Masjid-masjid Uighur ditutup oleh Beijing, kini malah digunakan oleh turis

Di sebuah bangunan berkubah di Cina pada awal bulan Oktober, terdapat simbol bulan sabit Islam yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah masjid. Namun begitu, bangunan tersebut tidak lagi digunakan seperti yang seharusnya. Bagian dalam bangunan tersebut kini telah diubah secara radikal menjadi sebuah kafe.

Apa yang dulunya adalah musala besar, kini telah diubah menjadi tempat istirahat bagi wisatawan. Tanpa ada kumandang azan setiap harinya, kini masjid tersebut hanya digunakan untuk minum teh dan tempat berbaring bagi wisatawan.

Seorang sumber mengatakan bahwa operator ‘kafe’ itu adalah seorang etnis Han dari provinsi Guangdong yang mulai beroperasi pada bulan Mei 2019 kemarin, setelah membangun kembali apa yang dulunya rumah ibadah bagi umat Islam di wilayah Kashgar. Banyak penduduk setempat jelas kesal karena masjid itu diubah menjadi restoran dan tempat peristirahatan.

Bahkan bagi umat Islam di wilayah tersebut, mereka takut melaksanakan salat di luar rumah, maka dari itu masing-masing mereka berkumpul dan salat berjamaah di rumah.

Telah bertahun-tahun lamanya.

Telah bertahun-tahun lamanya, otoritas Cina telah menutup sejumlah besar masjid yang digunakan oleh etnis Uighur di Daerah Otonomi Uighur Xinjian. Baik di ibu kota wilayah Urumqi dan Kashgar di bagian barat wilayah tersebut, sejumlah masjid telah diubah menjadi kafe dan tujuan wisata lainnya bagi masyarakat Tionghoa etnis Han.

Tidak berhenti di institusi keagamaan, dalam apa yang digambarkan sebagai proyek Beijing untuk mengumbah kota kuno Kashgar menjadi tujuan wisata utama, banyak rumah dan bangunan-bangunan lainnya di bagian kota tersebut telah dirobohkan dan dibangun kembali selama dekade terakhir. Menurut penduduk setempat, sejumlah besar masjid kecil dan menengah yang tersebar di sekitar bagian kota lama telah ditutup selama dua hingga tiga tahun terakhir.

Menurut penduduk setempat, sejumlah besar masjid kecil dan menengah yang tersebar di sekitar bagian kota lama telah ditutup selama dua hingga tiga tahun terakhir. Bangunan lain yang jaraknya sekitar satu menit berjalan kaki dari bekas masjid juga sebagian menaranya telah dibongkar, dan bekas tempat-tempat ibadah tersebut juga telah diubah menjadi kafe.

Masjid lainnya di bagian timur distrik pemukiman telah diubah menjadi toko suvenir yang menawarkan produk-produk giok. Dan dari enam masjid yang biasanya paling populer dikunjungi di kota tua Kashgar, lima telah ditutup, dibongkar dan diruntuhkan, dan dibangun kembali untuk dipergunakan sebagai tempat wisata.

Sebuah studi …

Sebuah studi oleh ASPI, alias Institut Kebijakan Strategis Australia, menemukan bahwa tren serupa juga terjadi di bagian lain dari Daerah Otonomi Uighur Xinjiang.

Dalam laporan yang dirilis pada bulan September kemarin, ASPI membuat perbandingan menggunakan citra satelit. Sampel dari 533 masjid dari total 24.000 atau lebih di wilayah tersebut telah dipilih. Dan sejak 2017, 65 persen dari total masjid tersebut telah dihancurkan dan bahkan dibangun kembali sebagai bangunan dengan tujuan lain selain tempat ibadah bagi umat Islam.

Bentrokan kekerasan antara Uighur dan Han di masa lalu telah membuat Beijing memperkuat pengawasannya terhadap Islam. Dan salah satu metode yang digunakan adalah ‘sinisasi‘ agama.

Seorang peneliti di organ Partai Komunis di Xinjiang mengeluarkan laporan pada tahun 2015 yang mengatakan, “Jumlah masjid di Xinjiang sangat melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk kegiatan keagamaan biasa, dan beberapa telah menjadi basis bagi separatis dan radikal.”

Namun begitu masyarakat lebih mempercayai Wang Wenbin selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, yang mengkritik keras laporan ASPI, dan menyebutnya sebagai tindakan pemalsuan oleh anti-Cina.

Urumqi.

Pengalaman serupa juga dialami oleh sebuah masjid bernama Urumqi yang terdapat di distrik Shuimogou.

Salah satu gerbang logam yang merupakan jalan untuk memasuki masjid tersebut telah ditutup, dan simbol bulan sabit telah dicopot dari atas kubahnya, dan membuat bangunan tersebut tidak lagi dinilai sebagai sebuah masjid. Dan mengintip dari gerbang, masyarakat dapat menemukan banyak bahan konstruksi dan sampah-sampah berserakan di dalamnya.

Seorang pria Uighur yang pernah salat di masjid tersebut menjelaskan bahwa selama tahun baru, begitu banyak Muslim yang berkumpul di sana sehingga sebagian harus salat di luar gedung dikarenakan tidak semua orang dapat beribadah di dalam.

Namun begitu, menurut seorang pejabat Partai Komunis dari komite dengan yurisdiksi atas distrik tempat masjid itu berada, pada tahun 2017 masjid Urumqi ditetapkan sebagai bangunan yang berbahaya karena tidak memiliki struktur anti-gempa yang memadai. Pejabat itu kemudian menutup masjid tersebut dengan alasan bahwa bangunan tersebut berbahaya bagi masyarakat.

Masjid-masjid lainnya di distrik Shuimogou juga telah ditutup beberapa tahun lalu karena tergolong berbahaya. Studi ASPI menemukan bahwa 35% masjid di Urumqi dan 46% di Kashgar telah dihancurkan dan/atau dibangun kembali menjadi bangunan lain. Rasio tersebut relatif rendah karena wisatawan domestik dan mancanegara sering berkunjung ke kedua kota tersebut.

Dan tidak hanya di sana, di pedesaan di utara dan selatan wilayah otonom, sekitar 80% masjid telah dibongkar.

Banyak masyarakat etnis Hui berpendapat bahwa penutupan masjid-masjid dimaksudkan untuk memberikan kendali yang lebih besar kepada otoritas Cina. Banyak yang berpendapat bahwa menutup banyak masjid-masjid kecil akan memaksa masyarakat untuk berkumpul di masjid-masjid yang lebih besar, sehingga dengan begitu pemerintah dapat lebih mudah mengelola kelompok-kelompok Muslim.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis
β€” copyright source: The Asahi Shimbun

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s