Palestina berhasil tembak balik roket demi hentikan serangan Israel

Rakyat Palestina tidak tinggal diam dan terus berjuang akibat diperlakukan semena-mena oleh tentara militer Israel. Perampasan tanah, pengusiran, serangan Israel, dan diskriminasi oleh Israel dibalas dengan serangan roket Palestina.

Kini, konflik bersenjata antara Israel dan Palestina menjadi gejolak sejak Perang Gaza pada tahun 2014 lalu. Hingga hari Minggu (16.05.2021) kemarin, setidaknya 188 rakyat Palestina gugur di Jalur Gaza, dan hanya 10 anggota militer Israel yang tewas dalam pertempuran udara paling intensif dalam beberapa tahun.

Sejumlah roket milik Palestina melakukan perlawanan terhadap Israel saat ini meski Israel memiliki sistem senjata anti-rudal yang dikenal sebagai Iron Dome (Bahasa Indonesia: Kubah besi). Pada Sabtu lalu, seorang pria Israel tewas setelah rentetan tembakan roket yang menargetkan Tel Aviv dan Israel bagian tengah.

Roket-roket dari Palestina tersebut merupakan balasan untuk militer Israel yang kian melakukan ratusan serangan udara dan banyak serangan darat di Gaza.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dalam jumpa pers bahwa pertempuran akan berlanjut dengan kekuatan penuh, dan menambahkan bahwa pihak Israel akan menginvestasikan banyak waktu demi berlanjutnya penyerangan terhadap Palestina. Dirinya menambahkan bahwa Israel mendapat dukungan dari komunitas internasional, dan berterima kasih kepada Presiden AS (Amerika Serikat), Joe Biden.

Kabinet Israel mengadakan perundingan pada hari Jumat (14.05.2021) kemarin, dan sumber mengatakan bahwa para menteri mendukung berlanjutnya operasi penyerangan terhadap Palestina, daripada memilih untuk gencatan senjata.

Mesir.

Negara Mesir tidak tinggal diam dalam krisis ini. Mesir telah membuka perbatasan Rafah sehari lebih awal dari yang direncanakan untuk memungkinkan masuknya para pengungsi dari Gaza, masyarakat Palestina yang membutuhkan perawatan medis dan kasus-kasus kemanusiaan lainnya.

Sumber keamanan mengatakan bahwa tiga bus yang membawa setidaknya 263 orang telah melintasi perbatasan, yang sebelumnya ditutup karena liburan Idul Fitri, dan akan dibuka kembali pada hari Senin (17.05.2021) ini. Namun begitu, bahkan sebelum jadwal pembukaan, hari Minggu kemarin Mesir telah menjemput banyak masyarakat Palestina yang terluka akibat pemboman pihak militer Israel.

Sejauh ini, Mesir telah mengirim 16 ambulans untuk menjemput banyak korban, yang sebagian besarnya menderita luka-luka serius dan membutuhkan prosedur pembedahan segera.

[ . . . ]

Β© the Islamweb.site
β€” editor: farras fil’azis

s u m b e rΒ  Β r e f e r e n s i