Gus Miftah beri pesan menyentuh di Gereja GBI Amanat Agung

Berita terbaru datang dari Gus Miftah yang sosoknya dikenal dekat dengan para selebriti. Hari Kamis (29.04.2021), Gus Miftah hadir di peresmian GBI (Gereja Bethel Indonesia) Amanat Agung di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dirinya dipersilahkan oleh Gembala Sidang untuk memberikan ceramah pembukaan gereja.

Ia memberikan khotbah kepada jemaah yang hadir sambil memberikan nasehat yang bijaksana.

Di saat aku menggenggam tasbihku, dan kamu menggenggam salibmu; Di saat aku beribadah di Istiqlal, namun engkau ke katedral; Di saat bioku tertulis Allah SWT (Subhanahu wa Ta’ala), dan biomu tertulis Yesus Kristus; Di saat aku mengucap assalamualaikum dan kamu mengucapkan shalom.

Di saat aku mengeja al-Quran, dan kamu mengeja Alkitabmu, kita berbeda saat memanggil nama Tuhan. Tentang aku yang menengadahkan tangan dan kau yang melipatkan tangan saat berdoa.

Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan katedral yang ditakdirkan berdiri berhadapan dengan perbedaan, namun tetap harmonis. Andai saja mereka memiliki nyawa, apa tidak mungkin mereka saling mencintai dan menghormati antara satu dan yang lainnya?

Setelah mengunggah video ceramahnya, rupanya Gus Miftah tak hanya mendapat sanjungan, tetapi juga cemooh. Terlihat pada salah satu unggahannya di Instagram Story, seorang akun Instagram menuding bahwa pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman ini menunjukkan toleransi yang kebablasan.

Menanggapi ramainya komentar negatif, Gus Miftah memberi respons santai lewat sebuah video bersama dengan pebisnis sekaligus politikus, Ahmad Sahroni. Menurutnya, dirinya sudah biasa menyebarkan Islam melalui orasi kebangsaan soal kerukunan, dan dirinya bersyukur dapat menggunakan kesempatan yang diberikan oleh Gubernur Anies Baswedan untuk berkhotbah di dalam gereja.

Ahmad Sahroni sendiri menilai ceramah Gus Miftah di gereja itu luar biasa karena baginya, jarang ada ustaz yang memberi ceramah di tempat ibadah pemeluk agama lain selain Islam. Dengan ceramah tersebut, Gus Miftah telah mengamalkan dakwah agama lewat silaturahmi kebangsaan, yang menurutnya perlu dicontoh pemuka agama lainnya.

Gus Miftah pun menjelaskan bahwa konteks pada saat dirinya berceramah di gereja tersebut bukanlah kegiatan ibadah atau pun perayaan Kristen, melainkan adalah peresmian gereja. Ia menjelaskan bahwa umat Islam dapat bersilaturahmi dengan Allah dengan melaksanakan salat, dan bersilaturahmi dengan Nabi dengan melafalkan selawat, serta bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia melalui dakwah Pancasila.

Selain itu, Deddy Corbuzier juga mengapresiasi kedatangan sahabatnya, Gus Miftah, di peresmian gereja tersebut. Ia menghormati keputusan sahabatnya yang tidak hanya sekedar datang, melainkan turut memberikan ceramah di hadapan jemaah gereja tersebut.

Selain Deddy, sederet selebriti lain pun memberikan respons serupa, seperti halnya Young Lex, Denny Cagur, dan Ario Bayu yang ketiganya memberikan reaksi positif.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i