Kata Kemenag: sikapi jadwal imsak Muhammadiyah dan pemerintah berbeda, dengan bijak

Ramadan tahun ini terdapat perbedaan waktu imsakiah dan azan Subuh antara Muhammadiyah dan pemerintah. Kementerian Agama mengeluarkan jadwal waktu imsak pada pukul 04:14 WIB, sementara Muhammadiyah telah menetapkan waktu imsak pada pukul 04:22 WIB.

Tidak hanya itu, azan Subuh dari Kemenag (Kementerian Agama) terdengar lebih awal, yaitu pada pukul 04:24 WIB, sedangkan Muhammadiyah pada pukul 04:32 WIB.

Kanwil (Kantor wilayah) Kemenag Jateng (Jawa Tengah), Musta’in Ahmad meminta kepada masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak.

▸ “Secara umum, bisa disebut kriteria minus 18 derajat. Sedangkan versi dari pemerintah, NU, dan sejumlah ormas Islam rata-rata minus 20 derajat. Maka waktu Subuh dari Muhammadiyah mundur sekitar delapan menit dari biasanya,” jelas Musta’in seperti yang dilansir dari Kompas.com, hari Minggu (11.04.2021).

Musta’in mengungkapkan bahwa sebenarnya keputusan atas adanya perbedaan waktu imsakiah dan Subuh tersebut sudah ada sejak bulan Desember tahun kemarin. Namun begitu, baru mengemuka pada bulan Maret lalu karena terkait dengan jadwal puasa yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah.

▸ “Secara ilmiah, kajian yang dilakukan Muhammadiyah memundurkan waktu Subuh yang berimplikasi pada waktu imsak ada dasar-dasar ilmiahnya, sehingga kita bisa mengerti kenapa teman-teman Muhammadiyah mengambil sikap itu,” ungkapnya.

Fenomena perbedaan waktu tersebut sudah dibahas pada saat gelar rapat koordinasi bersama Gubernur Jateng beserta Forkopimda se-Jateng. Sedangkan pada tanggal 9 April lalu, pihaknya kembali mengikuti rapat koordinasi bersama yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng bersama MUI Jateng, Muhammadiyah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, dan Biro Kesra.

▸ “Kami rapat membincangkan ini. Saya mendapatkan informasi yang menyejukkan dari Pak (Tafsir, sebagai) Ketua Muhammadiyah provinsi mengatakan bahwa hal ini juga agar dilaksanakan secara bijak di tengah masyarakat. ”

Untuk itu, ia berharap agar perbedaan pandangan bisa diterima dengan sikap dewasa dan hati yang bijak.

▸ “Tidak perlu atraktif sehingga suasana Ramadan tidak ada hal yang mengganggu terkait dengan perbedaan waktu imsak dan Subuh,” ujarnya kembali menjelaskan. “MUI Jateng telah mengeluarkan nasihat atau tausiah melalui surat kepada seluruh umat Islam di Jateng agar perbedaan ini disikapi dengan baik.”

Selain itu, pihaknya juga telah mengeluarkan pedoman tata cara pelaksanaan ibadah Ramadan kepada seluruh daerah. Sementara itu Pak Tafsir selaku Pimpinan Muhammadiyah Jateng mengumumkan beberapa hal terkait keputusan tersebut dalam surat resmi dari PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah.

Keputusan tersebut tertera dalam surat keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 734/KEP/I.0/B/2021 tentang Tanfidz keputusan musyawarah nasional XXXI Tarjih Muhammadiyah tentang kriteria awal Subuh.

Di dalam poin pertama atas keputusan yang ditandatangani ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada tanggal 20 Maret 2021 itu, disebutkan bahwa ada perubahan ketinggian matahari awal.

Poin pertama dibagi dua bagian, yaitu berbunyi: …

  • Mengubah ketinggian matahari awal waktu Subuh minus 20 derajat yang selama ini berlaku dan sebagaimana tercantum dalam Himpunan Putusan Tarjih 3.
  • Menetapkan ketinggian matahari awal waktu Subuh yang baru, yaitu minus 18 derajat di ufuk bagian timur.

[ . . . ]

© the Islamweb.site
— editor: farras fil’azis

s u m b e r   r e f e r e n s i

2 responses to “Kata Kemenag: sikapi jadwal imsak Muhammadiyah dan pemerintah berbeda, dengan bijak

Komentar ditutup.