Arab Saudi siapkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk jemaah selama 10 hari terakhir Ramadan

Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi telah mengumumkan pada hari Kamis (29.04.2021) bahwa Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dibuka untuk jemaah yang ingin melakukan Qiyam al-Layl alias salat malam selama 10 hari terakhir Ramadan. Jemaah harus mendaftar melalui aplikasi resmi bernama Tawakkalna dan Eatmarna untuk bisa melakukan salat malam di Masjidil Haram.

Selain mendaftar melalui aplikasi tersebut, syarat lain yang juga harus dipatuhi adalah vaksinasi. Artinya, hanya umat Islam yang sudah melakukan vaksin yang diizinkan melaksanakan Qiyam al-Layl di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dewan Pengurus Masjid Nabawi telah merampungkan semua persiapan untuk menyambut jemaah selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Mereka menilai, 10 hari terakhir Ramadan merupakan periode paling diberkati, yaitu waktu di mana jemaah memenuhi masjid-masjid di seluruh dunia, termasuk Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Selama periode puncak, Kepresidenan Dewan Pengurus Masjid Nabawi mengatakan sedang berupaya untuk menerapkan rencana lapangan terintegrasi, bekerja sama dengan otoritas keamanan dan kesehatan untuk menegakkan tindakan pencegahan COVID-19 untuk memastikan keselamatan jemaah.

Dewan Pengurus Masjid Nabawi juga mengerahkan segala upaya untuk membuat Masjid Nabawi. Halaman dan fasilitas di sekitarnya terlihat bagus dan rapi untuk memfasilitasi jemaah yang akan melaksanakan ibadah dengan mudah dan nyaman.

Lailatul Qadar merupakan malam ketika ayat-ayat pertama al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW). Selama 10 hari terakhir Ramadan, di mana waktu malam Lailatul Qadar terjadi, semua masjid di seluruh dunia akan dipenuhi dengan jemaah untuk beribadah.

Di negara tersebut, Kementerian Kehakiman, Kesehatan, Pendidikan, Penjaga Perbatasan, Pertahanan Udara dan Garda Nasional Saudi, telah mulai membuat daftar atas masyarakat yang belum menerima vaksin demi melindungi mereka dan masyarakat sekitar mereka dari potensi infeksi saat bekerja.

Seperti yang dilansir oleh Al Arabiya bulan lalu, surat edaran dari Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan dan Perumahan di Arab Saudi mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 akan diwajibkan bagi para pekerja yang melayani kegiatan haji dan umrah, serta mereka yang bekerja di toko-toko di Mekah dan Madinah.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i

komentar dan diskusi πŸ‘‹πŸΌ

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s