Puluhan artefak peninggalan Rasulullah (SAW) dipamerkan di Ramadan Festival 2021

Sekitar 30 artefak peninggalan Nabi Muhammad (SAW) dipamerkan di Ramadan Festival 2021, di JIC (Jakarta Islamic Centre) Koja, Jakarta Utara. Artefak peninggalan Nabi Muhammad (SAW) tersebut menampilkan banyak hal, mulai dari sorban, busur berikut anak panahnya, dan lain-lain.

β–Έ “Pameran seperti ini penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya kaum Muslimin untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad (SAW) dan para sahabatnya,” jelas Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan pameran ini adalah untuk lebih mengetahui dan meneladani sifat-sifat baik Nabi Muhammad (SAW) dan para sahabatnya. Ia juga berharap bahwa pameran ini dapat menjadi inspirasi umat Islam dan menjadi pengobat rindu kepada Rasulullah (SAW).

β–Έ “Juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah dan sahabatnya, agar dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ketua Panitia Pameran Artefak Baginda Nabi Muhammad (SAW), Ekky Pitung, menjelaskan bahwa pameran ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 23 April hingga tanggal 3 Mei mendatang.

Pamerannya itu sendiri bertempat di Hall Convention, Jakarta Islam Centre, dibuka dari jam 08:00 WIB pagi hingga sore hari. Pameran ini menampilkan setidaknya 71 artefak-artefak bersejarah Rasulullah (SAW), para sahabat, Khalifah Usmani, dan lain sebagainya.

β–Έ “Barang yang dipamerkan seperti terompah, serban, pedang, tongkat Nabi Muhammad (SAW). Selain itu juga ada pameran kaligrafi karya Arif Syukur yang baru pertama kali ditampilkan,” jelas Ekky.

Melihat benda-benda peninggalan Rasulullah (SAW) dapat melepas kerinduan umat Islam, memberikan kesempatan untuk belajar lebih jauh tentang sejarah hidup, kepribadian, serta perjuangan baginda Rasulullah (SAW) dalam mengenalkan dan menyebarkan agama Islam.

Turut diperlihatkan juga dalam pameran tersebut rambut, darah, serta jejak telapak kaki Nabi Muhammad (SAW). Pameran ini pun disambut gembira oleh banyak pengunjung.

Dilansir dari ANTARA News, Aida Fitria yang berasal dari Depok mengaku senang dengan adanya pameran tersebut. Dia tidak harus jauh-jauh mengunjungi Arab Saudi untuk melihat langsung benda bersejarah peninggalan Rasulullah dan para sahabat.

β–Έ “Memang tidak bisa bertemu langsung, tapi dengan melihat peninggalan-peninggalan ini jadi seakan dekat dengan Rasul,” kata Aida.

Tentu saja, di pameran tersebut para pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Kepala Sekretariat JIC, Ahmad Juhandi, mengatakan bahwa pameran ini diselenggarakan bagi pengunjung terbatas, yaitu hanya 25% sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Para panitia di sana juga memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Setiap pengunjung harus mencuci tangan, menggunakan master, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

β–Έ “Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penularan COVID-19. Alhamdulillah tadi para peserta pembukaan dites Antigen dulu. Semoga pameran ini berjalan dengan lancar dan aman,” ujar Ahmad.

Pengunjung juga dilarang berfoto dengan objek membelakangi artefak-artefak peninggalan bersejarah tersebut. Namun begitu, pengunjung tetap diizinkan untuk mengambil foto dan/atau bahkan berfoto di samping gelas kaca yang melindungi benda-benda bersejarah tersebut.

Masyarakat dapat masuk ke pameran JIC dengan membayar infak masuk minimal Rp50.000.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i