Kisah yang sama akan kembali terjadi di bulan Ramadan tahun 2021 ini

Sekitar sebulan lagi, umat Islam di seluruh dunia akan mengalami bulan sucinya, yaitu bulan Ramadan. Namun begitu, sepertinya bulan Ramadan tahun ini tidak akan jauh berbeda dari bulan Ramadan tahun lalu. COVID-19 telah mengubah semua aspek kehidupan kita, dan sepertinya virus tersebut akan berkontribusi pada pengalaman kita di bulan Ramadan nanti. Berbeda dengan harapan kita, pandemi masih jauh dari akhir.

Ketika umat Islam di seluruh dunia bersiap untuk menerima bulan suci pada pertengahan April nanti, aktivitas karantina dan social distancing yang diberlakukan oleh sebagian besar negara-negara Islam di dunia masih terus diterapkan demi mencegah penyebaran virus corona, termasuk di Indonesia. Tidak hanya itu, masjid-masjid tampaknya akan terus ditutup dan salat berjamaah masih akan diminimalkan.

Tahun ini, Ramadan akan datang pada saat yang sulit karena pandemi, dan krisis tersebut menyebabkan banyaknya kesempatan untuk beribadah terlewatkan. Dikarenakan langkah-langkah pencegahan terhadap virus corona, kita terpaksa membatasi kunjungan-kunjungan sosial, begitu juga lebih sedikitnya acara amal dan silaturahmi yang biasanya merupakan ciri khas dari bulan Ramadan.

β–Έ “Bulan Ramadan selalu menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kegembiraan di hati semua orang, dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui puasa dan salat. Belum lagi adat istiadat umat Islam yang populer selama hari-hari puasa, seperti halnya mengunjungi kerabat dan mengadakan sahur dan buka bersama, dan lain-lain. Namun sayangnya, Ramadan mendatang akan seperti tahun lalu,” kata seorang karyawan bernama Nouf al Jabri.

Biasanya, bulan suci Ramadan memberikan kita kesempatan untuk beribadah lebih banyak dan memperbaiki aspek sosial dan religius kita bersama, namun pandemi COVID-19 akan memaksa kita untuk berpuasa sedikit berbeda tahun ini; sedikit lebih jauh dari aktivitas religius seperti halnya buka bersama dan salat Tarawih berjamaah.

β–Έ “Kami pasti akan mematuhi karantina rumah di mana saya bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan istri dan anak-anak saya. Saya akan berpuasa, berbuka puasa, dan melaksanakan seluruh kewajiban dan sunah salat, namun saya akan melakukan semuanya di rumah saya,” kata seorang pemimpin keluarga bernama Mohammed Saif. “Saya juga akan melipatgandakan bantuan kepada orang miskin dan yang membutuhkan tahun ini. Karena bisnis telah lemah karena virus, dan karena itu kebutuhan orang miskin juga menjadi dua kali lipat.”

Tidak mudah bagi seorang Muslim tentang larangan salat Jumat, salat Tarawih, dan salat-salat lainnya secara berjamaah. Namun begitu, ada sesuatu yang lebih kuat dan lebih besar dari itu, yaitu ketergantungan kita kepada Allah. Maka dari itu, menjaga jiwa kita merupakan prioritas dan salah satu bentuk ibadah.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s