga duha dan tahajud,” jelas Aziz, hari Kamis (11.03.2021).

Selain itu, beberapa warga binaan yang dipindah ke Lapas (lembaga permasyarakatan) berbagai daerah, ditugaskan oleh Habib Rizieq untuk memakmurkan masjid-masjid di berbagai Lapas dengan ibadah dan pengajian sambil dibekali kitab al-Munajat yang berisi aneka zikir, doa wirid, hizib, dan selawat. Menurut Aziz, selama ini Habib Rizieq dan terdakwa lainnya dari kasus FPI tengah aktif berdakwah dan mengajarkan berbagai ilmu agama untuk para tahanan lainnya.

β–Έ “Inilah agenda revolusi akhlak yang sedang digelorakan Imam Besar Habib Riziek dan kawan-kawan, untuk menghijrahkan umat dari maksiat kepada taat. Jeruji penjara tidak jadi penghalang bagi perjuangan Imam Besar Habib Riqiek dan kawan-kawan, justru di dalam penjara mereka telah membuktikan secara langsung dengan praktik bahwa revolusi akhlak adalah solusi terbaik bagi problem bangsa dan negara.,” tutup Aziz.

Habib Rizieq menggelar peringatan Isra Mikraj di Rutan Bareskrim Polri dengan suasana yang semarak lantaran diisi berbagai aneka lomba dan aktivitas keislaman. Adapun tema dalam peringatan Isra Mikraj tahun ini adalah “Membangun Bangsa dan Negara dengan Akhlak Karimah”. Acara tersebut disambut antusias oleh semua warga binaan, hal ini terlihat dari adanya sekitar 50 orang dan 16 grup yang mengikuti aktivitas keislaman Isra Mikraj.

β€” Habib Rizieq di tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Dalam berita sebelumnya, diketahui bahwa Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas perkara tindak pidana kekarantinaan kesehatan atau protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan terdakwa eks pentolan FPI, Habib Rizieq, ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. FPI sendiri merupakan organisasi masyarakat yang sudah ditetapkan terlarang oleh pemerintah Indonesia.

Kapuspenkum (Kepala Pusat Penerangan Hukum), Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan bahwa pelimpahan perkara ini juga termasuk tujuh terdakwa lainnya dalam perkara tindak pidana kekarantinaan kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat; Megamendung, Kabupaten Bogor, dan Rumah Sakit Umi di kota Bogor. Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Rizieq Shihab dan kawan-kawan dengan pasal berlapis.

Berkas perkara sudah dilimpahkan oleh Kejaksaan ke Pengadilan Negeri di Jakarta Timur pada hari Selasa (09.03.2021). Adapun sidang perdana akan digelar pada tanggal 16 Maret 2021 mendatang. Pelimpahan ini sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia tentang Penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta TImur untuk memeriksa dan pengadilan perkara tindak pidana.

β–Έ “Tim Jaksa Penuntut Umum pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur melimpahkan berkas perkara tindak pidana kekarantinaan kesehatan atas terdakwa Muhammad Rizieq dan kawan-kawan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” jelas Leonard.

Penetapan tersangka Habib Rizieq tidak sah.

Tim penasihat hukum Habib Rizieq menghadirkan ahli hukum pidana dalam sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari Rabu (10.03.2021). Sidang praperadilan itu terkait penahanan dan penangkapan Habib Rizieq dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Ahli yang dihadirkan kala itu ialah ahli hukum pidana dari Universitas Islam As-Syafiyah, Abdul Chair Ramadhan.

Abdul yang memberikan keterangan lewat Zoom menyebutkan bahwa penetapan tersangka Habib Rizieq tidak sah sepanjang belum adanya pemeriksaan terlebih dahulu. Abdul mengatakan dalam beberapa kasus penetapan tersangka yang tidak didahului dengan pemeriksaan pendahuluan sebagai saksi, bisa dibatalkan. Sebab menurutnya, adanya pemeriksaan terlebih dahulu merupakan hukum Mahkamah Konstitusi.

β–Έ “Tidak sah apabila telah dilakukan pengumpulan dua alat bukti tetapi belum dilakukan pemeriksaan. Karena ada beberapa putusan yang menyatakan bahwa penetapan tersangka tanpa dilakukan pemeriksaan itu dibatalkan oleh praperadilan,” ujar Abdul.

Prinsipnya, sifat putusan Mahkamah Konstitusi harus dilakukan pemeriksaan awal terhadap calon tersangka. Abdul menegaskan bahwa untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, diperlukan setidaknya dua bukti. Dan dua bukti tersebut harus disertai dengan pemeriksaan. Adapun perihal mengenai pemeriksaan sebagai saksi harus dilakukan melalui tahapan memberikan surat pemanggilan.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i