Israel luluh lantakkan Gaza, kabar terbaru dari Palestina

Kondisi Gaza, Palestina, hancur luluh lantak oleh serangan Israel. Hamas minta warga keturunan Arab di Palestina bergerak melawan. Sementara Menhan (Menteri Pertahanan) Israel menyebut serangan-serangan yang dilancarkan ke Gaza baru permulaan. Kondisi terkini di Gaza, Palestina, berbagai gedung bertingkat dihancurkan militer Israel.

Pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, menegaskan jika serangan Israel yang dilakukan saat ini baru permulaan. Israel tetap menuding bahwa serangan udara dan rudal yang mereka muntahkan hanya menyasar kelompok Hamas. Mereka menyatakan bahwa organisasi Hamas merupakan teroris yang akan terus mereka gentarkan.

Sudah sepantasnya, dunia tidak percaya bahwa apa yang Israel kerap lakukan adalah untuk kedamaian dan ketenangan.

Di sisi lain, Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan dengan tegas bahwa dirinya akan terus mempertahankan Tanah Air mereka dari arogansi Israel. Dia menyatakan siap melawan apabila tentara Israel terus-menerus menyerang penduduk Palestina. Namun begitu, Ismail Haniyeh juga menyatakan bahwa Hamas pun siap bernegosiasi apabila Israel dapat mempertimbangkan untuk menghentikan serangannya.

β–Έ “Jika mereka ingin menghentikannya, kami juga siap,” kata Haniyeh dalam pidato yang disiarkan televisi.

Seperti yang diberitakan oleh Reuters, juru bicara militan Hamas di Gaza, Abi Ubaida, menyerukan tetap melakukan perlawanan dengan senjata seadanya meski itu lemparan batu. Dia pun mendorong setiap warga keturunan Arab untuk ikut mempertahankan tanah air mereka dari serangan Israel.

Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) berencana menggelar pertemuan tertutup hari Rabu (18.05.2021) ini. Mereka akan membahas konflik antara Israel dan Palestina yang hari-hari ini semakin meningkat.

Diketahui, serangan Israel terhadap Palestina yang semakin membabi buta, pada akhir bulan Ramadan lalu semakin brutal dan berlanjut hingga saat ini. Terhitung hingga hari Kamis (13.05.2021) kemarin, setidaknya 80 orang Palestina tewas, termasuk di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Konflik dua negara yang kian memanas ini mengundang perhatian dari banyak pemimpin dunia, di antaranya adalah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan Presiden Turki, Recep Tayyup Erdogan.

Pernyataan dari Raja Arab Saudi dan Presiden Turki.

Raja Salman dan Presiden Erdogan mengecam dan mengutuk keras serangan Pasukan Israel ke Palestina. Raja Salaman juga mengutuk keras atas tindakan pasukan Israel yang dilakukan di Masjid al-Aqsa dan Yerussalem. Raja Salman menyebut dirinya dan Kerajaan Arab Saudi mendukung penuh rakyat Palestina untuk mendapatkan hak mereka yang sah.

Pernyataan ini dikutip saat Raja Salman melakukan panggilan telepon dengan Imran Khan, Perdana Menteri Pakistan, sebagaimana yang dilansir dari Saudi Gazette pada hari Kamis (13.05.2021).

Sementara itu, Presiden Turki, Erdogan, mengajak Presiden Rusia yakni Vladmir Putin untuk memberi pelajaran keras kepada Israel. Ia juga mengatakan bahwa Komunitas Internasional harus memberikan pelajaran yang kuat, kepada Israel atas perilakunya terhadap Palestina.

Hal tersebut dikutip dari perbincangan Erdogan dengan Putin melalui sambungan telepon pada hari Kamis (13.05.2021) sebagaimana yang diungkap Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki.

Tidak hanya itu, Erdogan juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera turun tangan memberikan pesan yang tegas dan jelas kepada Israel.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i